Menu

Mode Gelap

Laporan: Awang Ruswandi · 19 Nov 2024 10:50 WIB

Warga Desa Cipetir Demo, Tuntut Transparansi Penggunaan Dana Desa


					Puluhan warga gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor Desa Cipetir Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi, Senin (18/11/2024). Perbesar

Puluhan warga gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor Desa Cipetir Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi, Senin (18/11/2024).

JENTERANEWS.com – Puluhan warga Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor desa pada Senin (18/11/2024). Aksi ini dipicu oleh dugaan penyelewengan anggaran dana desa dalam proyek pembangunan jalan desa yang tidak sesuai spesifikasi.

Demonstrasi yang berlangsung di ruas Jalan Raya Parungseah ini mendapat pengawalan ketat dari aparat gabungan Polres Sukabumi Kota dan TNI. Para pendemo membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan dan melakukan aksi pembakaran ban sebagai bentuk kekecewaan.

Koordinator aksi, Umar, mengungkapkan bahwa warga merasa kecewa dengan kurangnya transparansi dalam penggunaan anggaran desa, terutama dana pusat yang mencapai hampir Rp2 miliar. “Kami menuntut keterbukaan informasi anggaran, terutama anggaran pusat. Tapi yang terealisasi ini di luar dari pada data,” tegas Umar.

Kekecewaan warga semakin memuncak setelah ditemukan ketidaksesuaian antara spesifikasi yang tertera dalam hasil musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) desa dengan kondisi lapangan. Proyek betonisasi jalan Cipetir yang menggunakan dana desa tahap 3 tahun anggaran 2024 diketahui memiliki ketebalan yang jauh di bawah standar yang telah disepakati.

“Hasil musrenbang menyebutkan ketebalan jalan seharusnya 15 sentimeter, tapi setelah kami cek, ternyata hanya 8-7 sentimeter. Bahkan, kepala desa mengakui kesalahan ini,” ungkap Umar.

Petisi Penolakan Kepemimpinan Kades

Sebagai bentuk penolakan terhadap kinerja Kepala Desa Cipetir, Dodi Wijaya, warga telah mengumpulkan lebih dari 2.000 tanda tangan petisi. Angka ini jauh melampaui jumlah suara yang diperoleh Dodi saat pemilihan kepala desa.

“Studi banding kemarin ada 1.100 suara, sedangkan kalau kami bawa petisi sudah lebih dari 2.000,” ujar Umar.

Tanggapan Kepala Desa

Menanggapi tuntutan warga, Kepala Desa Cipetir, Dodi Wijaya, mengakui adanya perbedaan antara spesifikasi yang direncanakan dengan kondisi lapangan. Namun, ia berdalih bahwa kondisi medan yang tidak rata menjadi faktor penyebab variasi ketebalan jalan.

“Kalau mengenai ketebalan struktur jalan, itu harus diperjelas juga, karena medan jalan juga tidak sama. Sekarang sudah ada bukti dari mereka itu, variatif,” jelas Dodi.

Tuntutan Utama Warga
  • Transparansi penggunaan anggaran desa: Warga menuntut agar pemerintah desa memberikan informasi yang jelas dan transparan mengenai penggunaan anggaran, terutama dana pusat.
  • Penyelesaian masalah proyek jalan: Warga meminta agar proyek pembangunan jalan diperbaiki sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
  • Pergantian kepala desa: Warga menginginkan agar Kepala Desa Cipetir, Dodi Wijaya, diganti karena dianggap tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Aksi unjuk rasa ini menjadi sorotan publik dan menggarisbawahi pentingnya pengawasan masyarakat terhadap penggunaan anggaran desa. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera merespon tuntutan warga dan melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan penyelewengan anggaran.(*)

Artikel ini telah dibaca 127 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Resmikan Praditya Adhiguna Global School, Bupati Asep Japar Dorong Lahirnya Generasi Unggul Berwawasan Global

13 Februari 2026 - 15:48 WIB

Bupati Sukabumi H. Asep Japar (batik) bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (putih) dan jajaran perwira TNI AL saat meninjau ruang kelas usai meresmikan Praditya Adhiguna Global School (PAGS) di Grand Cikareo Regency, Kota Sukabumi, Jumat (13/2/2026).

Jelang Ramadan 1447 H, Bupati Sukabumi Soroti Lonjakan Harga Ayam Akibat Tingginya Permintaan Program MBG

12 Februari 2026 - 17:23 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (tengah), didampingi unsur Forkopimda berdialog dengan pedagang beras saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Semi Modern (PSM) Palabuhanratu, Kamis (12/2/2026). Sidak ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Ramadan 1447 H.

Polres Sukabumi Kota Bongkar Praktik Penanaman Ganja, Oknum Relawan SPPG Ditetapkan Tersangka

12 Februari 2026 - 13:10 WIB

Kasat Narkoba Polres Sukabumi Kota, AKP Tenda Sukendar, menunjukkan barang bukti foto tanaman ganja dalam pot yang berhasil diamankan saat konferensi pers pengungkapan kasus di Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (12/2/2026).

TMMD ke-127 Resmi Dibuka, Pemkab Sukabumi dan TNI Bersinergi Akselerasi Pembangunan Infrastruktur di Cikembar

10 Februari 2026 - 15:49 WIB

Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas meninjau kesiapan personel gabungan saat membuka secara resmi TMMD ke-127 di Desa Parakanlima. Sebanyak 150 personel akan dikerahkan selama 30 hari ke depan untuk membangun jalan dan infrastruktur lainnya sebagai bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Jerat Hukum Menanti Bapak Sambung di Sukabumi: Kelalaian Senapan Angin Terancam Pasal 474 KUHP Baru

10 Februari 2026 - 12:12 WIB

Terlapor S (35), bapak sambung korban, saat digiring anggota kepolisian menuju ruang Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota, Senin (9/2/2026). S menjalani pemeriksaan intensif terkait kasus tewasnya SH (6) akibat peluru senapan angin.

Polres Sukabumi Kota Bongkar Peredaran Ribuan Obat Terlarang: Modus ‘Sistem Peta’ Terungkap di Cisaat

9 Februari 2026 - 21:46 WIB

Ribuan butir obat keras terbatas (OKT) jenis Tramadol dan Hexymer, serta berbagai jenis psikotropika dan satu unit telepon genggam yang berhasil disita Satnarkoba Polres Sukabumi Kota dari tangan tersangka MWAA (46) di Kecamatan Cisaat. Foto diambil saat rilis kasus, Senin (9/2).
Trending di Laporan: Awang Ruswandi