JENTERANEWS.com – Polres Sukabumi Kota telah melaksanakan simulasi pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) di halaman Mapolres Sukabumi Kota pada hari Sabtu, 23 November, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam pengamanan, khususnya pada saat pemungutan dan penghitungan suara.
“Simulasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel keamanan, khususnya dari Polri, dalam memberikan pelayanan pengamanan kepada masyarakat pada hari pemungutan suara yang dijadwalkan pada Rabu, 27 November, sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan,” ungkap Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rita Suwadi.
Menurut AKBP Rita, pengamanan pada tahapan pemungutan dan penghitungan suara di TPS untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, yang mencakup Pemilihan Gubernur Jawa Barat, Wali Kota Sukabumi, dan Bupati Sukabumi, akan dilakukan secara kolaboratif antara Polres Sukabumi Kota, Kodim 0607 Kota Sukabumi, serta instansi terkait lainnya.
Seluruh personel Polri yang terlibat dalam pengamanan TPS ini terdiri dari personel Polres Sukabumi Kota beserta jajaran Polsek. Di wilayah Kota Sukabumi, terdapat 999 TPS yang tersebar di 33 kelurahan.
Di lokasi yang sama, Kasubsi Pengelola Informasi, Dokumentasi, dan Multimedia (PIDM) Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli Bahtiarudin, menambahkan bahwa jumlah personel yang dikerahkan untuk pengamanan TPS mencapai 366 personel, dengan rincian 148 personel bertugas di wilayah Kota Sukabumi dan 218 personel di Kabupaten Sukabumi.
Mengingat jumlah TPS yang ada tidak sebanding dengan jumlah personel Polres Sukabumi Kota, setiap personel akan melakukan pengamanan di lebih dari satu TPS yang berdekatan, serta akan dibantu oleh personel pengamanan lainnya.
Simulasi ini juga disaksikan oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota dan Kabupaten Sukabumi, serta perwakilan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten/Kota Sukabumi.
Dalam pelaksanaan simulasi ini, Polres Sukabumi Kota juga melibatkan personel dari Kodim 0607 Kota Sukabumi, Linmas, serta anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).(*)















