Menu

Mode Gelap

Bencana · 25 Des 2024 05:51 WIB

Sukabumi Akhiri Status Tanggap Darurat Bencana, Fokus pada Masa Transisi dan Relokasi


					H. Marwan Hamami, memimpin rapat evaluasi penanganan bencana di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Selasa (24/12/2024). Rapat ini memutuskan pengakhiran status tanggap darurat bencana dan memasuki masa transisi. Perbesar

H. Marwan Hamami, memimpin rapat evaluasi penanganan bencana di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Selasa (24/12/2024). Rapat ini memutuskan pengakhiran status tanggap darurat bencana dan memasuki masa transisi.

JENTERANEWS.com – Kabupaten Sukabumi resmi mengakhiri status tanggap darurat bencana dan memasuki masa transisi. Keputusan ini diumumkan oleh Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, usai rapat evaluasi penanganan bencana yang digelar di Pendopo pada Selasa (24/12/2024). Tiga kecamatan terakhir yang sebelumnya berstatus tanggap darurat, yaitu Kalibunder, Pabuaran, dan Tegalbuleud, kini juga memasuki masa transisi.

Bupati Marwan Hamami menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melihat proses penanganan bencana yang telah berjalan maksimal dan sejumlah aktivitas yang mulai kembali normal. “Proses perjalanan penanganan bencana telah maksimal dilakukan. Sejumlah aktivitas sudah mengarah ke normal kembali. Sehingga, kita putuskan masuk ke masa transisi,” ujarnya.

Meski demikian, Bupati menekankan bahwa masa transisi ini bukan berarti berakhirnya pekerjaan. Pemerintah Kabupaten Sukabumi masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah, di antaranya penyelesaian asesmen rumah terdampak dan relokasi warga, terutama yang terdampak pergerakan tanah. “Jadi, masa transisi ini jangan leha-leha. Masih ada sejumlah PR (pekerjaan rumah) yang harus dikerjakan,” tegasnya.

Salah satu fokus utama saat ini adalah proses asesmen rumah terdampak. Tim asesmen telah diterjunkan ke 39 kecamatan terdampak untuk mendata rumah yang rusak berat, sedang, dan ringan. Bupati Marwan Hamami menekankan pentingnya ketelitian tim dalam menilai kerusakan rumah. “Tim yang turun ke lapangan harus benar-benar cermat dalam menilai rumah yang terdampak bencana,” ucapnya.

Sekda Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, menambahkan bahwa sejumlah sarana dan prasarana seperti air bersih, listrik, akses jalan, serta fasilitas dan pelayanan kesehatan telah berfungsi dengan lancar. Hal ini menjadi salah satu acuan penting dalam peralihan status ke masa transisi.

Sebanyak 120 personel yang terbagi dalam 60 tim, terdiri dari unsur TNI, Polri, mahasiswa, dan tim penilai lapangan Pemda, diturunkan untuk melakukan asesmen rumah terdampak selama tujuh hari ke depan. “Tim ini langsung ke lapangan untuk mengecek rumah terdampak. Hasilnya akan terlihat tujuh hari ke depan,” jelas Sekda.

Selain asesmen, relokasi warga yang rumahnya terdampak, terutama akibat pergerakan tanah, juga menjadi prioritas. Sekda Ade Suryaman mengimbau para camat untuk segera mengajukan minimal dua lahan relokasi agar dapat segera dicek kelaikannya. “Untuk para camat, kalau bisa minimal mengajukan dua lahan untuk relokasi. Sehingga, bisa dipilih yang terbaik,” pungkasnya.

Dengan peralihan status ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap dapat segera memulihkan kondisi wilayah dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi warganya yang terdampak bencana.(*)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Hujan Deras Picu Longsor di Sukalarang, Satu Warga Sukamaju Tewas Tertimbun

16 April 2026 - 20:24 WIB

Petugas gabungan meninjau lokasi tanah longsor yang menimbun area permukiman warga di Kampung Gria Sukamaju, Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (16/4/2026) sore.

Baru Tiga Bulan Diresmikan, Jembatan Darurat di Nyalindung Sukabumi Hanyut Diterjang Arus Deras

15 April 2026 - 07:21 WIB

Kerangka jembatan darurat berbahan bambu di Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, tampak terseret dan tersangkut di aliran sungai yang meluap setelah diguyur hujan deras, Selasa (14/4/2026). Jembatan ini, yang baru berusia kurang dari tiga bulan, kini putus total dan tidak bisa digunakan.

Diterjang Longsor dan Banjir Bandang, Akses Sukabumi-Sagaranten Terapkan Buka-Tutup

14 April 2026 - 16:54 WIB

petugas gabungan, yang terdiri dari personel Dinas Pekerjaan Umum (PU) Wilayah II dan relawan setempat, berupaya keras menyingkirkan material batu dan lumpur yang menyumbat sebagian ruas jalan provinsi Sukabumi-Sagaranten di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Selasa (14/4/2026)

Hujan Deras Picu Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Rumah Rusak Berat dan Warga Terluka

12 April 2026 - 09:19 WIB

Kondisi salah satu rumah warga di Kampung Gria Sukamaju, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, yang hancur usai diterjang material tebing longsor, Sabtu (11/4/2026). Tingginya intensitas hujan memicu longsoran tebing setinggi 7 meter yang menjebol dinding rumah dan menyebabkan satu orang terluka. (Foto: Dok. P2BK Sukalarang)

Hujan Deras Picu Longsor di Tiga Titik Desa Pawenang Sukabumi, Akses Jalan dan Rumah Warga Terancam

6 April 2026 - 21:09 WIB

Ditinggal Pemilik ke Kebun, Rumah Panggung di Ciracap Sukabumi Ludes Dilalap Si Jago Merah

6 April 2026 - 18:17 WIB

Trending di Bencana