Menu

Mode Gelap

Bencana · 11 Mar 2025 14:03 WIB

Pencarian Korban Longsor Sukabumi: 500 Personel Dikerahkan, Medan Ekstrem Jadi Tantangan


					Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban hilang akibat longsor di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (11/3/2025). Medan yang sulit dan cuaca buruk menjadi tantangan utama dalam operasi ini Perbesar

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban hilang akibat longsor di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (11/3/2025). Medan yang sulit dan cuaca buruk menjadi tantangan utama dalam operasi ini

JENTERANEWS.com – Operasi pencarian korban hilang akibat bencana tanah longsor yang melanda Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus digencarkan. Tim SAR gabungan masih berjibaku di dua lokasi terdampak parah, yaitu Kecamatan Simpenan dan Kecamatan Lengkong, untuk menemukan empat korban yang belum ditemukan.

“Hingga saat ini, kami masih berupaya keras mencari empat korban yang tertimbun longsor. Tiga korban berada di Kecamatan Lengkong, dan satu korban lainnya di Kecamatan Simpenan,” ungkap Humas Kantor SAR Jakarta, Romli Prasetyo, dalam wawancara dengan PRO3 RRI pada Selasa (11/3/2025).

Namun, upaya tim penyelamat tidaklah mudah. Medan yang sulit, cuaca ekstrem, dan akses jalan yang terputus menjadi tantangan utama. Hujan deras yang mengguyur setiap sore hingga malam memaksa tim untuk menghentikan pencarian sementara, demi keselamatan personel.

“Kondisi lapangan sangat menantang. Tumpukan tanah longsor semakin tebal setiap harinya, dan alat berat sulit menjangkau lokasi. Kami terpaksa menggunakan metode manual dengan cangkul dan alkon,” jelas Romli.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, tim SAR memanfaatkan teknologi drone untuk memetakan area longsor dari udara. Mengingat topografi perbukitan dengan vegetasi rapat dan potensi korban terseret arus sungai, pemetaan udara menjadi sangat penting.

Sebanyak 500 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan berbagai instansi terkait dikerahkan dalam operasi pencarian ini. Mereka bekerja tanpa kenal lelah, menyisir setiap sudut lokasi longsor dengan harapan menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin. Operasi pencarian ini akan berlangsung selama tujuh hari sesuai SOP, dan dapat diperpanjang jika ada indikasi korban masih bisa ditemukan,” tegas Romli.

Tim SAR juga menjalin komunikasi intensif dengan keluarga korban, yang turut serta dalam upaya pencarian di lapangan. Koordinasi yang baik diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi.

“Kami sangat berharap cuaca segera membaik, sehingga upaya pencarian dapat berjalan lebih optimal. Kami juga memohon doa dari seluruh masyarakat agar korban segera ditemukan,” pungkas Romli.

Bencana tanah longsor ini telah menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat Sukabumi. Semoga upaya tim SAR membuahkan hasil dan keluarga korban diberikan ketabahan.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 82 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Napi Lapas Warungkiara Kabur Saat Masa Asimilasi, Petugas dan Kepolisian Gelar Pengejaran

20 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Foto Patah alias Acil, narapidana kasus pencurian yang dilaporkan kabur dari Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, saat menjalani program asimilasi. (Foto: Dok. Lapas Warungkiara)

Perkuat Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat, Dinkes Jabar Gelar Bimtek Lintas Sektor di Sukabumi

20 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Suasana pemaparan materi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Pembudayaan Hidup Sehat (PHS) Tingkat Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas teknis dan manajerial lintas sektor guna mendorong perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat.

Pastikan Kesiapan Fisik dan Administrasi KDKMP, Sekda Sukabumi Hadiri Rakornas Percepatan Verval

20 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah depan berbatik hitam dan kacamata), didampingi jajaran pimpinan perangkat daerah, mendengarkan pemaparan Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi RI dalam Rakornas Percepatan Verval Gerai KDKMP secara daring dari Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Di sebelah kiri Sekda (wanita berhijab) dan sebelah kanannya (pria berbatik) adalah bagian dari tim pendamping.

Sidang Kematian Nizam Syafei: Ahli Forensik Sebut Penyakit Kronis Sebagai Penyebab, Perkuat Pembelaan Ibu Tiri

20 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Terdakwa Teni Ridha Shi alias TR saat menjalani sidang lanjutan beragendakan pemeriksaan saksi ahli di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026).

Tiga Hari Hilang, Mahasiswa Asal Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Citepus Sukabumi

20 Agustus 2026 - 16:29 WIB

Tim gabungan dari Satpolairud Polres Sukabumi, Basarnas, dan TNI AL mengevakuasi jasad korban tenggelam, Ahmad Nadif Fadilah (21), menggunakan kantong mayat di bibir Pantai Dolpin Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026). Jasad mahasiswa asal Jakarta Selatan itu ditemukan mengapung setelah tiga hari dinyatakan hilang di Pantai Karangnaya.

Korupsi APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi Resmi Ditahan

19 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Petugas Walsus Kejari Sukabumi mengawal seorang tahanan menuju mobil tahanan (atau ke dalam gedung, tidak jelas dari gambar) usai menjalani pemeriksaan. Tahanan tersebut mengenakan rompi oranye khas tahanan Kejari Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca