JENTERANEWS.com — Pemerintah Kabupaten Sukabumi hari ini menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-80 tahun 2025 di Alun-Alun Palabuhanratu. Upacara ini mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya” dan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas.
Suasana khidmat menyelimuti Alun-Alun Palabuhanratu saat upacara dimulai. Ipda Mudi Muldiana dari Polres Sukabumi bertindak sebagai komandan upacara, sementara Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, membacakan naskah Pancasila, menegaskan kembali komitmen terhadap dasar negara.
Dalam amanatnya, Wakil Bupati H. Andreas menekankan pentingnya peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk menumbuhkan kembali rasa nasionalisme dan patriotisme di tengah gempuran perkembangan zaman. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai Pancasila adalah fondasi jati diri bangsa yang mampu membendung pengaruh ideologi asing seperti komunisme dan liberalisme, yang tidak sejalan dengan akar kehidupan masyarakat Indonesia.
“Kita sebagai bagian dari masyarakat bangsa Indonesia yang kodratnya adalah keberagaman etnis, bahasa, adat istiadat, agama, dan golongan, harus secara serentak bersatu membela Pancasila dari siapa pun yang mencoba merongrongnya,” tegas Wabup Andreas, menyerukan persatuan dalam menjaga ideologi bangsa
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini semakin istimewa dengan kehadiran Burung Garuda Pancasila sebagai elemen utama. Wakil Bupati Andreas menjelaskan bahwa Garuda bukan sekadar simbol negara, melainkan representasi jiwa dan semangat bangsa Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Ia memaparkan makna mendalam di balik lambang negara tersebut. Garuda yang mencengkeram pita bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika melambangkan peran Pancasila sebagai meja statis, pemersatu bangsa yang majemuk. Sementara itu, sayap Garuda yang membentang luas menggambarkan semangat kemerdekaan dan cita-cita luhur bangsa, sejalan dengan peran Pancasila sebagai bintang penuntun menuju masa depan Indonesia Raya.
Andreas juga menyoroti relevansi lambang Garuda dalam konteks peringatan ke-80 tahun Hari Lahir Pancasila. Ia menyebutkan bahwa Garuda menjadi pengingat akan proses historis pembentukan Pancasila, mulai dari pidato Soekarno pada 1 Juni 1945, Piagam Jakarta 22 Juni 1945, hingga rumusan final pada 18 Agustus 1945. “Tiga fase tersebut merupakan satu kesatuan proses ideologis bangsa,” terangnya, menggambarkan perjalanan panjang Pancasila menjadi dasar negara.
Wakil Bupati H. Andreas menegaskan bahwa seorang Pancasilais adalah mereka yang menjadikan Pancasila sebagai jalan pikiran dan falsafah hidup bangsa. Ia meyakini bahwa nilai-nilai Pancasila telah menjadi kepribadian bangsa Indonesia sejak dahulu hingga kini.
Menutup amanatnya, Wakil Bupati mengajak seluruh abdi negara dan abdi masyarakat di Kabupaten Sukabumi untuk bersatu padu dan saling mengisi dalam melanjutkan pembangunan di berbagai sektor. “Mari kita kuatkan tekad untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dan pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus sebagai pemersatu bangsa menuju Indonesia maju,” pungkasnya, menekankan pentingnya kolaborasi demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera.
Usai memimpin upacara tingkat Kabupaten Sukabumi, Wakil Bupati H. Andreas bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) secara virtual mengikuti upacara nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Pelataran Gedung Pancasila Jakarta.(*)
Redaktur: Hamjah
Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















