JENTERANEWS.com – Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (28/12/2025). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur parah hingga memutus akses vital warga.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nyalindung, A. Ahmad, melaporkan bahwa bencana ini dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi dengan durasi yang cukup lama mengguyur wilayah tersebut.
“Hujan deras mengakibatkan debit air sungai meluap drastis serta memicu pergeseran tanah. Dampaknya sangat signifikan, terutama pada infrastruktur penghubung antar-kampung dan antar-desa,” ujar Ahmad dalam laporan tertulisnya.
Berdasarkan data asesmen sementara, tercatat sebanyak 11 jembatan mengalami kerusakan, mulai dari jembatan beton, jembatan gantung, hingga jembatan kayu. Kerusakan terparah terjadi di Kampung Cigadog (RT 01/02) di mana dua jembatan beton dan enam jembatan kayu hancur. Selain itu, jembatan penghubung antar-desa di Kampung Karikil juga terputus.
“Kondisi ini mengakibatkan enam RT di dua RW terisolir karena akses jalan utama terputus total,” tambah Ahmad.
Selain infrastruktur, bencana ini juga menghantam permukiman warga. Di Kampung Karikil, satu unit rumah permanen milik Mahpudin (1 KK, 3 jiwa) dilaporkan terseret material longsor. Sementara itu, satu rumah semi permanen lainnya tertimbun di bagian dapur dan rusak berat, serta satu rumah rusak ringan akibat tertimpa pohon kelapa.
Demi keselamatan, sebanyak 67 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 160 jiwa terpaksa mengungsi. Mereka kini menempati musala, majelis taklim, dan rumah kerabat yang dinilai lebih aman.
“Warga memilih mengungsi karena khawatir akan adanya longsor susulan dan banjir, mengingat kondisi cuaca masih mendung dan hujan berpotensi turun kembali,” jelas Ahmad.
Sektor pertanian juga tak luput dari dampak bencana. Diperkirakan sekitar 30 hektare lahan pertanian warga rusak diterjang banjir dan material longsor, yang berpotensi menyebabkan gagal panen.
Hingga saat ini, pihak Forkopimcam Nyalindung, BPBD Kabupaten Sukabumi, TNI, Polri, serta relawan telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil masih dalam tahap penghitungan.
Ahmad menegaskan bahwa kebutuhan mendesak saat ini meliputi kebutuhan dasar hidup (logistik) bagi pengungsi, obat-obatan, serta kawat bronjong untuk pembuatan pondasi jembatan darurat agar akses warga dapat segera pulih.
“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dan mengimbau warga untuk tetap waspada,” tutupnya.(*)
Editor: Hmajah















