Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 30 Des 2025 06:36 WIB

Banjir Bandang dan Longsor Terjang Nyalindung: Belasan Jembatan Putus, Ratusan Warga Terisolir


					Kondisi salah satu jembatan di Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, yang terputus total akibat diterjang banjir bandang dan longsor pada Minggu (28/12/2025). Kerusakan infrastruktur vital ini menyebabkan akses di beberapa kampung terisolir. (Foto: P2BK Kec. Nyalindung) Perbesar

Kondisi salah satu jembatan di Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, yang terputus total akibat diterjang banjir bandang dan longsor pada Minggu (28/12/2025). Kerusakan infrastruktur vital ini menyebabkan akses di beberapa kampung terisolir. (Foto: P2BK Kec. Nyalindung)

JENTERANEWS.com – Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (28/12/2025). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur parah hingga memutus akses vital warga.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nyalindung, A. Ahmad, melaporkan bahwa bencana ini dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi dengan durasi yang cukup lama mengguyur wilayah tersebut.

“Hujan deras mengakibatkan debit air sungai meluap drastis serta memicu pergeseran tanah. Dampaknya sangat signifikan, terutama pada infrastruktur penghubung antar-kampung dan antar-desa,” ujar Ahmad dalam laporan tertulisnya.

Berdasarkan data asesmen sementara, tercatat sebanyak 11 jembatan mengalami kerusakan, mulai dari jembatan beton, jembatan gantung, hingga jembatan kayu. Kerusakan terparah terjadi di Kampung Cigadog (RT 01/02) di mana dua jembatan beton dan enam jembatan kayu hancur. Selain itu, jembatan penghubung antar-desa di Kampung Karikil juga terputus.

“Kondisi ini mengakibatkan enam RT di dua RW terisolir karena akses jalan utama terputus total,” tambah Ahmad.

Selain infrastruktur, bencana ini juga menghantam permukiman warga. Di Kampung Karikil, satu unit rumah permanen milik Mahpudin (1 KK, 3 jiwa) dilaporkan terseret material longsor. Sementara itu, satu rumah semi permanen lainnya tertimbun di bagian dapur dan rusak berat, serta satu rumah rusak ringan akibat tertimpa pohon kelapa.

Demi keselamatan, sebanyak 67 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 160 jiwa terpaksa mengungsi. Mereka kini menempati musala, majelis taklim, dan rumah kerabat yang dinilai lebih aman.

“Warga memilih mengungsi karena khawatir akan adanya longsor susulan dan banjir, mengingat kondisi cuaca masih mendung dan hujan berpotensi turun kembali,” jelas Ahmad.

Sektor pertanian juga tak luput dari dampak bencana. Diperkirakan sekitar 30 hektare lahan pertanian warga rusak diterjang banjir dan material longsor, yang berpotensi menyebabkan gagal panen.

Hingga saat ini, pihak Forkopimcam Nyalindung, BPBD Kabupaten Sukabumi, TNI, Polri, serta relawan telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil masih dalam tahap penghitungan.

Ahmad menegaskan bahwa kebutuhan mendesak saat ini meliputi kebutuhan dasar hidup (logistik) bagi pengungsi, obat-obatan, serta kawat bronjong untuk pembuatan pondasi jembatan darurat agar akses warga dapat segera pulih.

“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dan mengimbau warga untuk tetap waspada,” tutupnya.(*)


Editor: Hmajah

Artikel ini telah dibaca 24 kali

Baca Lainnya

Lautan Massa di Sukabumi: Petani hingga Relawan Bersatu Tolak Moratorium Program MBG

24 Juni 2026 - 13:18 WIB

Ribuan massa aksi dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di Lapang Merdeka Kota Sukabumi sebelum memulai long march. Mereka bersiap dengan semangat untuk menyuarakan aspirasi menolak moratorium dan menuntut keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah langkah nyata dalam upaya peningkatan gizi masyarakat dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Sekda Sukabumi Tegaskan Efisiensi Anggaran 2026 Tak Boleh Turunkan Kualitas Pelayanan Publik

23 Juni 2026 - 12:15 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, memberikan arahan saat membuka kegiatan Akselerasi Urusan Daerah melalui Integrasi Sinkronisasi dan Inovasi (AUDISI) di Bale Pangripta, Palabuhanratu, Selasa (23/6/2026). Dalam forum tersebut, ia menegaskan efisiensi anggaran tidak boleh menurunkan kinerja pelayanan publik.

Petugas Lapas Sukabumi Gagalkan Penyelundupan Sabu Bermodus Dilempar dalam Bakso

23 Juni 2026 - 12:07 WIB

Fraksi Golkar DPRD Sukabumi Soroti Lemahnya Kemandirian Fiskal, Dorong Reformasi Melalui Digitalisasi Pajak

23 Juni 2026 - 11:52 WIB

Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Sukabumi, Loka Tresnajaya, saat membacakan Pandangan Umum Fraksi dalam Rapat Paripurna ke-6 mengenai Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 di Palabuhanratu, Senin (22/6/2026).

Soroti Pelayanan RSUD Palabuhanratu, BEM Nusantara Desak Bupati dan DPRD Sukabumi Lakukan Evaluasi Total

22 Juni 2026 - 16:17 WIB

Massa mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara Wilayah Sukabumi membentangkan spanduk tuntutan dalam aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Sukabumi, Senin (22/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan rapor merah pelayanan RSUD Palabuhanratu dan mendesak evaluasi sejumlah kebijakan nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hadiri Milad dan Pengukuhan Pengurus YATSHI, Sekda Sukabumi Pesankan Amanah Pelayanan Umat

20 Juni 2026 - 14:36 WIB

Momen penandatanganan dokumen berita acara pengukuhan Ketua dan Pengurus Yayasan Tarbiyatsshibyan (YATSHI) masa bakti 2026–2031. Acara ini berlangsung khidmat pada puncak peringatan Milad YATSHI di kompleks yayasan, Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis (18/6/2026).
Trending di Sukabumi