JENTERANEWS.com – Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi Kota memastikan akan bergerak cepat menelusuri kasus dugaan penyerangan yang menimpa empat orang pemuda pada malam pergantian tahun 2025 ke 2026. Insiden yang diduga dilakukan oleh kelompok tidak dikenal ini terjadi di kawasan strategis, hanya berjarak sekitar 100 meter dari Balai Kota Sukabumi.
Peristiwa berdarah tersebut dilaporkan terjadi di sekitar persimpangan Jalan R Syamsudin SH dengan Jalan Cikole Dalam pada Kamis (1/1/2026) dini hari.
Kepala Polres Sukabumi Kota, AKBP Rita Suwadi, menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari para korban. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa kepolisian tidak akan tinggal diam dan akan segera melakukan penyelidikan proaktif, terutama mengingat adanya informasi mengenai luka serius yang dialami korban.
“Belum ada laporan ke kita. Kalau ada laporan ya pasti kita tindaklanjuti. Oia nanti kita telusuri, akan ditelusuri,” tegas Rita saat dikonfirmasi awak media usai kegiatan di Gedung Juang 45, Jumat (2/1/2026) petang.
Respon tegas Kapolres ini muncul setelah awak media menyampaikan informasi bahwa salah satu dari empat korban yang dirawat mengalami luka parah, di mana jarinya terancam putus dan berpotensi diamputasi.
Dugaan penyerangan ini diperkuat oleh data medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH, Kota Sukabumi. Pihak rumah sakit membenarkan telah menerima empat pasien laki-laki dengan rentang usia 17 hingga 27 tahun pasca perayaan tahun baru.
Humas RSUD R Syamsudin SH, dr. Irfan Nugraha Triputra Irawan, mengungkapkan bahwa keempat korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 00.30 WIB dengan berbagai kondisi luka pada anggota tubuh.
“Empat pasien ini meliputi dua kelompok; yang luka ringan artinya bisa pulang, dan yang lukanya cukup serius perlu perawatan lebih lanjut,” jelas dr. Irfan kepada wartawan di Media Centre RSUD R Syamsudin, Jumat (2/1/2026).
Hingga berita ini diturunkan, motif penyerangan dan identitas para pelaku masih dalam pendalaman pihak berwajib. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta segera melaporkan ke pihak kepolisian jika mengetahui informasi terkait insiden tersebut.(*)
Laporan: Awang
Editor: Hamjah















