Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 21 Apr 2026 16:52 WIB

Korsleting Picu Kebakaran Gardu PLN di Cikembar Sukabumi, Petugas Damkar Bertindak Cepat


					Seorang petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi dari Posko VIII Cikembar mengerahkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk memadamkan titik api akibat korsleting pada instalasi kabel gardu listrik PLN di Kampung Cibodas, Desa Kertaraharja, Cikembar, Sukabumi, Selasa (21/04/2026) pagi. Respon cepat petugas berhasil menjinakkan api dalam waktu singkat tanpa korban jiwa. Perbesar

Seorang petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi dari Posko VIII Cikembar mengerahkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk memadamkan titik api akibat korsleting pada instalasi kabel gardu listrik PLN di Kampung Cibodas, Desa Kertaraharja, Cikembar, Sukabumi, Selasa (21/04/2026) pagi. Respon cepat petugas berhasil menjinakkan api dalam waktu singkat tanpa korban jiwa.

JENTERANEWS.com — Ketenangan warga Kampung Cibodas di pagi hari mendadak pecah oleh insiden kebakaran yang melalap sebuah gardu listrik milik PT PLN pada Selasa (21/4/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.40 WIB di RT 03/RW 04, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi ini sempat memicu kepanikan warga sekitar sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh petugas pemadam kebakaran.

Insiden ini pertama kali dilaporkan oleh salah seorang warga setempat bernama Didin. Menindaklanjuti laporan darurat tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi melalui Posko VIII Cikembar segera menginstruksikan pergerakan personel. Satu unit kendaraan pemadam kebakaran langsung dikerahkan membelah jalanan pagi menuju lokasi kejadian.

Wakil Komandan Peleton (Wadanton) Posko VIII Cikembar, Sutisna Agustian, memimpin langsung operasi penanganan tersebut. Menurut keterangannya, api diduga kuat bersumber dari arus pendek atau korsleting listrik pada komponen internal gardu.

“Kami tiba di lokasi sepuluh menit setelah laporan masuk. Petugas langsung melakukan pemadaman agar api tidak merambat ke area lain,” tegas Sutisna di lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, tim tidak membutuhkan waktu lama untuk menguasai keadaan. Penanganan difokuskan secara taktis menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang aman untuk kebakaran tipe elektrikal. Hanya dalam waktu kurang dari lima menit, si jago merah berhasil dijinakkan sepenuhnya. Seluruh rangkaian operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 05.59 WIB dengan kondisi area yang sudah dipastikan aman.

Pihak DPKP mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa nahas ini. Semua warga beserta petugas yang bertugas dipastikan dalam keadaan selamat. Meski demikian, kerusakan pada instalasi gardu mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp1.000.000.

Keberhasilan penanganan yang sigap ini tidak lepas dari kerja keras personel Posko VIII Cikembar. Selain Sutisna, tim yang turun ke lapangan terdiri dari sejumlah personel terlatih, di antaranya Nanang Suryana, Untung Pamungkas, Satria Eka Saputra, dan M. Zahran Kahfi.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, DPKP Kabupaten Sukabumi kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan dini terhadap bahaya listrik. “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kebakaran akibat gangguan instalasi listrik. Segera laporkan kepada pihak berwenang jika menemukan kejanggalan pada fasilitas kelistrikan di lingkungan sekitar,” pungkas Sutisna menutup laporannya.(*)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Tinjau Pasar Cisaat Sukabumi, Perum BULOG Pastikan Stabilitas Harga Pangan Pasca-Iduladha

30 Mei 2026 - 13:10 WIB

Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani (mengenakan topi dan rompi) saat berdialog dengan pedagang dan mengecek langsung kualitas komoditas pangan di Pasar Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (30/5/2026).

Teror Babi Hutan di Cidolog: Saat Ambisi Ketahanan Pangan Lumat oleh Kerusakan Ekologis

30 Mei 2026 - 09:00 WIB

Tim gabungan dari BPP Cidolog, Perbakin, dan perwakilan petani setempat menunjukkan kekompakan sebelum atau setelah penyisiran di medan terjal Cidolog, Sukabumi. Foto ini menangkap momen kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya mendesak untuk menghentikan kerusakan masif lahan pertanian—terutama ladang jagung dan komoditas hortikultura—akibat invasi babi hutan yang dipicu alih fungsi lahan hutan di hulu.

Waspada Penipuan Dapur Makan Bergizi Gratis, BGN Tegaskan Proses SPPG Bebas Biaya

29 Mei 2026 - 22:23 WIB

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Sony Sonjaya (tengah), didampingi oleh jajaran kepolisian, memberikan keterangan pers terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan berkedok penentuan titik lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta, Jumat. Dalam keterangannya, BGN menegaskan bahwa seluruh proses pengajuan dan verifikasi dapur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepenuhnya bersifat transparan dan tidak dipungut biaya.

Wujudkan Pendidikan Bebas Kekerasan, Pemkab Sukabumi Resmi Bentuk Pokja BSAN Lintas Sektor

29 Mei 2026 - 22:09 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah latar belakang), memimpin langsung Rapat Koordinasi Pembentukan Pokja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) Lintas Sektor di Pendopo Sukabumi, Jumat (29/05/2026). Pertemuan ini menjadi langkah proaktif Pemkab Sukabumi menciptakan iklim pendidikan positif dan bebas kekerasan.

Diduga Gelapkan Dana Proyek Pembangunan Desa, Oknum Kades di Sukabumi Resmi Ditahan Polisi

29 Mei 2026 - 21:36 WIB

Diduga Gelapkan Dana Proyek Pembangunan Desa, Oknum Kades di Sukabumi Resmi Ditahan Polisi

Disdik dan Bupati Sukabumi Tegaskan Transparansi serta Integritas dalam SPMB 2026

29 Mei 2026 - 10:09 WIB

Jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi saat menghadiri acara Penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Ramah Anak Tahun 2026. Kegiatan ini menekankan pentingnya pelaksanaan seleksi yang transparan, akuntabel, dan bebas diskriminasi demi menjamin hak pendidikan yang adil bagi seluruh calon peserta didik.
Trending di Sukabumi