Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 25 Feb 2026 19:23 WIB

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan dalam Muhibah Ramadhan, Bupati Sukabumi: “Masih Banyak Kekurangan, Kami Akan Terus Semangat Membangun”


					Bupati Sukabumi H. Asep Japar (kiri, memegang plakat) secara simbolis menyerahkan hadiah umrah kepada salah seorang warga di Masjid Jami Al-Muhajirin, Kecamatan Gunungguruh, Rabu (25/2/2026). Penyerahan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Muhibah Ramadhan Pemkab Sukabumi. Perbesar

Bupati Sukabumi H. Asep Japar (kiri, memegang plakat) secara simbolis menyerahkan hadiah umrah kepada salah seorang warga di Masjid Jami Al-Muhajirin, Kecamatan Gunungguruh, Rabu (25/2/2026). Penyerahan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Muhibah Ramadhan Pemkab Sukabumi.

JENTERANEWS.com — Menginjak satu tahun masa kepemimpinannya, Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Wakil Bupati H. Andreas menjadikan momen bulan suci Ramadan untuk turun langsung menyapa masyarakat. Melalui program rutin ‘Muhibah Ramadhan’, duet pemimpin daerah ini memaparkan sejumlah capaian strategis sekaligus menjaring aspirasi warga di Masjid Jami Al-Muhajirin, Kampung Ciburial RT 01/01, Desa/Kecamatan Gunungguruh, Rabu (25/2/2026).

Bupati H. Asep Japar menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan manifestasi dari visi Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah (Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah).

“Silaturahmi yang dikemas dalam bentuk Muhibah Ramadan ini adalah tradisi Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang terus kita jaga. Ini momentum menebar kebaikan sekaligus menyelaraskan langkah dengan visi Sukabumi Mubarakah,” ujar H. Asep Japar.

Dalam ruang dialog yang hangat tersebut, Bupati memaparkan progres nyata di tahun pertama kepemimpinannya. Di sektor ekonomi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi mencatatkan tren positif. “Alhamdulillah, dalam satu tahun kepemimpinan kami, sejumlah keberhasilan sudah nampak. Salah satunya, jumlah penduduk miskin berhasil kami tekan menjadi 6,41 persen,” ungkapnya.

Selain itu, Pemkab juga berhasil mendorong peningkatan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang kini relatif lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, guna menggenjot kesejahteraan para pekerja.

Pada sektor pendidikan dan sosial, investasi Sumber Daya Manusia (SDM) terus dipacu melalui penyaluran beasiswa bagi masyarakat untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi, seperti di Universitas Nusa Putra dan UMMI. Di samping itu, ratusan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) telah selesai diperbaiki.

Fokus selanjutnya adalah pembangunan infrastruktur pascabencana. “Insya Allah, dalam waktu dekat kami akan membangun ratusan Hunian Tetap (Huntap) di wilayah Palabuhanratu dan Gegerbitung dengan menggandeng berbagai pihak untuk memberikan hunian layak bagi penyintas bencana,” tegas Bupati.

Rangkaian Muhibah Ramadhan di Gunungguruh ini tidak hanya diisi dengan pemaparan program, tetapi juga aksi sosial konkret. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Kabupaten Sukabumi, Boyke Martadinata, menjelaskan bahwa Masjid Al-Muhajirin merupakan titik kedua dari rangkaian tur Ramadan ini.

“Tadi pagi, kami telah mengadakan Bazar Sembako Murah yang Alhamdulillah sangat diburu dan bermanfaat bagi warga,” jelas Boyke.

Puncak kebahagiaan warga tergambar jelas saat pembagian bantuan sosial. Tahun ini, Pemkab Sukabumi memberikan kejutan spesial berupa doorprize perjalanan ibadah umrah. Dalam penyerahan secara simbolis, terlihat senyum sumringah warga yang menerima plakat kuning bertuliskan “Hadiah Umroh Bupati Sukabumi Mubarokah 2026”.

Meski deretan program telah direalisasikan, H. Asep Japar menunjukkan sikap rendah hati di hadapan warganya. Ia menyadari bahwa perjalanan mewujudkan kesejahteraan yang merata di kabupaten terluas kedua di Jawa-Bali ini masih panjang.

“Apa yang kami kerjakan memang masih jauh dari harapan masyarakat secara keseluruhan. Masih banyak kekurangan, tapi kami akan terus semangat membangun Kabupaten Sukabumi,” tuturnya penuh komitmen.

Acara silaturahmi yang merekatkan hubungan antara umara dan umat ini kemudian ditutup dengan khidmat melalui siraman rohani (tausyiah) bersama para tokoh agama dan warga setempat.(*)


Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

Kelezatan Terong Balado Tanpa Rasa Bersalah: Rahasia Dapur Hemat Minyak

17 April 2026 - 07:14 WIB

Bupati Sukabumi Dampingi Penasihat Khusus Presiden Resmikan Huntap Adaptif Bencana di Cisolok

16 April 2026 - 20:53 WIB

Penasihat Khusus Presiden Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman dan Bupati Sukabumi Asep Japar meresmikan Huntap Cisolok, Kamis (16/4).

Hujan Deras Picu Luapan Sungai, Puluhan Warga Pamuruyan Sukabumi Terdampak Banjir

16 April 2026 - 20:06 WIB

Petugas P2BK Cibadak (mengenakan sepatu bot kuning) melakukan asesmen di lokasi permukiman warga Kampung Panagan, Kelurahan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Sukabumi, yang terendam banjir akibat luapan sungai, Kamis (16/4/2026). Air berwarna cokelat setinggi betis merendam gang utama pemukiman.

Pemdes Cidolog Cairkan Insentif untuk Aparatur Lingkungan dan Lembaga Kemasyarakatan

16 April 2026 - 19:59 WIB

Tampak suasana di dalam Aula Desa Cidolog saat pelaksanaan pembagian insentif untuk Ketua RT, RW, LPMD, Karang Taruna, MUI, dan pengurus DKM. Penyerahan insentif yang bersumber dari ADD/Dana Desa ini bertujuan untuk memacu semangat kerja para penggerak masyarakat.

Perkuat Konvergensi Stunting Tingkat Desa, Wabup Sukabumi Jadikan Data KPM Sebagai Rujukan Kebijakan

15 April 2026 - 19:26 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, tengah memberikan arahan saat menerima audiensi Forum Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kabupaten Sukabumi di Pendopo, Rabu (14/4/2026).

Soroti Dampak Proyek Tol Bocimi, DPRD Kabupaten Sukabumi Desak Kontraktor Tertib SOP Pengangkutan Tanah

13 April 2026 - 19:14 WIB

Aktivitas pengangkutan material tanah di area terbuka proyek Tol Bocimi di bawah jembatan overpass yang sedang dibangun. Lokasi seperti inilah yang menjadi fokus pengawasan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan, yang mengingatkan pelaksana proyek untuk disiplin menerapkan SOP, terutama dalam mencegah ceceran tanah yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Trending di Sukabumi