Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 1 Mar 2026 10:03 WIB

Pergerakan Tanah Makin Mengkhawatirkan di Sukabumi, BPBD Gerak Cepat Bangun Tenda Pengungsian


					Langkah cepat BPBD Kabupaten Sukabumi dalam mitigasi bencana pergerakan tanah: Proses pendirian tenda darurat family dari BNPB di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Minggu (1/3/2026). Perbesar

Langkah cepat BPBD Kabupaten Sukabumi dalam mitigasi bencana pergerakan tanah: Proses pendirian tenda darurat family dari BNPB di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Minggu (1/3/2026).

JENTERANEWS.com – Bencana pergerakan tanah yang melanda Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, kini memasuki fase kritis. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama sepekan terakhir memicu eskalasi kerusakan yang masif. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi merespons cepat dengan menggelar aksi tanggap darurat dan mendirikan sejumlah tenda pengungsian sejak Sabtu (28/2/2026).

Langkah mitigasi ini diambil untuk menjamin keselamatan warga, menyusul meluasnya area retakan tanah yang mengancam permukiman di RT 005, RW 007.

Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengonfirmasi bahwa tim di lapangan telah merampungkan pemasangan fasilitas darurat bagi warga terdampak.

“Hari ini tim melakukan pemasangan tenda untuk pengungsian warga yang terdampak bencana pergerakan tanah di Kampung Cijambe. Sebanyak 6 unit tenda jenis family sudah terpasang di lokasi,” ujar Daeng, Minggu (1/3/2026).

Sebagai langkah antisipatif terhadap potensi lonjakan jumlah pengungsi, BPBD turut menyiagakan 4 unit tenda tambahan di Kantor Desa Bantargadung. Saat ini, sebagian warga mulai menempati tenda resmi, sementara lainnya memilih evakuasi mandiri ke rumah kerabat atau menyewa hunian sementara di zona yang lebih aman.

25 Bangunan Terdampak, Termasuk Pondok Pesantren

Berdasarkan tinjauan terbaru Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bantargadung pada Jumat (27/2/2026), fenomena pergerakan tanah yang terdeteksi sejak Minggu (22/2/2026) lalu ini telah mengakibatkan kerusakan signifikan pada puluhan infrastruktur.

Total terdapat 25 unit bangunan yang terdampak dengan rincian kerusakan sebagai berikut:

  • Rusak Berat (5 unit): Terdiri dari empat rumah tinggal (milik Diding S, Linda Farida, Muhamad Buhori, dan Ade Elly Saputra) serta satu unit gedung Pondok Pesantren milik Muhamad Abdul Muizzul Falah yang dihuni sekitar 20 jiwa.

  • Rusak Sedang (6 unit): Mengalami retakan dinding dan pergeseran fondasi.

  • Rusak Ringan (14 unit): Retakan minor yang masih terus dalam pemantauan.

P2BK Bantargadung, Sihabudin, menjelaskan bahwa stabilitas tanah di lokasi bencana terus menurun secara drastis akibat tingginya debit serapan air hujan.

“Bencana ini akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam waktu lama. Kondisi tanah menjadi labil karena jenuh air. Retakan pada dinding dan lantai rumah warga terus bertambah dan masih kami pantau secara berkala,” jelas Sihabudin.

Akibat kerusakan fatal tersebut, empat kepala keluarga terpaksa mengungsi demi keselamatan jiwa. Sementara itu, penghuni pondok pesantren kini berada di bawah pengawasan dan kewaspadaan ketat petugas.

Sinergi Aparat dan Imbauan Kewaspadaan

Aksi tanggap darurat di lokasi bencana dikawal langsung oleh personel BPBD yang terdiri dari Beki Supriatna, Rengga Manggala, dan Saepuloh. Koordinasi teknis di lapangan juga diperkuat oleh jajaran perangkat desa, kecamatan, Koramil, hingga Polsek setempat guna memastikan kelancaran evakuasi dan distribusi bantuan.

Pihak otoritas terus bersiaga melakukan pemantauan kontinu untuk mengantisipasi pergerakan tanah susulan, terutama jika hujan kembali turun. Warga pun diimbau untuk tidak mengabaikan tanda-tanda alam di sekitar tempat tinggal mereka.

“Kami mengimbau warga agar tetap waspada. Jika retakan semakin melebar atau terdengar suara pergerakan tanah, segera keluar rumah dan laporkan kepada aparat setempat. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas,” tegas Sihabudin.

Hingga berita ini diturunkan, warga dan tim gabungan di lapangan masih menantikan hasil kajian teknis dari instansi berwenang untuk memastikan tingkat kerawanan lahan di Kampung Cijambe secara komprehensif.(*)


Laporan Awang

Editor Hamjah

Artikel ini telah dibaca 59 kali

Baca Lainnya

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Paripurna Ke-11, Sahkan Evaluasi APBD 2025 dan Bahas Status Legal Perumda Tirta Jaya

28 Juli 2026 - 19:25 WIB

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sukabumi H. Usep (kanan) memegang palu sidang didampingi Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M. (kiri) saat memimpin Rapat Paripurna Ke-11 Tahun Sidang 2026 di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu, Selasa (28/7/2026). Rapat tersebut membahas persetujuan hasil evaluasi APBD TA 2025 dan penyampaian pandangan umum fraksi terkait Raperda Perubahan Badan Hukum Perumda Air Minum Tirta Jaya menjadi Perseroda.

Pemkab Sukabumi Akselerasi Pemulihan Pasca-Kebakaran di Kampung Adat Ciptamulya

28 Juli 2026 - 06:38 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas (tengah), menyerahkan bantuan secara simbolis kepada tokoh adat Kasepuhan saat meninjau lokasi pasca-kebakaran di Kampung Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Senin (27/7/2026) malam. Langkah ini merupakan wujud komitmen Pemkab Sukabumi dalam mempercepat pemulihan dan memastikan kebutuhan dasar penyintas terpenuhi.

Marak Kebakaran di Kabupaten Sukabumi: Lima Peristiwa Melanda Pemukiman dan Lahan dalam Sehari

27 Juli 2026 - 22:00 WIB

Perdana, Wakil Bupati Sukabumi Lepas Keberangkatan 43 Jemaah Umrah Program Muhibah Ramadan

27 Juli 2026 - 21:34 WIB

PELEPASAN JEMAAH UMRAH — Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas (berseragam dinas), secara simbolis menyalami dan melepas salah satu perwakilan jemaah umrah pada acara pelepasan di Pondok Pesantren Assalam Putri, Kecamatan Warungkiara, Senin (27/7/2026). Sebanyak 43 jemaah yang terdiri dari marbot, guru ngaji, dan kaum dhuafa ini diberangkatkan ke Tanah Suci sebagai pemenang program apresiasi Muhibah Ramadan dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Sinergitas Wujudkan Pemerataan Pembangunan, Wabup Sukabumi dan Dandim 0607 Resmikan Jembatan Garuda di Cibadak

27 Juli 2026 - 21:27 WIB

Bupati Sukabumi H. Andreas (seragam coklat) dan Dandim 0607 Letkol Inf Beny Syafri (seragam loreng TNI) secara simbolis menggunting pita tanda dioperasikannya Jembatan Garuda di Kampung Cipanas, Kelurahan Cibadak, Senin (27/7). Jembatan gantung ini diharapkan menjadi urat nadi perekonomian dan mempermudah aksesibilitas masyarakat.

Bocah 12 Tahun Disiram Air Panas di Pagi Hari!

27 Juli 2026 - 21:15 WIB

Tim gabungan yang terdiri dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Waluran, Tagana, Perangkat Desa Caringinnunggal, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satpol PP saat memberikan koordinasi dan arahan kepada pihak keluarga korban di Kampung Bojonglame, Desa Caringinnunggal, Kecamatan Waluran, Sukabumi. Mediasi di rumah kejadian ini dilakukan menyusul insiden tragis penyiraman air panas oleh seorang warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) kepada anak berusia 12 tahun pada Senin (27/7/2026) pagi.
Trending di Sukabumi