JENTERANEWS.com — Keluarga besar klub sepak bola PERSIB Bandung tengah dirundung duka mendalam. Rukandi, salah satu sosok ikonis yang telah mendedikasikan hidupnya dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan sejarah klub, berpulang ke Rahmatullah pada usia 66 tahun, Sabtu (11/4/2026).
Bagi para pendukung setia PERSIB, atau yang akrab disapa Bobotoh—khususnya mereka yang tumbuh pada era kejayaan Stadion Siliwangi—nama Rukandi memiliki tempat tersendiri di hati. Pada masa ketika akses informasi belum secepat dan semudah era digital saat ini, almarhum hadir sebagai jembatan informasi utama antara manajemen klub dan para suporter.
Menggunakan sepeda motor yang dilengkapi dengan pengeras suara, pria yang akrab disapa Pak Rukandi ini secara rutin berkeliling ke berbagai sudut Kota Bandung. Ia bertugas menyuarakan “woro-woro” atau pengumuman terkait jadwal pertandingan PERSIB. Melalui suara lantangnya dari jalanan kota, warga dan Bobotoh mengetahui kapan waktu yang tepat untuk datang ke stadion dan memberikan dukungan langsung kepada skuad Maung Bandung. Menariknya, kebiasaan mulia tersebut masih kerap ia lakukan hingga masa-masa terakhir hidupnya.
Dedikasi almarhum terhadap PERSIB tidak pernah surut dimakan usia. Hingga beberapa tahun terakhir, Rukandi masih mengabdi dan tercatat sebagai staf keamanan di Graha PERSIB, Jalan Sulanjana No. 17, Kota Bandung. Peran tersebut ia jalankan dengan penuh ketulusan dan tanggung jawab yang sama tingginya seperti saat ia menjadi penyambung lidah klub di masa lalu.
Menanggapi kabar duka ini, Head of Communications PERSIB, Adhi Pratama, mewakili pihak manajemen menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kepergian mendiang.
“Kami sangat kehilangan sosok Pak Rukandi. Dari masa beliau berkeliling Bandung mengumumkan jadwal pertandingan hingga menjadi staf keamanan di Graha PERSIB, dedikasinya untuk klub ini sungguh luar biasa,” ungkap Adhi.
Lebih lanjut, Adhi mengenang kehadiran Rukandi yang selalu membawa kehangatan dan kenangan tersendiri di lingkungan klub. “Suara khas dari motornya akan selalu kami ingat. Pak Rukandi bukan sekadar bagian dari PERSIB, melainkan juga bagian dari cerita dan memori kolektif banyak Bobotoh lintas generasi. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tuturnya menambahkan.
Jenazah almarhum Rukandi telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim Maleer, Kota Bandung, pada Sabtu (11/4) menjelang sore hari. Prosesi pemakaman tersebut turut dihadiri oleh Vice President of Operational PT PERSIB Bandung Bermartabat (PBB), Andang Ruhiat, beserta sejumlah rekan kerja almarhum di lingkungan manajemen sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Selamat jalan, Pak Rukandi. Suara lantang yang dahulu menggema mengajak warga Bandung untuk merapatkan barisan mendukung tim kebanggaan akan selalu abadi dalam lembaran sejarah PERSIB.(*)















