Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 2 Mei 2026 15:43 WIB

DPRD Sukabumi Jadikan Hardiknas 2026 Momentum Benahi Regulasi Pendidikan dan Kesejahteraan Pendidik


					Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi, Paoji Nurjaman, saat memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 tingkat kabupaten di SMPN Model Cikembar, Sabtu (2/5/2026). Perbesar

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi, Paoji Nurjaman, saat memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 tingkat kabupaten di SMPN Model Cikembar, Sabtu (2/5/2026).

JENTERANEWS.com – Nasional (Hardiknas) tahun 2026 menjadi momentum bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi untuk mengevaluasi dan menyoroti berbagai persoalan krusial di sektor pendidikan. Isu mengenai ketimpangan kebijakan hingga tingkat kesejahteraan guru honorer menjadi fokus utama yang disuarakan oleh para wakil rakyat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Paoji Nurjaman, usai menghadiri upacara peringatan Hardiknas tingkat kabupaten yang diselenggarakan di SMPN Model Cikembar, Sabtu (2/5/2026).

Upacara peringatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur pimpinan DPRD, serta jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, termasuk Bupati dan Wakil Bupati.

Kepada awak media, Paoji menegaskan bahwa esensi peringatan Hardiknas harus dijadikan titik tolak pembenahan sistem pendidikan daerah secara komprehensif. Menurutnya, langkah awal perbaikan harus difokuskan pada penguatan regulasi di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang tentunya harus diimbangi dengan alokasi anggaran yang memadai.

“Kami mendorong agar ada peningkatan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi untuk sektor pendidikan pada tahun 2027 mendatang. Selain itu, pemerintah daerah perlu mengevaluasi kembali program pendidikan gratis agar esensinya tidak menyempit atau sekadar berpusat pada program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ungkap Paoji.

Lebih lanjut, Paoji secara khusus menyoroti ketimpangan kesejahteraan yang masih dialami oleh tenaga pendidik, terutama guru honorer non-Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di tingkat usia dini. Ia mengingatkan bahwa disparitas atau perbedaan pendapatan yang mencolok antara guru honorer dengan pekerja di dapur umum program MBG sangat berpotensi memicu kecemburuan sosial dan persoalan baru di lapangan.

Dalam kesempatan yang sama, legislator PDI Perjuangan tersebut juga menegaskan sikap politik partainya terkait pelaksanaan program MBG di daerah. Sesuai dengan instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, seluruh kader dilarang keras untuk terlibat dalam program tersebut.

“Instruksi larangan keterlibatan kader ini dikeluarkan agar fokus anggaran dari pemerintah pusat tidak bergeser dari prioritas utamanya, yakni pembenahan infrastruktur maupun suprastruktur pendidikan itu sendiri,” tegasnya.

Sebagai penutup, Paoji menegaskan kembali bahwa pendidikan adalah pondasi utama pembangunan daerah. Oleh karena itu, sektor ini mutlak harus tetap menjadi prioritas utama yang mendapat dukungan optimal, baik dari instrumen APBD maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), demi mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.(*)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

Tinjau Pasar Cisaat Sukabumi, Perum BULOG Pastikan Stabilitas Harga Pangan Pasca-Iduladha

30 Mei 2026 - 13:10 WIB

Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani (mengenakan topi dan rompi) saat berdialog dengan pedagang dan mengecek langsung kualitas komoditas pangan di Pasar Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (30/5/2026).

Teror Babi Hutan di Cidolog: Saat Ambisi Ketahanan Pangan Lumat oleh Kerusakan Ekologis

30 Mei 2026 - 09:00 WIB

Tim gabungan dari BPP Cidolog, Perbakin, dan perwakilan petani setempat menunjukkan kekompakan sebelum atau setelah penyisiran di medan terjal Cidolog, Sukabumi. Foto ini menangkap momen kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya mendesak untuk menghentikan kerusakan masif lahan pertanian—terutama ladang jagung dan komoditas hortikultura—akibat invasi babi hutan yang dipicu alih fungsi lahan hutan di hulu.

Waspada Penipuan Dapur Makan Bergizi Gratis, BGN Tegaskan Proses SPPG Bebas Biaya

29 Mei 2026 - 22:23 WIB

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Sony Sonjaya (tengah), didampingi oleh jajaran kepolisian, memberikan keterangan pers terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan berkedok penentuan titik lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta, Jumat. Dalam keterangannya, BGN menegaskan bahwa seluruh proses pengajuan dan verifikasi dapur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepenuhnya bersifat transparan dan tidak dipungut biaya.

Wujudkan Pendidikan Bebas Kekerasan, Pemkab Sukabumi Resmi Bentuk Pokja BSAN Lintas Sektor

29 Mei 2026 - 22:09 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah latar belakang), memimpin langsung Rapat Koordinasi Pembentukan Pokja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) Lintas Sektor di Pendopo Sukabumi, Jumat (29/05/2026). Pertemuan ini menjadi langkah proaktif Pemkab Sukabumi menciptakan iklim pendidikan positif dan bebas kekerasan.

Diduga Gelapkan Dana Proyek Pembangunan Desa, Oknum Kades di Sukabumi Resmi Ditahan Polisi

29 Mei 2026 - 21:36 WIB

Diduga Gelapkan Dana Proyek Pembangunan Desa, Oknum Kades di Sukabumi Resmi Ditahan Polisi

Disdik dan Bupati Sukabumi Tegaskan Transparansi serta Integritas dalam SPMB 2026

29 Mei 2026 - 10:09 WIB

Jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi saat menghadiri acara Penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Ramah Anak Tahun 2026. Kegiatan ini menekankan pentingnya pelaksanaan seleksi yang transparan, akuntabel, dan bebas diskriminasi demi menjamin hak pendidikan yang adil bagi seluruh calon peserta didik.
Trending di Sukabumi