Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 2 Mei 2026 15:11 WIB

Detik-Detik Jembatan Bambu di Sagaranten Ambruk: Lima Warga Terjatuh dan Tertimpa Material Saat Gotong Royong


					Warga bahu-membahu membangun kembali Jembatan Pojok yang terbuat dari bambu di Kampung Pojok, Desa Cibitung, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, usai jembatan tersebut roboh saat sedang diperbaiki, Sabtu (2/5/2026). Sinergi warga dan petugas gabungan lintas sektor diharapkan dapat mempercepat pemulihan akses vital masyarakat setempat. Perbesar

Warga bahu-membahu membangun kembali Jembatan Pojok yang terbuat dari bambu di Kampung Pojok, Desa Cibitung, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, usai jembatan tersebut roboh saat sedang diperbaiki, Sabtu (2/5/2026). Sinergi warga dan petugas gabungan lintas sektor diharapkan dapat mempercepat pemulihan akses vital masyarakat setempat.

JENTERANEWS.com — Niat hati bergotong royong memperbaiki infrastruktur desa, lima warga Kampung Pojok, Desa Cibitung, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, justru menjadi korban setelah jembatan bambu yang tengah mereka perbaiki tiba-tiba ambruk, Sabtu (2/5/2026) pagi.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB tersebut sempat menimbulkan kepanikan warga setempat. Beruntung, musibah ini tidak merenggut korban jiwa, namun lima pekerja dilaporkan mengalami luka-luka akibat terjatuh dan tertimpa material.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sagaranten, Deniar Rumpaka, mengonfirmasi insiden tersebut. Menurutnya, Jembatan Pojok yang memiliki panjang 25 meter dan lebar 2 meter itu roboh akibat kondisi material bambu yang sudah rapuh dan lapuk dimakan usia.

“Berdasarkan asesmen di lokasi, kejadian bermula saat sembilan orang warga tengah bekerja memperbaiki jembatan sejak pukul 08.00 WIB. Pembagian tugasnya, lima orang berada di atas jembatan dan empat orang lainnya bekerja dari bawah,” ungkap Deniar dalam laporan tertulisnya, Sabtu (2/5/2026).

Nahas, baru setengah jam warga bekerja, konstruksi bambu yang menopang jembatan tersebut tiba-tiba patah. Deniar menjelaskan, tiga pekerja yang berada di atas jembatan seketika terpental dan jatuh ke bawah. Sementara itu, dua pekerja yang berada di area bawah tak sempat menghindar sehingga tertimpa tumpukan material jembatan yang ambruk.

Satu korban bernama Ade Supriatan (58) dilaporkan mengalami luka sedang dan harus dievakuasi ke RSUD Sagaranten untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, pihak P2BK memastikan kondisi Ade kini sudah berangsur membaik dan telah diperbolehkan pulang ke rumah.

Sementara itu, empat korban lainnya, yakni Muhyandi (40), Hamudin (35), Badang (56), dan H. Idris (63), dipastikan selamat dan hanya mengalami luka ringan akibat insiden tersebut.

Menyusul kejadian ini, unsur gabungan yang terdiri dari P2BK, Forkopimcam, Pemadam Kebakaran (Damkar) Sagaranten, Tagana, Trantib, Koramil 2211, dan Polsek Sagaranten langsung diterjunkan ke lokasi. Bersama aparat desa, anggota IPSM, dan masyarakat setempat, petugas gabungan segera mengevakuasi sisa material patahan bambu.

Aparat gabungan dari unsur TNI, Polri, bersama relawan dan warga bahu-membahu menata material bambu untuk perbaikan Jembatan Pojok yang roboh di Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, pada hari Sabtu (2/5/2026). Sinergi ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascainsiden robohnya jembatan yang mengakibatkan lima orang terluka saat sedang diperbaiki.

Aparat gabungan dari unsur TNI, Polri, bersama relawan dan warga bahu-membahu menata material bambu untuk perbaikan Jembatan Pojok yang roboh di Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, pada hari Sabtu (2/5/2026). Sinergi ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascainsiden robohnya jembatan yang mengakibatkan lima orang terluka saat sedang diperbaiki.

Saat ini, tim gabungan bersama warga terus bahu-membahu melakukan penanganan dan perbaikan darurat agar akses vital jembatan tersebut bisa kembali digunakan. Pihak BPBD Kabupaten Sukabumi turut mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan ekstra waspada ketika beraktivitas di sekitar infrastruktur fisik yang rentan lapuk.(*)

Laporan: Aris

Artikel ini telah dibaca 43 kali

Baca Lainnya

Kebakaran Hebat Ludeskan Madrasah dan Asrama Santri Ponpes Nurul Iman di Sukabumi

17 Mei 2026 - 19:55 WIB

Kondisi bangunan madrasah dan asrama santri (kobong) di Pondok Pesantren Nurul Iman, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, yang hangus terbakar pada Minggu (17/5/2026) sore. Tampak kobaran api masih menyala hebat dan menghanguskan sebagian besar struktur bangunan.

Pertamina Patra Niaga Tambah 5,8 Juta Tabung LPG 3 Kg Guna Antisipasi Lonjakan Konsumsi Selama Libur Panjang

17 Mei 2026 - 17:48 WIB

Gelombang PHK Kerek Klaim BPJS Ketenagakerjaan, OJK Minta Industri Asuransi Perketat Manajemen Risiko

16 Mei 2026 - 22:00 WIB

Presiden Prabowo Optimistis Sinergi MBG dan Koperasi Desa Mampu Bangkitkan Ekonomi Rakyat

16 Mei 2026 - 20:31 WIB

Presiden Prabowo Subianto (tengah) secara simbolis menekan tombol peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Program ini merupakan upaya pemerintah untuk membangkitkan ekonomi rakyat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi desa. (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Presiden Prabowo Resmikan KDKMP Nasional; Jajaran Kodim 0622 Sukabumi Turut Hadir Virtual

16 Mei 2026 - 20:14 WIB

Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf Agung Ariwibowo (tengah) memberikan keterangan pers kepada awak media di depan Koperasi Merah Putih Desa Cimanggu, Palabuhanratu, Sabtu (16/5/2026).

Dorong Pariwisata Berbasis Masyarakat, Bupati Sukabumi Resmikan Desa Wisata Tikukur di Sukajaya

16 Mei 2026 - 17:30 WIB

Bupati Sukabumi H. Asep Japar (tengah) didampingi sejumlah tokoh dan pejabat, melakukan prosesi pemotongan pita janur kuning secara simbolis untuk menandai peresmian Desa Sukajaya sebagai Desa Wisata Tikukur di Bale Tikukur, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Sabtu (16/5/2026). Acara peresmian ini digelar bertepatan dengan Festival Seni Budaya Tikukur 2026 sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat.
Trending di Sukabumi