JENTERANEWS.com– Intensitas hujan yang tinggi pada akhir pekan ini memicu bencana ganda berupa banjir dan tanah longsor di wilayah Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Minggu (19/04/2026). Peristiwa yang terjadi sekira pukul 02.00 WIB dini hari tersebut mengakibatkan akses transportasi lumpuh dan merusak belasan hektare lahan pertanian warga.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampangtengah, Dadi Supardi, melaporkan bahwa dampak terparah terjadi di Desa Bantarpanjang dan Desa Bojongjengkol. Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, terjangan banjir menyebabkan satu jembatan permanen di Kampung Bojongwaru RT 09/03, Desa Bojongjengkol, putus total.
“Jembatan dengan bentang 4 meter dan lebar 2,5 meter tersebut merupakan akses vital warga. Akibatnya, mobilitas masyarakat kini terpaksa dialihkan melalui jalur Kampung Cisampih dengan jarak tempuh yang lebih jauh sekitar 1 kilometer,” ujar Dadi dalam laporan resminya.
Selain jembatan putus, longsor juga menutup akses jalan desa yang menghubungkan Kampung Cijaha RT 01/01 dengan Kampung Bantarpanjang RT 05/02. Terdapat tiga titik longsor dengan dimensi panjang mencapai 30 meter dan tinggi tebing sekitar 10 meter. Material longsoran menyebabkan jalan sama sekali tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.
Sektor pertanian pun tak luput dari dampak bencana. Banjir dilaporkan merendam sedikitnya 10 hektare lahan sawah yang tersebar di lima kedusuan, yakni Dusun Cijaha, Bantarpanjang, Pamoyanan, Ciomas, dan Dusun Mariuk.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun warga yang mengungsi. Kondisi cuaca di lokasi saat ini terpantau cerah berawan, namun penanganan terhadap material longsor dan perbaikan infrastruktur belum dapat dilaksanakan secara maksimal.
“Kami telah berkoordinasi dengan perangkat desa, Kecamatan, Koramil, serta Polsek Jampangtengah untuk langkah penanganan selanjutnya. Kami juga terus mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan,” tambah Dadi.
Pihak BPBD Kabupaten Sukabumi mengidentifikasi beberapa kebutuhan darurat di lokasi kejadian, di antaranya:
-
Pembangunan kembali jembatan yang putus.
-
Relokasi jalan pada titik longsor yang rawan.
-
Pengerahan alat berat untuk evakuasi material tanah yang menutup akses jalan.
Sejumlah unsur mulai dari P2BK, TAGANA, personel Polsek dan Koramil, hingga pemerintah desa setempat masih bersiaga di lokasi guna memantau perkembangan situasi lebih lanjut.(*)















