JENTERANEWS.com – Pemerintah Kota dan Kabupaten Sukabumi menyatakan kesiapan penuh dalam menyelenggarakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun Ajaran 2025/2026. Asesmen nasional ini diproyeksikan menjadi instrumen objektif untuk memotret kondisi riil kualitas pendidikan di tingkat dasar.
Di Kota Sukabumi, tercatat sebanyak 5.329 siswa dari 124 sekolah negeri dan swasta siap terjun dalam ujian yang dijadwalkan berlangsung serentak pada 20–30 April 2026. Angka ini mencerminkan tingkat partisipasi yang sangat tinggi, mencapai 99,35 persen.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Novian Restiadi, menegaskan bahwa validasi data peserta telah rampung 100 persen.
“Kami telah mencapai kondisi zero residue pada Dapodik. Seluruh data peserta didik tervalidasi di sistem nasional, sehingga tidak ada lagi kendala nomor peserta saat hari-H,” tegas Novian.
Selain validasi data, mitigasi infrastruktur digital menjadi prioritas utama. Belajar dari evaluasi simulasi, Novian telah menginstruksikan langkah strategis guna menjaga kelancaran akses:
-
Akselerasi Bandwidth: Penambahan kapasitas internet bagi sekolah yang memiliki akses di bawah standar.
-
Mitigasi Kelistrikan: Koordinasi khusus dengan pihak PLN untuk menjamin pasokan daya tanpa interupsi.
-
Unit Cadangan: Penyediaan perangkat cadangan di setiap ruang ujian untuk mengantisipasi malfungsi teknis.
Bergeser ke wilayah Kabupaten Sukabumi, sebanyak 1.199 sekolah dasar dipastikan berpartisipasi dalam agenda tahunan ini. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menjelaskan bahwa TKA tahun ini memiliki bobot tantangan yang berbeda dengan mengacu pada Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025.
“Kurikulum asesmen kali ini berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Kami tidak lagi menguji kemampuan hafalan, melainkan kemampuan analisis dan evaluasi siswa dalam menerapkan konsep,” ujar Deden.
Deden juga meluruskan persepsi publik terkait fungsi TKA. Ia menegaskan bahwa tes ini bukan penentu kelulusan, melainkan alat pemetaan mutu dan instrumen pertimbangan untuk seleksi jenjang pendidikan selanjutnya, termasuk jalur prestasi.
Bagi otoritas pendidikan di Sukabumi, TKA 2026 adalah “cermin jujur” bagi pemangku kebijakan. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi kompas dalam menentukan arah kebijakan pendidikan ke depan, mulai dari pemerataan sarana prasarana hingga penguatan kompetensi tenaga pendidik.
Dengan persiapan yang telah mencapai tahap final, pemerintah berharap pelaksanaan TKA dapat berjalan integritas tinggi. Dukungan moral dari orang tua diharapkan mampu menciptakan atmosfer ujian yang tenang bagi siswa, demi melahirkan potret kualitas pendidikan yang akurat di Sukabumi.(*)
Laporan: Awang
Editor: Hamjah















