Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 20 Apr 2026 10:31 WIB

Tebing Longsor Hantam Rumah Warga di Pasko Cibadak, Satu Keluarga Terancam


					Petugas P2BK Cibadak (mengenakan seragam oranye dan sepatu bot kuning) bersama unsur terkait sedang melakukan asesmen di lokasi rumah Bapak Asep Rohendi yang terdampak tanah longsor di Kampung Pasko, Kelurahan Cibadak, Sukabumi, Minggu (19/4). Terlihat dinding rumah jebol dan material puing serta tanah yang menumpuk akibat longsoran tebing setinggi 5 meter yang terjadi Sabtu malam. Perbesar

Petugas P2BK Cibadak (mengenakan seragam oranye dan sepatu bot kuning) bersama unsur terkait sedang melakukan asesmen di lokasi rumah Bapak Asep Rohendi yang terdampak tanah longsor di Kampung Pasko, Kelurahan Cibadak, Sukabumi, Minggu (19/4). Terlihat dinding rumah jebol dan material puing serta tanah yang menumpuk akibat longsoran tebing setinggi 5 meter yang terjadi Sabtu malam.

JENTERANEWS.com – Keheningan malam di Kampung Pasko, Kelurahan Cibadak, seketika pecah saat suara gemuruh tanah longsor menghantam salah satu rumah warga pada Sabtu (18/4/2026) menjelang tengah malam. Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi sejak sore hari menjadi pemicu utama ambrolnya tebing setinggi 5 meter di kawasan tersebut.

Rumah milik Asep Rohendi yang dihuni oleh tiga jiwa menjadi sasaran utama material tanah. Dinding rumah jebol setelah tak mampu menahan tekanan longsoran tebing yang membentang sepanjang 10 meter.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB ini mengejutkan penghuni rumah. Menurut laporan P2BK Cibadak, intensitas hujan yang sangat tinggi membuat kondisi tanah di tebing tersebut jenuh air hingga akhirnya meluncur jatuh menimpa bangunan di bawahnya.

“Material longsor menghantam bagian dinding rumah. Beruntung, Bapak Asep beserta anggota keluarga lainnya berhasil selamat dari kejadian tersebut tanpa luka sedikit pun,” ujar Mawaldi, Petugas P2BK Cibadak dalam laporan tertulisnya.

Pasca-kejadian, semangat gotong royong warga Kampung Pasko RT 01/12 terlihat jelas. Sejak pagi tadi, warga berjibaku membersihkan material tanah dan puing bangunan secara swadaya. Untuk penanganan darurat, bagian rumah yang menganga kini hanya ditutupi lembaran terpal guna menghalau angin dan air hujan masuk ke area dalam.

Di lokasi kejadian, sejumlah aparat mulai dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Tagana dan Satpol PP telah berkumpul untuk melakukan assessment dampak kerugian.

Meski tidak ada korban jiwa yang mengungsi, kondisi rumah Asep Rohendi saat ini sangat rentan, terlebih jika hujan kembali mengguyur dengan intensitas serupa. Petugas di lapangan mencatat beberapa kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi untuk mencegah longsor susulan, antara lain:

  • Bronjong untuk penguatan tebing.

  • Karung plastik dan Kayu untuk tanggul darurat.

  • Terpal tambahan untuk menutupi area tanah yang terbuka.

Pihak otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. “Kami meminta warga tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal berdekatan dengan kemiringan lahan atau tebing,” tutup laporan tersebut.(*)


Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Kepanikan Berujung Maut, Santri di Parakansalak Tewas Terjatuh dari Lantai Dua Kobong

20 April 2026 - 10:57 WIB

Laporan Terkini: Serangkaian Bencana Hidrometeorologi Melanda Wilayah Kabupaten Sukabumi, Ratusan Jiwa Terdampak

20 April 2026 - 10:41 WIB

Akses Terputus, Banjir dan Longsor Terjang Jampangtengah Sukabumi

20 April 2026 - 10:24 WIB

P2BK Jampangtengah mendokumentasikan lokasi tanah longsor yang menutup akses jalan di Kampung Cijaha, Desa Bantarpanjang, Kecamatan Jampangtengah, Minggu (19/4/2026). Longsoran dengan panjang 30 meter dan tinggi 10 meter ini membuat jalan desa tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.

Tanah Longsor Terjang Puncakmanggis Sagaranten: Dua Rumah Rusak Berat, Akses Jalan Desa Amblas

20 April 2026 - 10:17 WIB

Petugas gabungan yang terdiri dari Polri, Damkar, Tagana, dan relawan setempat melakukan tinjauan lapangan ke Kampung Bojonghaur, Desa Puncakmanggis, Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Minggu (19/4). Tim sedang mengamati pergerakan tanah yang mengancam sebuah bangunan di tengah vegetasi rimbun.

Bupati Sukabumi Buka Jambore Kader IMP: Sebut Kader Sebagai Garda Terdepan Kesuksesan Program Bangga Kencana

18 April 2026 - 21:14 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (paling kiri, berkacamata hitam), berdiri tegak bersama ratusan Kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) se-Kabupaten Sukabumi di baris terdepan pada upacara pembukaan Jambore Kader IMP di Area Rekreasi Salabintana, Sabtu (18/4/2026).

Praktis dan Tahan Lama! Ini Resep Kering Kentang Tempe Pedas yang Bikin Nasi Cepat Habis

18 April 2026 - 07:22 WIB

Trending di Sukabumi