JENTERANEWS.com – Keheningan malam di Kampung Pasko, Kelurahan Cibadak, seketika pecah saat suara gemuruh tanah longsor menghantam salah satu rumah warga pada Sabtu (18/4/2026) menjelang tengah malam. Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi sejak sore hari menjadi pemicu utama ambrolnya tebing setinggi 5 meter di kawasan tersebut.
Rumah milik Asep Rohendi yang dihuni oleh tiga jiwa menjadi sasaran utama material tanah. Dinding rumah jebol setelah tak mampu menahan tekanan longsoran tebing yang membentang sepanjang 10 meter.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB ini mengejutkan penghuni rumah. Menurut laporan P2BK Cibadak, intensitas hujan yang sangat tinggi membuat kondisi tanah di tebing tersebut jenuh air hingga akhirnya meluncur jatuh menimpa bangunan di bawahnya.
“Material longsor menghantam bagian dinding rumah. Beruntung, Bapak Asep beserta anggota keluarga lainnya berhasil selamat dari kejadian tersebut tanpa luka sedikit pun,” ujar Mawaldi, Petugas P2BK Cibadak dalam laporan tertulisnya.
Pasca-kejadian, semangat gotong royong warga Kampung Pasko RT 01/12 terlihat jelas. Sejak pagi tadi, warga berjibaku membersihkan material tanah dan puing bangunan secara swadaya. Untuk penanganan darurat, bagian rumah yang menganga kini hanya ditutupi lembaran terpal guna menghalau angin dan air hujan masuk ke area dalam.
Di lokasi kejadian, sejumlah aparat mulai dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Tagana dan Satpol PP telah berkumpul untuk melakukan assessment dampak kerugian.
Meski tidak ada korban jiwa yang mengungsi, kondisi rumah Asep Rohendi saat ini sangat rentan, terlebih jika hujan kembali mengguyur dengan intensitas serupa. Petugas di lapangan mencatat beberapa kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi untuk mencegah longsor susulan, antara lain:
-
Bronjong untuk penguatan tebing.
-
Karung plastik dan Kayu untuk tanggul darurat.
-
Terpal tambahan untuk menutupi area tanah yang terbuka.
Pihak otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. “Kami meminta warga tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal berdekatan dengan kemiringan lahan atau tebing,” tutup laporan tersebut.(*)















