JENTERANEWS.com — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi kembali memicu terjadinya bencana alam. Sebuah pohon kelapa berukuran besar dilaporkan tumbang dan menimpa sebuah bengkel las di kawasan Kampung Cijengkol RT 03/04, Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, pada Jumat (24/4/2026) sore, sekitar pukul 15.10 WIB.
Berdasarkan laporan resmi dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Caringin, Usman, insiden tersebut menyebabkan kerusakan yang cukup signifikan pada bangunan tempat usaha milik warga.
“Telah terjadi bencana pohon kelapa tumbang akibat cuaca ekstrem yang menimpa bengkel las milik Bapak Murod. Akibat kejadian ini, bagian plafon depan bengkel mengalami rusak berat,” demikian kutipan dari laporan asesmen P2BK Caringin yang diteruskan ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun warga yang dilaporkan luka-luka atau harus mengungsi akibat insiden ini.
Menindaklanjuti informasi dari perangkat desa setempat, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen kerugian dan upaya penanganan. Tim tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya P2BK Caringin, anggota Satpol PP, personel Polsek Caringin, serta jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) Cijengkol. Koordinasi intensif juga langsung dilakukan bersama Camat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Evakuasi material pohon kelapa yang menimpa bangunan langsung dilakukan secara tanggap. Berdasarkan pantauan terbaru di lokasi, kondisi saat ini telah dinyatakan aman.
“Telah dilakukan evakuasi terhadap pohon kelapa tumbang yang menimpa bengkel Bapak Murod. Kondisi saat ini sudah aman dan jalan lingkungan di sekitar lokasi kejadian sudah bisa dilalui kembali oleh warga dengan normal,” jelas laporan tersebut.
Meski situasi telah terkendali, dampak kerugian material masih dirasakan oleh korban. Saat ini, kebutuhan yang paling mendesak adalah bantuan material bangunan untuk perbaikan plafon bengkel las agar tempat usaha tersebut dapat segera beroperasi kembali. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat cuaca ekstrem yang masih sering terjadi.(*)















