JENTERANEWS.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus mengintensifkan upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan program unggulan bertajuk “Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah” atau yang lebih dikenal dengan sebutan 12 PAS. Memasuki periode kedua pada episode kelima, pendistribusian program ini dipusatkan di Kelurahan Gunung Parang dan Kelurahan Tipar pada Rabu (29/4).
Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. Turut mendampingi dalam agenda tersebut Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, Kepala Dinas Sosial, serta sejumlah perwakilan dari sektor perbankan.
Dalam keterangannya, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa program 12 PAS merupakan manifestasi komitmen nyata pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan secara terukur. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi, termasuk dukungan dari lembaga keuangan dan perbankan.
“Sinergi lintas sektor ini menjadi kekuatan utama dalam mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di daerah,” ujar Ayep Zaki di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa program 12 PAS dirancang sebagai instrumen strategis guna memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran dan berdaya guna. Dalam pelaksanaannya, Pemkot Sukabumi mendistribusikan berbagai variasi bantuan, mulai dari dana tunai, paket sembako, hingga peralatan penunjang bagi para pelaku usaha mikro, seperti kompor gas dan perlengkapan memasak.
Tercatat, di Kelurahan Tipar dan Gunung Parang, bantuan tersebut telah disalurkan kepada sekitar sepuluh warga prasejahtera. Intervensi ini diharapkan dapat menjadi katalisator dalam mendorong peningkatan produktivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Ayep menambahkan, pendekatan kolaboratif adalah kunci utama dalam penanganan kemiskinan. Menurutnya, upaya pengentasan persoalan sosial ini tidak dapat berjalan optimal jika hanya mengandalkan intervensi pemerintah semata, melainkan menuntut keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat.
“Penanggulangan kemiskinan harus dilakukan secara komprehensif dan bersama-sama, melalui integrasi bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.
Selain melakukan pendistribusian bantuan, Wali Kota beserta jajaran juga menyempatkan diri untuk membuka ruang dialog secara langsung dengan warga. Interaksi ini ditujukan untuk menyerap aspirasi sekaligus memetakan kondisi riil perekonomian masyarakat di akar rumput.
“Melalui kehadiran program 12 PAS ini, kami berharap tidak hanya mampu meringankan beban hidup masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Harapan besarnya adalah memutus mata rantai kemiskinan secara permanen di masa depan,” pungkasnya. (Awang)















