Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 28 Apr 2026 09:02 WIB

Pertahankan “Kartu Hijau” UNESCO, Ciletuh-Palabuhanratu Kokohkan Posisi Sebagai Geopark Kelas Dunia


					Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas (tengah depan, berikat kepala batik), didampingi jajaran Pemkab Sukabumi, terpaku menyaksikan siaran virtual pengumuman UNESCO Global Geopark langsung dari Paris, Prancis, yang menegaskan kembali status Ciletuh-Palabuhanratu, di Pendopo Sukabumi, Senin malam (27/4/2026). Gambar ini menangkap momen krusial saat 'Kartu Hijau' UNESCO dipastikan berlanjut. Perbesar

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas (tengah depan, berikat kepala batik), didampingi jajaran Pemkab Sukabumi, terpaku menyaksikan siaran virtual pengumuman UNESCO Global Geopark langsung dari Paris, Prancis, yang menegaskan kembali status Ciletuh-Palabuhanratu, di Pendopo Sukabumi, Senin malam (27/4/2026). Gambar ini menangkap momen krusial saat 'Kartu Hijau' UNESCO dipastikan berlanjut.

JENTERANEWS.com — Prestasi membanggakan di kancah internasional kembali ditorehkan oleh Kabupaten Sukabumi. Kawasan Ciletuh-Palabuhanratu secara resmi kembali mengantongi “Kartu Hijau” (Green Card) dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). Capaian gemilang ini memastikan kawasan tersebut berhak melanjutkan status prestisiusnya sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark (UGGp) selama empat tahun ke depan.

Kepastian perpanjangan status tersebut diumumkan langsung oleh markas besar UNESCO di Paris, Prancis. Momen bersejarah ini disaksikan secara virtual oleh Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, beserta jajaran terkait dari Pendopo Kabupaten Sukabumi pada Senin malam (27/4/2026).

Sebagai catatan, kawasan geopark yang membentang indah di selatan Jawa Barat ini telah menjadi kebanggaan nasional sejak pertama kali ditetapkan masuk ke dalam jaringan elit Global Geopark pada tahun 2018 silam.

Menanggapi pencapaian ini, Wakil Bupati H. Andreas mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya yang mendalam. Ia menyebut keberhasilan mempertahankan Green Card ini sebagai salah satu kado terindah bagi tata kelola pariwisata dan lingkungan hidup Kabupaten Sukabumi di tahun 2026.

“Semoga kita bisa terus menjaga dan memenuhi poin-poin yang harus kita laksanakan, sehingga Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) bisa terus dijaga kelestariannya dan dinikmati oleh masyarakat dari seluruh dunia,” ujar Andreas usai pengumuman tersebut.

Lebih lanjut, Andreas menekankan bahwa raihan ini bukanlah garis akhir, melainkan sebuah dorongan motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan. Tiga pilar utama yang menjadi sorotan adalah menjaga kelestarian alam, melestarikan kekayaan budaya, serta meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.

Merespons amanat tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Badan Pengelola CPUGGp menegaskan komitmennya untuk langsung tancap gas. Langkah-langkah strategis akan segera dirumuskan guna memastikan status ini tetap aman pada proses evaluasi di masa mendatang.

“Sedari sekarang, kita siapkan lagi untuk memaksimalkan proses di revalidasi berikutnya. Harapannya, kita akan terus mendapatkan Green Card secara konsisten,” tegas Andreas memungkas pembicaraan.

Kesuksesan Ciletuh-Palabuhanratu melewati proses revalidasi UNESCO ini bukan sekadar legitimasi di atas kertas. Pencapaian ini semakin menegaskan posisi kawasan tersebut, tidak hanya sebagai destinasi pariwisata yang bertaraf internasional, melainkan juga sebagai laboratorium hidup untuk pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang menjadi kebanggaan tak terhingga bagi masyarakat Sukabumi dan Indonesia.(*)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Tinjau Pasar Cisaat Sukabumi, Perum BULOG Pastikan Stabilitas Harga Pangan Pasca-Iduladha

30 Mei 2026 - 13:10 WIB

Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani (mengenakan topi dan rompi) saat berdialog dengan pedagang dan mengecek langsung kualitas komoditas pangan di Pasar Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (30/5/2026).

Teror Babi Hutan di Cidolog: Saat Ambisi Ketahanan Pangan Lumat oleh Kerusakan Ekologis

30 Mei 2026 - 09:00 WIB

Tim gabungan dari BPP Cidolog, Perbakin, dan perwakilan petani setempat menunjukkan kekompakan sebelum atau setelah penyisiran di medan terjal Cidolog, Sukabumi. Foto ini menangkap momen kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya mendesak untuk menghentikan kerusakan masif lahan pertanian—terutama ladang jagung dan komoditas hortikultura—akibat invasi babi hutan yang dipicu alih fungsi lahan hutan di hulu.

Waspada Penipuan Dapur Makan Bergizi Gratis, BGN Tegaskan Proses SPPG Bebas Biaya

29 Mei 2026 - 22:23 WIB

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Sony Sonjaya (tengah), didampingi oleh jajaran kepolisian, memberikan keterangan pers terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan berkedok penentuan titik lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta, Jumat. Dalam keterangannya, BGN menegaskan bahwa seluruh proses pengajuan dan verifikasi dapur untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepenuhnya bersifat transparan dan tidak dipungut biaya.

Wujudkan Pendidikan Bebas Kekerasan, Pemkab Sukabumi Resmi Bentuk Pokja BSAN Lintas Sektor

29 Mei 2026 - 22:09 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah latar belakang), memimpin langsung Rapat Koordinasi Pembentukan Pokja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) Lintas Sektor di Pendopo Sukabumi, Jumat (29/05/2026). Pertemuan ini menjadi langkah proaktif Pemkab Sukabumi menciptakan iklim pendidikan positif dan bebas kekerasan.

Diduga Gelapkan Dana Proyek Pembangunan Desa, Oknum Kades di Sukabumi Resmi Ditahan Polisi

29 Mei 2026 - 21:36 WIB

Diduga Gelapkan Dana Proyek Pembangunan Desa, Oknum Kades di Sukabumi Resmi Ditahan Polisi

Disdik dan Bupati Sukabumi Tegaskan Transparansi serta Integritas dalam SPMB 2026

29 Mei 2026 - 10:09 WIB

Jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi saat menghadiri acara Penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Ramah Anak Tahun 2026. Kegiatan ini menekankan pentingnya pelaksanaan seleksi yang transparan, akuntabel, dan bebas diskriminasi demi menjamin hak pendidikan yang adil bagi seluruh calon peserta didik.
Trending di Sukabumi