JENTERANEWS.com — Semangat generasi muda sebagai agen perubahan kembali dibuktikan. Muhammad Akbar, siswa kelas X SMA Negeri 3 Kota Sukabumi, secara resmi terpilih menjadi perwakilan Provinsi Jawa Barat dalam ajang bergengsi Putera Puteri Pelajar Indonesia (PPPI) tingkat nasional tahun 2026.
Perjalanan Akbar menuju panggung nasional ini berawal dari kepedulian mendalamnya terhadap berbagai isu yang dihadapi oleh pelajar. Ia secara aktif mencari ruang untuk menyuarakan gagasan dan advokasinya agar berdampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Saya ingin membuktikan bahwa generasi muda bisa menjadi agen perubahan. Dari situ, saya menemukan ajang PPPI sebagai wadah advokasi yang tepat,” ujar Akbar dalam keterangannya.
Mekanisme seleksi PPPI untuk wilayah Jawa Barat pada tahun ini memiliki keunikan tersendiri, di mana penilaian langsung bermuara di tingkat nasional tanpa melalui tahapan provinsi. Hal ini mengharuskan Akbar untuk bersaing ketat dengan pelajar berprestasi dari berbagai daerah lainnya di Indonesia.
Meski pada awalnya Jawa Barat memiliki lebih dari satu perwakilan, pengunduran diri salah satu peserta menempatkan Akbar sebagai wakil tunggal Putera Jawa Barat yang akan berlaga di kompetisi tersebut.
Menjelang malam puncak penganugerahan nasional PPPI 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juni 2026 mendatang, Akbar tengah melakukan berbagai persiapan intensif. Persiapan tersebut meliputi pelatihan keterampilan wicara publik (public speaking), penguatan mental, serta pematangan program advokasi unggulannya yang bertajuk “Langkah Peduli”.
Gerakan sosial yang telah ia inisiasi sejak tahun 2025 ini bertujuan untuk mengajak generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan dan sesama. Gerakan “Langkah Peduli” bukan sekadar wacana, melainkan telah diwujudkan melalui berbagai aksi sosial nyata di masyarakat, di antaranya: Membagikan sarung kepada masyarakat yang membutuhkan pada bulan suci Ramadan. Memberikan bantuan material dan moral ke panti asuhan setempat. Menggalakkan aksi sederhana namun berdampak, seperti kampanye edukatif membuang sampah pada tempatnya.
“Perubahan besar selalu berawal dari aksi kecil yang dilakukan bersama-sama,” tegasnya menggarisbawahi filosofi dari gerakan tersebut.
Dalam ajang tingkat nasional nanti, Akbar menargetkan diri untuk mampu menembus posisi tiga besar. Ia memandang pencapaian ini bukan semata-mata untuk mengejar prestasi dan kebanggaan pribadi, melainkan untuk memperluas jangkauan kebermanfaatan.
“Menjadi duta bukan sekadar gelar, tetapi amanah yang harus dijalankan,” tuturnya penuh optimisme.
Berbekal dukungan penuh dari pihak sekolah, tenaga pendidik, doa dari kedua orang tua, serta tekad pribadi yang kuat, Muhammad Akbar siap melangkah maju mengharumkan nama Kota Sukabumi dan Provinsi Jawa Barat di kancah nasional.( Awang)















