JENTERANEWS.com – Bencana alam berupa kerusakan infrastruktur tempat tinggal kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi akibat cuaca ekstrem. Pada Senin (11/5/2026) dini hari, sekitar pukul 03.30 WIB, atap sebuah rumah semi permanen di Kampung Cisurupan, Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung, dilaporkan ambruk.
Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Gegerbitung, rumah berukuran 7 x 5 meter tersebut merupakan milik keluarga Bapak M. Nuh.
“Bangunan tersebut dihuni oleh dua Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari tujuh jiwa. Beruntung, dalam kejadian tersebut dipastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa,” demikian kutipan dari laporan resmi P2BK Gegerbitung yang diterima pada Senin (11/5/2026).
Meski tidak memakan korban, kerusakan parah pada bagian atap memaksa seluruh penghuni rumah untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Merespons kejadian tersebut, tim gabungan yang terdiri dari P2BK, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), unsur Pemerintah Kecamatan Gegerbitung, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta aparatur Pemerintah Desa Cijurey langsung terjun ke lokasi kejadian. Tim melakukan asesmen menyeluruh dan berkoordinasi intensif dengan ketua RT serta warga setempat.
Sebagai langkah antisipasi terhadap bahaya susulan, struktur bangunan yang tersisa kini telah dibongkar secara gotong royong oleh warga sekitar. Kondisi cuaca di lokasi saat ini dilaporkan cerah, mendukung proses pembersihan puing-puing bangunan.
Akibat musibah ini, pihak korban sangat membutuhkan bantuan mendesak, terutama pasokan material bangunan untuk mendirikan kembali tempat tinggal mereka.
Sebagai langkah penanganan lebih lanjut, P2BK merekomendasikan agar segera disusun Berita Acara Laporan Kejadian. Dokumen ini nantinya akan menjadi dasar permohonan bantuan kepada berbagai instansi terkait, meliputi BPBD, Dinas Sosial (Dinsos), Palang Merah Indonesia (PMI), dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Menutup laporannya, pihak BPBD dan P2BK Gegerbitung mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Cuaca ekstrem, terutama hujan lebat yang kerap disertai angin kencang, masih berpotensi melanda kawasan Sukabumi dan sekitarnya. Warga diharapkan segera melaporkan kepada perangkat desa atau petugas berwenang apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana di lingkungan masing-masing.(*)
Editor: Hamjah















