Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 11 Mei 2026 10:19 WIB

Diduga Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Anak Tiri, Pria di Sukabumi Jadi Sasaran Amuk Massa


					Warga tampak berkerumun dan mengamankan seorang pria terduga pelaku pelecehan seksual terhadap anak tirinya di Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pria tersebut sempat menjadi sasaran amuk massa sebelum akhirnya diserahkan ke pihak berwajib. Perbesar

Warga tampak berkerumun dan mengamankan seorang pria terduga pelaku pelecehan seksual terhadap anak tirinya di Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pria tersebut sempat menjadi sasaran amuk massa sebelum akhirnya diserahkan ke pihak berwajib.

JENTERANEWS.com — Seorang pria di Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, babak belur dihakimi massa usai diduga melakukan tindak pidana pelecehan seksual terhadap anak tirinya yang baru berusia sembilan tahun. Insiden pengeroyokan terhadap terduga pelaku yang terekam dalam sebuah video berdurasi 12 detik tersebut kini tengah viral di berbagai platform media sosial.

Peristiwa memilukan ini diketahui terjadi pada Sabtu (9/5/2026). Dugaan aksi bejat pelaku pertama kali terungkap dari kecurigaan ibu kandung korban terhadap gelagat tak wajar suaminya saat mereka tengah berada di kediaman kakek korban.

Ketua RW setempat, Eko Kurniawan, mengonfirmasi insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa kronologi kejadian bermula ketika korban meminta bantuan sang ayah tiri untuk memasangkan lampu di kamarnya.

“Anaknya meminta tolong untuk dipasangkan lampu LED di kamar rumah kakeknya. Pelaku kemudian masuk ke kamar tersebut,” ungkap Eko dalam keterangannya kepada pewarta, Minggu (10/5/2026).

Kecurigaan sang ibu mulai memuncak lantaran pelaku dan korban berada di dalam kamar dengan pintu tertutup rapat dalam waktu yang terlampau lama. Terdorong oleh firasat, ia lantas memutuskan untuk memeriksa langsung ke dalam kamar.

“Saat pintu dibuka, suaminya berpura-pura sedang memperbaiki lampu. Namun, ibunya mendapati ada bercak darah pada area sensitif anaknya,” papar Eko membeberkan fakta kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga pelaku dan korban diketahui tidak tinggal di bawah satu atap. Selama ini, pelaku menetap bersama ibu korban di sebuah rumah kontrakan yang berada di lokasi berbeda.

Lebih lanjut, Eko menambahkan bahwa pelaku sempat melontarkan bantahan saat pertama kali diinterogasi oleh pihak keluarga.

“Awalnya yang bersangkutan tidak mau mengaku, namun pada akhirnya dia berdalih khilaf. Ia beralasan hanya menggunakan jari jempol, tetapi saya secara pribadi melihat adanya bercak darah di celana pelaku,” jelasnya tegas.

Buntut dari temuan tersebut, emosi warga sekitar tak terbendung hingga berujung pada aksi main hakim sendiri. Massa yang geram langsung menghakimi pelaku sebelum akhirnya situasi berhasil dikendalikan.

Hingga berita ini diturunkan, kasus dugaan kekerasan seksual tersebut telah dilaporkan secara resmi kepada pihak berwajib untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku.

Masyarakat dan warganet diimbau dengan sangat untuk berhenti menyebarluaskan rekaman video pengeroyokan maupun detail spesifik kejadian. Langkah preventif ini dinilai krusial guna melindungi identitas serta menjaga kondisi psikologis korban yang saat ini masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD).(*)

Laporan: Awang

Editor: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 54 kali

Baca Lainnya

Sukses Gelar Maulid Nabi SAW, Jamaah Musolla Al-Ikhlas Kebonkai Sukabumi Pererat Tali Silaturahmi

11 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Ustadz Najmudin Jaelani (Ustadz Serepet) menyampaikan tausiyah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di halaman samping Musolla Al-Ikhlas Kp. Kebonkai, Desa Girijaya, Nagrak, Sukabumi, Minggu (10/10/2026). Di depan, tampak ratusan jamaah, termasuk anak-anak dan wanita berhijab, menyimak ceramah dengan khidmat.

AKHIR TRAGIS DI PALANG PINTU DAPUR: Depresi Ekonomi Diduga Picu Kematian Ibu Muda di Tegalbuleud

11 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Petugas gabungan yang terdiri dari anggota TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), anggota Satpol PP, serta aparat Desa Nangela Kec. Tegalbuleud tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dalam rumah korban, Winda Nela Kuswiyanti (29), Sabtu (10/10/2026).

HUT ke-81 TNI: Posramil Purabaya Gelar Khitanan Massal

10 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Suasana acara khitanan massal dalam rangka HUT ke-81 TNI di Posramil Purabaya, Sukabumi. Warga setempat antusias mengikuti kegiatan bakti sosial tersebut

Perselisihan Senjata Tajam di Cireunghas Sukabumi Mengakibatkan Tiga Orang Luka-Luka

10 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Warga dan anggota kepolisian berkumpul di ruang tamu sebuah rumah milik H di Kampung Gandasoli, Cireunghas, pasca-perkelahian yang melibatkan senjata tajam pada Sabtu (10/10/2026). Seorang petugas polisi terlihat sedang menangani korban yang tergeletak, sementara noda darah tampak terlihat di lantai di dekat korban. Peristiwa ini menyebabkan tiga orang luka-luka, dua di antaranya berat.

Jembatan Garuda Cibodas Gunungbentang Resmi Beroperasi, Hubungkan Dua Kecamatan di Sukabumi

10 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sagaranten berfoto bersama Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Agung Ariwibowo (tengah) di depan Jembatan Garuda Cibodas setelah acara peresmian di Desa Gunung Bentang, Sabtu (10/10/2026). Jembatan ini menjadi akses penghubung penting bagi warga setempat.

Tanpa Basa-Basi! Polsek Purabaya Gerebek Posramil, Danposramil Peltu Kosasih Dibuat Tak Berkutik

9 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca