JENTERANEWS.com – Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (9/5/2026) petang. Cuaca ekstrem yang berlangsung lama tersebut mengakibatkan sebuah bangunan rumah berlantai tiga roboh dan sejumlah hunian warga lainnya terancam.
Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi yang dirilis pada Senin (11/5/2026), insiden ini berlokasi di Kampung Cisereug Ciapu Pasir RT 49 RW 21.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.30 WIB tersebut dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi. Fondasi bangunan berlantai tiga milik Bapak Erwan (1 KK/1 jiwa) diduga tidak kuat menahan beban, sehingga mengalami rusak berat dan roboh.
Reruntuhan bangunan tersebut turut berdampak pada lingkungan sekitar. Material bangunan menimpa bagian depan dan samping rumah milik seorang warga lanjut usia (lansia), Ibu Ikah (1 KK/1 jiwa), yang kini berstatus rusak ringan. Selain itu, tiga rumah lainnya dilaporkan berada dalam kondisi terancam, di mana dua di antaranya rawan tertarik oleh material reruntuhan.
Tidak hanya merusak bangunan warga, tumpukan material reruntuhan juga menutup total akses jalan lingkungan serta jalur menuju fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) milik warga setempat.
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, sebanyak dua Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari dua jiwa telah diungsikan ke lokasi yang lebih aman.
Tim gabungan yang terdiri dari Pemerintah Kecamatan Cisaat, Pemerintah Desa Sukaresmi, Polsek, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), serta pengurus RT/RW setempat telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pengamanan area.
Meski demikian, hingga Senin (11/5/2026) siang, evakuasi material belum dapat dilakukan.
“Untuk saat ini material belum dibersihkan karena dikhawatirkan adanya runtuhan susulan. Masih terdapat struktur bangunan yang membentang dan berisiko tinggi roboh kembali,” tulis laporan dari tim P2BK Cisaat.
Total taksiran kerugian material akibat bencana ini mencapai Rp85.000.000. Saat ini, kebutuhan yang paling mendesak untuk proses pemulihan dan penanganan pasca-bencana di lokasi adalah pengadaan bahan material bangunan.
Pihak BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat sekitar untuk tidak mendekati area reruntuhan dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.(*)















