JENTERANEWS.com — Bentrokan antarkelompok suporter sepak bola kembali mewarnai dunia olahraga Tanah Air. Tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka, sebagian akibat sabetan senjata tajam, usai gelaran nonton bareng (nobar) pertandingan antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta di wilayah Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (10/5/2026) malam.
Kericuhan dilaporkan meletus di sejumlah titik di wilayah Cibadak sesaat setelah laga panas berbalut rivalitas tinggi tersebut berakhir. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekelompok suporter Persib (Bobotoh dan Viking) yang tengah dalam perjalanan pulang usai mengikuti kegiatan nobar tiba-tiba diserang oleh kelompok massa lain.
Salah satu titik panas bentrokan terpantau di kawasan Karangtengah, Cibadak. Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian guna melerai kedua kelompok yang bertikai, mengendalikan situasi keamanan, serta mencegah eskalasi bentrokan agar tidak meluas ke area permukiman warga maupun fasilitas umum.
Berdasarkan kesaksian para korban, insiden bermula ketika rombongan Bobotoh beranjak pulang secara bersama-sama. Di tengah perjalanan, laju mereka tiba-tiba dicegat oleh sekelompok massa tak dikenal. Lantaran kelompok penyerang memiliki jumlah yang jauh lebih besar dan membawa senjata tajam, gesekan fisik pun tidak dapat terhindarkan dan berujung pada aksi penyerangan sepihak.
Akibat insiden berdarah tersebut, tiga orang dari rombongan Bobotoh menjadi korban dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi, guna mendapatkan penanganan medis kedaruratan.
Humas RSUD Sekarwangi, Irman Firmansyah, mengonfirmasi adanya penerimaan pasien korban bentrokan pada malam kejadian. Pihaknya menyatakan bahwa tim medis telah melakukan tindakan cepat terhadap luka yang diderita para korban.
“Dua orang mengalami luka bacok di bagian kepala dan sudah mendapatkan penanganan. Sementara untuk satu orang korban lainnya saat ini masih diobservasi terkait luka dalam akibat pukulan benda tumpul di bagian dada,” ujar Irman saat memberikan keterangan medis terkait kondisi para korban.
Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan TNI-Polri terus melakukan patroli keamanan di sejumlah wilayah rawan di Sukabumi guna mengantisipasi potensi bentrokan susulan. Pihak kepolisian juga tengah melakukan penyelidikan mendalam, mengumpulkan keterangan saksi, serta memburu para pelaku penyerangan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.(*)
Laporan: Awang
Editor: Hamjah















