Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 12 Jul 2026 13:59 WIB

Kemensos Berikan Pendampingan Komprehensif bagi Anak Disabilitas dengan Perilaku Berisiko di Sukabumi


					Petugas Kementerian Sosial dari Sentra Phalamartha tampak menggendong H (11), anak penyandang disabilitas sensorik, saat menjalani proses asesmen dan pemeriksaan kesehatan lanjutan di Sukabumi, Jawa Barat. Pendampingan intensif ini dilakukan sebagai langkah intervensi komprehensif guna mengatasi perilaku berisiko serta memastikan terpenuhinya hak dan perlindungan anak. Perbesar

Petugas Kementerian Sosial dari Sentra Phalamartha tampak menggendong H (11), anak penyandang disabilitas sensorik, saat menjalani proses asesmen dan pemeriksaan kesehatan lanjutan di Sukabumi, Jawa Barat. Pendampingan intensif ini dilakukan sebagai langkah intervensi komprehensif guna mengatasi perilaku berisiko serta memastikan terpenuhinya hak dan perlindungan anak.

JENTERANEWS.com — Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia melalui Sentra Phalamartha Sukabumi, Jawa Barat, secara intensif melakukan asesmen dan pendampingan berkelanjutan terhadap seorang anak berinisial H (11). Langkah ini merespons temuan perilaku berisiko anak tersebut yang kerap membuka tangki sepeda motor warga guna mencium bau Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pendampingan ini dilakukan sebagai upaya perlindungan negara untuk memastikan bahwa intervensi yang diberikan selaras dengan kebutuhan, serta mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.

Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan tim Kemensos, H merupakan anak penyandang disabilitas sensorik yang memiliki hambatan pada pendengaran dan kemampuan bicara. Anak tersebut kini berstatus yatim piatu setelah kedua orang tuanya meninggal dunia pada tahun 2025.

Saat ini, H berada di bawah pengasuhan kakak kandungnya. Namun, di tengah keterbatasan ekonomi dan tuntutan pekerjaan, pengawasan dari pihak keluarga dinilai belum dapat berjalan secara optimal. Ketiadaan kemampuan berbahasa isyarat juga menjadi tantangan besar bagi H dalam mengomunikasikan kebutuhan maupun emosinya sehari-hari.

Meski demikian, langkah awal dengan menyekolahkan H di Sekolah Luar Biasa (SLB) telah membuahkan hasil positif. Pihak Kemensos mencatat adanya penurunan drastis pada sejumlah perilaku maladaptif anak tersebut.

  • Perilaku yang Menurun: Kebiasaan mengambil barang orang lain, masuk ke rumah warga tanpa izin, merusak barang, dan meludah sembarangan dilaporkan telah jauh berkurang.

  • Perilaku yang Menetap: Kebiasaan berulang mencium bau BBM masih muncul, sehingga menuntut pendampingan yang berkesinambungan agar tidak membahayakan keselamatan anak.

Untuk penanganan medis, H saat ini tengah menjalani pengobatan rawat jalan secara rutin bersama dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater), dan secara paralel menjalani pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) sesuai rujukan medis.

Kepala Sentra Phalamartha Sukabumi, Febraldi, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan terus berupaya menghadirkan layanan rehabilitasi sosial lintas sektoral.

“Setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, dan memperoleh perlindungan serta layanan sesuai kebutuhannya. Kementerian Sosial terus melakukan asesmen, pendampingan, dan koordinasi lintas sektor agar intervensi yang diberikan tepat sasaran, berkelanjutan, serta mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak,” jelas Febraldi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/7/2026).

Kakak kandung H yang bertindak sebagai wali juga telah menyampaikan berbagai tantangan pengasuhan akibat keterbatasan keluarga. Merespons hal tersebut, Kemensos merumuskan sejumlah langkah strategis.

Sebagai tindak lanjut jangka panjang, Kemensos akan memperkuat sinergi dengan Dinas Sosial Kota Sukabumi, puskesmas, tenaga medis, psikolog, pihak sekolah, dan keluarga. Evaluasi medis komprehensif akan dijadikan pijakan utama dalam menyusun layanan rehabilitasi sosial lanjutan.

Apabila hasil asesmen lanjutan mengindikasikan bahwa perilaku berisiko belum mereda dan keselamatan H tidak terjamin sepenuhnya di bawah pengasuhan keluarga, Kemensos telah menyiapkan opsi rujukan. H akan diarahkan untuk mendapatkan penanganan di sentra rehabilitasi ramah anak yang memiliki fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas pendengaran dan wicara.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan H, mengembangkan kemampuan komunikasinya, serta memperbaiki fungsi sosialnya, dengan tetap melibatkan peran aktif keluarga di setiap tahapan rehabilitasi.(*)

[Awang]

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Libur Sekolah Usai, Program Makan Bergizi Gratis Kembali Beroperasi di Tahun Ajaran Baru 2026/2027

12 Juli 2026 - 14:41 WIB

Potret siswa SD saat menerima porsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sempat dihentikan sementara selama masa libur panjang, operasional pelayanan gizi siap kembali menyambut siswa di hari pertama sekolah.

Sempat Hilang Empat Hari, Pria Asal Ciambar Ditemukan Tewas di Aliran Sungai Cimunjul

12 Juli 2026 - 14:08 WIB

Lokasi penemuan jenazah Robi Ruliansyah (35) di aliran Sungai Cimunjul, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (11/7/2026). Korban yang ditemukan mengambang (disensor) ini sebelumnya dilaporkan hilang selama empat hari oleh pihak keluarga.

Belum Ditangani Permanen, Bekas Longsoran di Jalur Geopark Ciletuh Ancam Keselamatan Pengendara

12 Juli 2026 - 13:32 WIB

Pengendara sepeda motor (seorang keluarga) melintas di Jalan Provinsi ruas Tamanjaya-Palangpang, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (11/7/2026),

Agrowisata Petik Melon Premium Resmi Hadir di Cisolok, Jadi Momentum Pengembangan Pertanian Terintegrasi

12 Juli 2026 - 13:25 WIB

Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq (kanan), didampingi oleh sejumlah tokoh masyarakat dan pengelola, memotong buah melon kuning premium menggunakan gunting saat meninjau area Wisata Petik Melon SAM FARM Greenhouse di Jalan Raya Cisolok, Sukabumi, Sabtu (11/7/2026).

Kelangkaan Solar di SPBU Purabaya Sukabumi, Antrean Kendaraan Mengular hingga Berjam-jam

12 Juli 2026 - 13:18 WIB

Pemandangan SPBU 34.431.17 Purabaya, Sukabumi pada Minggu (12/7/2026) pagi. Para pengemudi truk dan kendaraan angkutan barang terpaksa mengantre hingga berjam-jam untuk mendapatkan BBM jenis Solar akibat keterlambatan pengiriman pasokan dari pihak Pertamina.

Gagal Menyalip di Tikungan Kiaradua, Seorang Mahasiswa Tewas Menabrak Pikap L300

11 Juli 2026 - 13:21 WIB

Suasana penanganan pascakecelakaan lalu lintas maut di Jalan Raya Pal 3 - Kiaradua, tepatnya di perkebunan PT. Surangga, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jumat (10/7/2026).
Trending di Sukabumi