Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 11 Jul 2026 09:42 WIB

Upayakan Pemulangan PMI Sakit di Arab Saudi, Disnaker Kota Sukabumi Telusuri Indikasi Keberangkatan Non-Prosedural


					Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, saat memberikan keterangan usai menyambangi kediaman keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) Evi Mentari di Sukabumi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengumpulkan data dan berkoordinasi terkait upaya pemulangan Evi yang kini tengah sakit dan menjalani perawatan medis di Arab Saudi. Perbesar

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, saat memberikan keterangan usai menyambangi kediaman keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) Evi Mentari di Sukabumi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengumpulkan data dan berkoordinasi terkait upaya pemulangan Evi yang kini tengah sakit dan menjalani perawatan medis di Arab Saudi.

JENTERANEWS.com – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi tengah mengupayakan proses pemulangan Evi Mentari (37), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Sukabumi yang kini tengah terkulai sakit dan menjalani perawatan medis intensif di sebuah rumah sakit di Arab Saudi. Evi diketahui telah bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) selama empat tahun dan diduga kuat berangkat ke negara tersebut melalui jalur tidak resmi atau non-prosedural.

Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, menyatakan bahwa pihaknya langsung mengambil tindakan cepat dengan mendatangi kediaman keluarga Evi setelah menerima informasi tersebut untuk mengumpulkan data secara komprehensif.

“Kita mendapatkan kabar semalam ya, dan secepat mungkin kita berkunjung ke keluarga dari Ibu Evi Mentari yang saat ini sedang menjalani pengobatan di Arab Saudi,” ujar Punjul, Jumat (10/7/2026).

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak keluarga, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Arab Saudi telah turun tangan untuk menangani kondisi Evi dan terus berkoordinasi dengan keluarga di Sukabumi. Pihak keluarga sangat berharap Evi dapat segera dipulangkan ke Tanah Air.

Meski demikian, proses repatriasi ini tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat karena terganjal sejumlah kendala utama, di antaranya:

  • Faktor Kesehatan Medis: Kondisi fisik Evi yang masih membutuhkan perawatan intensif membuat proses pemulangan tertunda. Repatriasi baru bisa dilakukan setelah mendapatkan izin kelayakan terbang (medical clearance) dari pihak rumah sakit setempat di Arab Saudi.

  • Status Keberangkatan (Non-Prosedural): Indikasi keberangkatan tanpa melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) resmi menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam melacak agen atau pihak yang memberangkatkan Evi.

“Pertama kendalanya karena berangkatnya tidak melalui suatu perusahaan, tentu kami harus bekerja keras untuk mencari agensi pemberangkatannya,” tutur Punjul.

Terkait status keberangkatan tersebut, Punjul menegaskan bahwa hal ini memerlukan penelusuran lebih lanjut. Ia juga menekankan bahwa kasus ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama bagi pemerintah dan instansi terkait untuk terus mengedukasi masyarakat agar senantiasa menempuh jalur resmi saat hendak bekerja ke luar negeri, demi jaminan perlindungan hukum dan keselamatan.

Sementara itu, mengenai biaya perawatan medis Evi selama di Arab Saudi, pihak keluarga menyampaikan bahwa seluruh biaya saat ini masih ditanggung oleh pihak rumah sakit di negara setempat melalui hasil koordinasi dengan pihak KJRI.

Sebagai langkah konkret dan wujud kehadiran negara dalam melindungi warganya, Disnaker Kota Sukabumi tengah menyiapkan langkah administratif strategis untuk mempercepat penanganan kasus ini.

“Langkah selanjutnya kita akan bersurat secara kedinasan. Tentu kita mengingat bahwa ini adalah warga kota dan harus mendapatkan perlindungan dari pemerintah daerah Kota Sukabumi. Kita akan bersurat ke Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), kemudian kepada KJRI di Arab Saudi,” tutup Punjul.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Napi Lapas Warungkiara Kabur Saat Masa Asimilasi, Petugas dan Kepolisian Gelar Pengejaran

20 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Foto Patah alias Acil, narapidana kasus pencurian yang dilaporkan kabur dari Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, saat menjalani program asimilasi. (Foto: Dok. Lapas Warungkiara)

Perkuat Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat, Dinkes Jabar Gelar Bimtek Lintas Sektor di Sukabumi

20 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Suasana pemaparan materi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Pembudayaan Hidup Sehat (PHS) Tingkat Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas teknis dan manajerial lintas sektor guna mendorong perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat.

Pastikan Kesiapan Fisik dan Administrasi KDKMP, Sekda Sukabumi Hadiri Rakornas Percepatan Verval

20 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah depan berbatik hitam dan kacamata), didampingi jajaran pimpinan perangkat daerah, mendengarkan pemaparan Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi RI dalam Rakornas Percepatan Verval Gerai KDKMP secara daring dari Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Di sebelah kiri Sekda (wanita berhijab) dan sebelah kanannya (pria berbatik) adalah bagian dari tim pendamping.

Sidang Kematian Nizam Syafei: Ahli Forensik Sebut Penyakit Kronis Sebagai Penyebab, Perkuat Pembelaan Ibu Tiri

20 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Terdakwa Teni Ridha Shi alias TR saat menjalani sidang lanjutan beragendakan pemeriksaan saksi ahli di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026).

Tiga Hari Hilang, Mahasiswa Asal Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Citepus Sukabumi

20 Agustus 2026 - 16:29 WIB

Tim gabungan dari Satpolairud Polres Sukabumi, Basarnas, dan TNI AL mengevakuasi jasad korban tenggelam, Ahmad Nadif Fadilah (21), menggunakan kantong mayat di bibir Pantai Dolpin Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026). Jasad mahasiswa asal Jakarta Selatan itu ditemukan mengapung setelah tiga hari dinyatakan hilang di Pantai Karangnaya.

Korupsi APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi Resmi Ditahan

19 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Petugas Walsus Kejari Sukabumi mengawal seorang tahanan menuju mobil tahanan (atau ke dalam gedung, tidak jelas dari gambar) usai menjalani pemeriksaan. Tahanan tersebut mengenakan rompi oranye khas tahanan Kejari Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca