Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 12 Jul 2026 13:32 WIB

Belum Ditangani Permanen, Bekas Longsoran di Jalur Geopark Ciletuh Ancam Keselamatan Pengendara


					Pengendara sepeda motor (seorang keluarga) melintas di Jalan Provinsi ruas Tamanjaya-Palangpang, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (11/7/2026), Perbesar

Pengendara sepeda motor (seorang keluarga) melintas di Jalan Provinsi ruas Tamanjaya-Palangpang, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (11/7/2026),

JENTERANEWS.com — Kondisi pascabencana tanah longsor di Jalan Provinsi ruas Tamanjaya–Palangpang, tepatnya di kawasan Hutan Lindung Cipeucang, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, hingga kini belum mendapatkan penanganan secara permanen dari pihak berwenang. Situasi ini memicu kekhawatiran warga dan pengguna jalan akan potensi bahaya susulan yang mengancam keselamatan, terlebih di tengah medan jalan yang ekstrem.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sisa-sisa reruntuhan tebing berupa material tanah dan bebatuan masih tampak jelas berserakan di lereng yang memiliki ketinggian sekitar 80 meter tersebut. Meskipun saat ini wilayah Sukabumi tengah memasuki musim kemarau, kondisi struktur tebing dinilai masih sangat labil. Warga setempat mengkhawatirkan terjadinya longsor susulan apabila hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut.

Anwar (45), salah seorang warga Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, mengungkapkan bahwa para pengguna jalan kerap dihantui rasa waswas setiap kali melintasi titik bekas longsoran. Menurutnya, tingkat risiko kecelakaan di area itu sangat tinggi karena lokasinya berada tepat di jalur tanjakan dan turunan curam yang disertai tikungan tajam.

“Kalau melintas di lokasi itu kami masih sangat khawatir. Bekas longsoran masih terlihat jelas, dan kalau hujan deras turun, kami takut terjadi longsor lagi. Apalagi posisi jalannya merupakan perpaduan antara tanjakan, turunan, dan tikungan tajam,” ujar Anwar, Sabtu (11/7/2026).

Menyikapi kondisi tersebut, Anwar mewakili warga sekitar mendesak pemerintah daerah maupun provinsi untuk segera mengambil langkah konkret. Ia berharap adanya perbaikan tebing secara permanen serta pemasangan rambu-rambu peringatan bahaya di sekitar lokasi.

“Kami berharap pemerintah bisa segera memperbaiki tebing ini secara permanen. Jika belum memungkinkan, minimal dipasang rambu-rambu peringatan rawan longsor supaya pengendara yang melintas bisa lebih waspada dan berhati-hati,” tambahnya.

Sebagai informasi, bencana tanah longsor di titik tersebut sebelumnya terjadi pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Titik longsor tepatnya berada di KM 208+800 ruas Jalan Tamanjaya–Palangpang. Saat itu, tebing setinggi 80 meter ambrol dan membawa material berupa tanah, bebatuan berukuran besar, hingga pepohonan tumbang yang menutup total badan jalan sepanjang kurang lebih 70 meter.

Peristiwa nahas tersebut sempat melumpuhkan arus lalu lintas utama menuju kawasan pariwisata Geopark Ciletuh. Kendati material longsoran telah dibersihkan oleh instansi terkait dan jalur tersebut sudah dapat dilalui kendaraan, ketiadaan penahan tebing yang permanen masih menjadi “bom waktu”. Masyarakat menanti langkah antisipatif dari pemerintah sebelum musim penghujan tiba demi mencegah timbulnya korban jiwa dan terputusnya kembali urat nadi perekonomian serta pariwisata di kawasan tersebut.(*)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Libur Sekolah Usai, Program Makan Bergizi Gratis Kembali Beroperasi di Tahun Ajaran Baru 2026/2027

12 Juli 2026 - 14:41 WIB

Potret siswa SD saat menerima porsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sempat dihentikan sementara selama masa libur panjang, operasional pelayanan gizi siap kembali menyambut siswa di hari pertama sekolah.

Sempat Hilang Empat Hari, Pria Asal Ciambar Ditemukan Tewas di Aliran Sungai Cimunjul

12 Juli 2026 - 14:08 WIB

Lokasi penemuan jenazah Robi Ruliansyah (35) di aliran Sungai Cimunjul, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (11/7/2026). Korban yang ditemukan mengambang (disensor) ini sebelumnya dilaporkan hilang selama empat hari oleh pihak keluarga.

Kemensos Berikan Pendampingan Komprehensif bagi Anak Disabilitas dengan Perilaku Berisiko di Sukabumi

12 Juli 2026 - 13:59 WIB

Petugas Kementerian Sosial dari Sentra Phalamartha tampak menggendong H (11), anak penyandang disabilitas sensorik, saat menjalani proses asesmen dan pemeriksaan kesehatan lanjutan di Sukabumi, Jawa Barat. Pendampingan intensif ini dilakukan sebagai langkah intervensi komprehensif guna mengatasi perilaku berisiko serta memastikan terpenuhinya hak dan perlindungan anak.

Agrowisata Petik Melon Premium Resmi Hadir di Cisolok, Jadi Momentum Pengembangan Pertanian Terintegrasi

12 Juli 2026 - 13:25 WIB

Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq (kanan), didampingi oleh sejumlah tokoh masyarakat dan pengelola, memotong buah melon kuning premium menggunakan gunting saat meninjau area Wisata Petik Melon SAM FARM Greenhouse di Jalan Raya Cisolok, Sukabumi, Sabtu (11/7/2026).

Kelangkaan Solar di SPBU Purabaya Sukabumi, Antrean Kendaraan Mengular hingga Berjam-jam

12 Juli 2026 - 13:18 WIB

Pemandangan SPBU 34.431.17 Purabaya, Sukabumi pada Minggu (12/7/2026) pagi. Para pengemudi truk dan kendaraan angkutan barang terpaksa mengantre hingga berjam-jam untuk mendapatkan BBM jenis Solar akibat keterlambatan pengiriman pasokan dari pihak Pertamina.

Gagal Menyalip di Tikungan Kiaradua, Seorang Mahasiswa Tewas Menabrak Pikap L300

11 Juli 2026 - 13:21 WIB

Suasana penanganan pascakecelakaan lalu lintas maut di Jalan Raya Pal 3 - Kiaradua, tepatnya di perkebunan PT. Surangga, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jumat (10/7/2026).
Trending di Sukabumi