JENTERANEWS.com – Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Sukabumi. Sedikitnya satu hektare lahan perkebunan jati yang dipenuhi alang-alang di Kampung Leuwipari RT 02/RW 02, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, dilaporkan ludes terbakar pada Kamis malam (23/07/2026).
Peristiwa yang mulai terpantau sekitar pukul 19.20 WIB ini merambat dengan sangat cepat. Berdasarkan laporan resmi dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) yang dikoordinasikan dengan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, faktor cuaca panas dipadukan dengan embusan angin yang kencang memicu eskalasi sebaran api. Lahan yang terbakar diketahui merupakan milik seorang warga bernama Bapak Jenih asal Cicurug.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kemunculan titik api masih belum diketahui.
Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, amukan si jago merah sempat memicu kekhawatiran lantaran lokasinya yang berdekatan dengan area vital. Titik api dilaporkan nyaris mengancam area Peternakan Unggas Widodo serta pemukiman warga setempat. Beruntung, eskalasi api dapat dicegah sebelum merambat ke bangunan fisik, dan tidak ada warga yang diwajibkan untuk mengungsi.
Menindaklanjuti informasi yang diperoleh dari laporan masyarakat dan grup komunikasi kecamatan setempat, tim gabungan langsung merapat ke lokasi kejadian. Proses pemadaman dan lokalisasi api berjalan dramatis dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya: Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Palabuhanratu, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Cikembar, Tim P2BK Bantargadung, Aparatur Desa Bantargadung, Aparatur Kecamatan Bantargadung
Berkat respons cepat dan sinergi dari tim gabungan di lapangan, kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan dan dinyatakan padam total pada pukul 21.10 WIB.
“Kondisi saat ini api sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya dan situasi kembali kondusif. Tim di lapangan telah memastikan tidak ada titik api yang tersisa,” terang perwakilan Tim Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Sukabumi dalam laporan tertulisnya.
Saat ini, pihak berwenang masih melakukan asesmen lanjutan untuk meninjau secara pasti total kerugian materil yang diakibatkan oleh peristiwa kebakaran ini. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi Karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca terik dan angin kencang yang dapat mempercepat proses pembakaran lahan kering.(*Dik*)















