Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 22 Jul 2026 19:40 WIB

Kemarau Panjang Landa Cibadak, BPBD dan PMI Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Ratusan Warga Desa Sekarwangi


					Kolaborasi P2BK Cibadak dan PMI Kabupaten Sukabumi dalam operasi pendistribusian air bersih di Kampung Babakan Sari. Petugas berrompi PMI terlihat sibuk membantu warga mengisi jerigen dan ember dari selang air yang terhubung ke truk tangki. Spanduk pada truk menegaskan misi kemanusiaan untuk mengatasi dampak kekeringan ekstrem akibat El Nino. Perbesar

Kolaborasi P2BK Cibadak dan PMI Kabupaten Sukabumi dalam operasi pendistribusian air bersih di Kampung Babakan Sari. Petugas berrompi PMI terlihat sibuk membantu warga mengisi jerigen dan ember dari selang air yang terhubung ke truk tangki. Spanduk pada truk menegaskan misi kemanusiaan untuk mengatasi dampak kekeringan ekstrem akibat El Nino.

JENTERANEWS.com — Bencana kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan mulai memicu krisis air bersih di wilayah Kabupaten Sukabumi. Merespons kondisi tersebut, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak di bawah naungan BPBD Kabupaten Sukabumi, berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI), menggelar operasi distribusi air bersih di Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, pada Rabu (22/7/2026).

Krisis air bersih ini dilaporkan telah melanda kawasan tersebut selama kurang lebih tiga pekan terakhir. Berdasarkan data asesmen di lapangan, kekeringan terparah dirasakan oleh warga di dua wilayah Desa Sekarwangi, yakni Kampung Babakan Sari (RW 17) yang berlokasi di area dataran tinggi Gunung Kebon Bera, serta Kampung Bantar Muncang Atas (RW 06).

Akibat menyusutnya sumber mata air utama, warga setempat terpaksa melakukan berbagai cara untuk bertahan. Guna memenuhi kebutuhan Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK), warga dilaporkan harus membuat kubangan atau kobak di sisa-sisa aliran sungai yang mulai mengering. Meski kondisi air tampak keruh dan tidak layak, warga tidak memiliki alternatif lain.

Sebagai upaya meminimalisasi risiko kesehatan, warga bersama jajaran pengurus RT setempat telah menggelar kegiatan gotong royong membersihkan sampah di sepanjang aliran sungai agar sisa air tidak semakin tercemar. Sementara itu, untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi seperti air minum dan memasak, warga harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air galon isi ulang dari luar wilayah karena air sungai sudah tidak layak dikonsumsi.

Dampak kemarau panjang ini rupanya tidak hanya mengancam kebutuhan sanitasi rumah tangga. Sektor agraris di wilayah tersebut turut terpukul. Kekeringan ekstrem pada lahan pertanian di sekitar permukiman warga telah memicu matinya tanaman padi, sehingga hektaran sawah di kawasan tersebut dipastikan mengalami gagal panen.

kesibukan warga di Desa Sekarwangi saat menerima distribusi air bersih dari truk tangki PMI. Berbagai macam wadah, mulai dari jerigen, galon air mineral, hingga ember, dibawa oleh warga dari berbagai usia, menonjolkan betapa mendesaknya kebutuhan air di wilayah tersebut. Truk tangki PMI menjadi tumpuan harapan di tengah sumber air yang mengering

kesibukan warga di Desa Sekarwangi saat menerima distribusi air bersih dari truk tangki PMI. Berbagai macam wadah, mulai dari jerigen, galon air mineral, hingga ember, dibawa oleh warga dari berbagai usia, menonjolkan betapa mendesaknya kebutuhan air di wilayah tersebut. Truk tangki PMI menjadi tumpuan harapan di tengah sumber air yang mengering

Sebagai langkah tanggap darurat, tim gabungan mendistribusikan total 10.000 liter air bersih untuk meringankan beban masyarakat. Distribusi pasokan air tersebut disalurkan langsung kepada 530 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak, dengan rincian:

  • Kampung Babakan Sari (RW 17 meliputi RT 01, 02, 03, 04): 320 KK terdampak.

  • Kampung Bantar Muncang Atas (RW 06 meliputi RT 01 dan 02): 210 KK terdampak.

Kegiatan penyaluran yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB ini berlangsung tertib dan lancar berkat sinergi dari berbagai pihak. Sejumlah elemen yang terjun langsung ke lokasi di antaranya P2BK Cibadak, PMI Kabupaten Sukabumi, Satgas BPBD Kabupaten, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Cibadak, Satpol PP Kecamatan, PMI Kecamatan, Kepala Dusun Sekarwangi, pengurus RT/RW, serta dibantu secara swadaya oleh warga setempat.

Kehadiran bantuan pasokan air bersih ini disambut antusias oleh warga. Langkah kolaboratif dari berbagai instansi ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai solusi jangka pendek dalam menjaga ketersediaan air bersih di tengah ancaman puncak musim kemarau yang melanda wilayah Sukabumi.(*Dik*)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kebakaran Lahan Seluas 10 Hektare Landa Sukalarang Sukabumi, Api Berhasil Dipadamkan Setelah Tiga Jam

22 Juli 2026 - 19:30 WIB

Anggota Kepolisian Sektor Sukalarang bersama Tim P2BK (Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan) Sukalarang sedang meninjau area lahan kosong seluas kurang lebih 10 hektar yang hangus terbakar di Kampung Rema Desa Prianganjaya. Petugas menunjuk tebing tanah yang vegetasinya telah gosong. Api berhasil dipadamkan setelah tiga jam penanganan oleh Tim Gabungan.

Diduga Rem Blong, Truk Proyek Tol Bocimi Hantam Sejumlah Bangunan dan Kendaraan di Cisaat Sukabumi

22 Juli 2026 - 19:03 WIB

Truk proyek Tol Bocimi (F 9099 KMP) dalam kondisi terguling di pinggir Jalan Jalur Lingkar Selatan, Sukabumi. Bagian kepalanya terlihat ringsek, dan kabel-kabel utilitas terlihat putus akibat hantaman. Kecelakaan beruntun yang diduga akibat rem blong ini menimpa sejumlah bangunan dan kendaraan warga.

Panggung Syukuran Hari Nelayan Sukabumi Gempar, Pria Tak Dikenal Terobos Panggung dan Peluk Tantri Kotak

22 Juli 2026 - 13:04 WIB

Momen vokalis grup band Kotak, Tantri (tengah), dan personel lainnya saat menyapa ribuan penonton pada malam penutupan Syukuran Hari Nelayan ke-69 di Pantai Palangpang, Sukabumi. Konser ini kemudian dihebohkan dengan insiden seorang pria tak dikenal yang menerobos panggung dan mencoba merangkul Tantri.

Dugaan Pencabulan 12 Anak di Sukabumi, Lansia Berinisial MH Digerebek Warga

22 Juli 2026 - 12:48 WIB

Pemkab Sukabumi Dukung Rubi Wujudkan Sukabumi Pusat Bonsai Nasional

22 Juli 2026 - 12:40 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah), memimpin audiensi bersama pengurus Rumah Bonsai (Rubi) Cabang Sukabumi di Pendopo Sukabumi, Rabu (22/7/2026). Pertemuan tersebut membahas strategi pengembangan potensi bonsai lokal serta rencana penyelenggaraan pameran bonsai dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) 2026.

Gempar! Pemuda di Pabuaran Sukabumi Ditemukan Meninggal Tergantung di Rumahnya

22 Juli 2026 - 12:25 WIB

Petugas gabungan dari Polri, TNI, tim kesehatan desa, dan aparat kecamatan melakukan pemeriksaan awal terhadap tubuh Jaelani (27) di dalam rumah tempat ditemukannya korban di Kampung Cijulang, Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran. Jasad korban terlihat dibaringkan di atas tikar setelah diturunkan dari jeratan tali. Beberapa anggota keluarga dan warga turut mendampingi. (Wajah korban disensor demi alasan privasi).
Trending di Sukabumi