JENTERANEWS.com — Bencana kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan mulai memicu krisis air bersih di wilayah Kabupaten Sukabumi. Merespons kondisi tersebut, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak di bawah naungan BPBD Kabupaten Sukabumi, berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI), menggelar operasi distribusi air bersih di Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, pada Rabu (22/7/2026).
Krisis air bersih ini dilaporkan telah melanda kawasan tersebut selama kurang lebih tiga pekan terakhir. Berdasarkan data asesmen di lapangan, kekeringan terparah dirasakan oleh warga di dua wilayah Desa Sekarwangi, yakni Kampung Babakan Sari (RW 17) yang berlokasi di area dataran tinggi Gunung Kebon Bera, serta Kampung Bantar Muncang Atas (RW 06).
Akibat menyusutnya sumber mata air utama, warga setempat terpaksa melakukan berbagai cara untuk bertahan. Guna memenuhi kebutuhan Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK), warga dilaporkan harus membuat kubangan atau kobak di sisa-sisa aliran sungai yang mulai mengering. Meski kondisi air tampak keruh dan tidak layak, warga tidak memiliki alternatif lain.
Sebagai upaya meminimalisasi risiko kesehatan, warga bersama jajaran pengurus RT setempat telah menggelar kegiatan gotong royong membersihkan sampah di sepanjang aliran sungai agar sisa air tidak semakin tercemar. Sementara itu, untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi seperti air minum dan memasak, warga harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air galon isi ulang dari luar wilayah karena air sungai sudah tidak layak dikonsumsi.
Dampak kemarau panjang ini rupanya tidak hanya mengancam kebutuhan sanitasi rumah tangga. Sektor agraris di wilayah tersebut turut terpukul. Kekeringan ekstrem pada lahan pertanian di sekitar permukiman warga telah memicu matinya tanaman padi, sehingga hektaran sawah di kawasan tersebut dipastikan mengalami gagal panen.

kesibukan warga di Desa Sekarwangi saat menerima distribusi air bersih dari truk tangki PMI. Berbagai macam wadah, mulai dari jerigen, galon air mineral, hingga ember, dibawa oleh warga dari berbagai usia, menonjolkan betapa mendesaknya kebutuhan air di wilayah tersebut. Truk tangki PMI menjadi tumpuan harapan di tengah sumber air yang mengering
Sebagai langkah tanggap darurat, tim gabungan mendistribusikan total 10.000 liter air bersih untuk meringankan beban masyarakat. Distribusi pasokan air tersebut disalurkan langsung kepada 530 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak, dengan rincian:
-
Kampung Babakan Sari (RW 17 meliputi RT 01, 02, 03, 04): 320 KK terdampak.
-
Kampung Bantar Muncang Atas (RW 06 meliputi RT 01 dan 02): 210 KK terdampak.
Kegiatan penyaluran yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB ini berlangsung tertib dan lancar berkat sinergi dari berbagai pihak. Sejumlah elemen yang terjun langsung ke lokasi di antaranya P2BK Cibadak, PMI Kabupaten Sukabumi, Satgas BPBD Kabupaten, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Cibadak, Satpol PP Kecamatan, PMI Kecamatan, Kepala Dusun Sekarwangi, pengurus RT/RW, serta dibantu secara swadaya oleh warga setempat.
Kehadiran bantuan pasokan air bersih ini disambut antusias oleh warga. Langkah kolaboratif dari berbagai instansi ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai solusi jangka pendek dalam menjaga ketersediaan air bersih di tengah ancaman puncak musim kemarau yang melanda wilayah Sukabumi.(*Dik*)















