Menu

Mode Gelap

Jakarta · 23 Sep 2026 08:24 WIB

BMKG Prediksi El Nino Sangat Kuat Bertahan hingga Awal 2027, Musim Hujan Diproyeksikan Mundur


					Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ir. Teuku Faisal Fathani, Ph.D., saat memimpin konferensi pers di Kantor BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026). Dalam keterangannya, BMKG memprediksi bahwa fenomena El Niño sangat kuat akan bertahan hingga awal tahun 2027 dan diproyeksikan akan menunda datangnya musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Perbesar

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ir. Teuku Faisal Fathani, Ph.D., saat memimpin konferensi pers di Kantor BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026). Dalam keterangannya, BMKG memprediksi bahwa fenomena El Niño sangat kuat akan bertahan hingga awal tahun 2027 dan diproyeksikan akan menunda datangnya musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

JENTERANEWS.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino berkategori sangat kuat akan bertahan hingga awal tahun 2027. Kondisi dinamika atmosfer ini diproyeksikan berdampak signifikan terhadap pergeseran dan keterlambatan awal musim hujan periode 2026–2027 di sebagian besar wilayah Indonesia.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa indikator anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik pada periode Juli, Agustus, dan September 2026 telah mencatatkan nilai sebesar +2,63. Hal ini mengonfirmasi bahwa fenomena El Nino-Southern Oscillation berada pada fase sangat kuat.

“Kondisi ENSO diprediksi akan bertahan pada fase El Nino hingga awal tahun 2027,” ujar Teuku dalam konferensi pers di Kantor BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026).

Awal Musim Hujan Terlambat di Sebagian Besar Wilayah

BMKG menjadikan kondisi dinamika iklim tersebut sebagai dasar pemetaan awal musim hujan 2026–2027. Berdasarkan analisis BMKG, kedatangan musim hujan di Indonesia akan terjadi secara bertahap dan cenderung mundur dari kondisi normalnya.

Awal musim hujan diprediksi datang lebih lambat di 529 Zona Musim (ZOM) atau mencakup 61,08 persen dari total luas daratan Indonesia. Sementara itu, awal musim hujan baru mulai memasuki sebagian wilayah pada November 2026, yakni mencakup 185 ZOM atau sekitar 24,66 persen luas daratan.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menegaskan bahwa pola masuknya musim hujan di wilayah Nusantara tidak berlangsung serentak. Namun, tren umum menunjukkan adanya keterlambatan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Peringatan Bencana Hidrometeorologi dan Optimalisasi Waduk

BMKG memprakirakan puncak musim hujan akan terkonsentrasi pada periode Desember 2026, Januari 2027, dan Februari 2027. Pemerintah daerah beserta masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya lonjakan curah hujan pada periode tersebut.

“Perlu kita waspadai bersama lonjakan curah hujan yang terjadi pada musim hujan tahun ini sehingga bisa menyebabkan dampak turunan seperti banjir dan longsor,” kata Ardhasena.

Guna mengantisipasi dampak El Nino yang panjang serta potensi akumulasi curah hujan tinggi yang singkat, BMKG juga menyuarakan alarm peringatan untuk segera mengoptimalkan pengisian waduk, penampungan air, dan sarana retensi air sebelum puncak musim hujan tiba. Langkah strategis ini diperlukan untuk menjaga kestabilan pasokan air nasional sekaligus meminimalkan risiko banjir di berbagai daerah.(*)

Sumber: @RD

Redaktur: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Pertamina Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Tetap per 21 September 2026, Isu Penyesuaian Dipastikan Hoaks

21 September 2026 - 17:18 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non-Subsidi per September 2026, Simak Rincian Lengkapnya

2 September 2026 - 09:19 WIB

BGN dan Kemenkeu Sinkronisasi Anggaran MBG, 80 Sekolah Swasta Mampu Bakal Dicoret dari Penerima

28 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan kepada awak media di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas sinkronisasi dan evaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Kementerian Keuangan.

BGN Moratorium Pembukaan Dapur MBG Baru, Fokus Benahi Tata Kelola 27 Ribu Unit SPPG

26 Agustus 2026 - 18:16 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah, berkemeja biru) menyampaikan keterangan pers terkait kebijakan moratorium pembukaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) baru di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026). Penundaan ini dilakukan untuk memprioritaskan pembenahan tata kelola pada 27.000 unit dapur yang sudah ada.

BGN Lakukan “Bersih-Bersih”: Ratusan Pegawai Diberhentikan dan 833 Dapur MBG Ditutup Permanen

18 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (tengah), didampingi oleh jajaran pejabat BGN lainnya, memberikan keterangan pers kepada media massa di Kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7/2026). Sudaryono menjabarkan langkah-langkah tegas berupa pemecatan ratusan pegawai (non-ASN dan ASN) yang melanggar disiplin, serta penutupan permanen 833 dapur Makan Bergizi Gratis (SPPG) karena masalah standar operasional, terutama terkait higienitas dan sanitasi.

BGN Libatkan Guru dan Tenaga Kependidikan Kawal Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah

10 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Trending di Jakarta
error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca