JENTERANEWS.com – Cuaca ekstrem berupa angin kencang kembali memicu bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi. Sebuah pohon jenis Afrika (Manii) berukuran besar tumbang dan menimpa rumah milik warga di Kampung Cigadog, Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten pada Jumat (26/12/2025) siang.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.35 WIB tersebut sempat mengejutkan warga setempat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meskipun kerusakan bangunan terbilang cukup berat.
Berdasarkan data dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sagaranten, pohon tersebut tumbang akibat tidak kuat menahan terpaan angin kencang yang melanda kawasan tersebut. Batang pohon yang cukup besar jatuh tepat mengenai bagian dapur rumah milik Bapak Deden.
“Satu unit rumah yang dihuni oleh satu kepala keluarga dengan dua jiwa terdampak. Bagian dapur mengalami kerusakan signifikan akibat hantaman batang pohon,” tulis laporan resmi Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Sukabumi.
Pihak berwenang menaksir kerugian materiil akibat kejadian ini mencapai kurang lebih Rp10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah).
Sesaat setelah kejadian, personil P2BK Kecamatan Sagaranten langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan asesmen. Koordinasi cepat dilakukan bersama perangkat Desa, pihak Kecamatan, Koramil, Polsek, Kasi Trantib, hingga unit Damkar.
Berkat gotong royong antara petugas dan warga sekitar, batang pohon yang melintang di atas bangunan kini telah berhasil dievakuasi. Saat ini, pemilik rumah sangat membutuhkan bantuan logistik berupa bahan material bangunan untuk segera memperbaiki kerusakan agar rumah dapat kembali layak dihuni.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi cuaca di wilayah Sagaranten terpantau masih mendung. BPBD menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama angin kencang dan hujan lebat yang kerap terjadi di penghujung tahun.
Warga disarankan untuk melakukan pemangkasan dahan pohon yang dinilai rawan tumbang di sekitar pemukiman guna meminimalisir risiko serupa di kemudian hari.
Laporan: Aris Jampang
Editor: Hamjah















