Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 9 Apr 2026 18:27 WIB

Antusiasme Membeludak, Ratusan Bobotoh Padati Graha PERSIB Demi Jersey Kolaborasi Eksklusif Bersama Weekend Offender


					Suasana para Bobotoh saat memadati PERSIB Store di Graha PERSIB, Kota Bandung, Kamis (9/4/2026). Mereka rela mengantre sejak pagi demi mendapatkan koleksi jersey edisi terbatas hasil kolaborasi PERSIB dan jenama streetwear Weekend Offender. Perbesar

Suasana para Bobotoh saat memadati PERSIB Store di Graha PERSIB, Kota Bandung, Kamis (9/4/2026). Mereka rela mengantre sejak pagi demi mendapatkan koleksi jersey edisi terbatas hasil kolaborasi PERSIB dan jenama streetwear Weekend Offender.

JENTERANEWS.com — Suasana berbeda terlihat di kawasan Graha PERSIB, Kota Bandung, pada Kamis (9/4/2026) pagi. Sejak pukul 08.00 WIB, ratusan Bobotoh—sebutan bagi pendukung setia klub sepak bola PERSIB—telah memadati area halaman gedung. Kehadiran mereka bukan untuk menyaksikan jalannya pertandingan, melainkan demi memburu jersey kolaborasi eksklusif terbaru antara PERSIB dan jenama streetwear ternama asal Britania Raya, Weekend Offender.

Para penggemar ini datang bergelombang dari berbagai sudut Kota Bandung dan bahkan dari luar daerah. Tidak sedikit dari mereka yang rela berangkat sejak pagi buta demi memastikan diri tidak kehabisan koleksi terbatas tersebut.

Meskipun antrean mengular panjang hingga ke area trotoar, situasi terpantau sangat kondusif dan tertib. Pihak penyelenggara menerapkan sistem yang terstruktur untuk mengurai kerumunan. Di lantai 1, petugas membagikan nomor antrean sebagai “tiket” masuk. Tepat pada pukul 09.35 WIB, gelombang pertama pembeli mulai diarahkan naik ke lantai 2 menuju lokasi PERSIB Store.

Di dalam area toko, alur pergerakan dijaga dengan ritme yang rapi. Guna memastikan pemerataan dan keadilan bagi seluruh Bobotoh yang hadir, manajemen PERSIB Store memberlakukan aturan tegas: setiap pembeli dibatasi maksimal hanya boleh membawa pulang dua potong jersey.

Fanny, seorang Bobotoh asal kawasan Cikutra yang telah mengantre sejak pukul 08.30 WIB, memuji sistem yang diterapkan oleh pihak manajemen.

“Saya sengaja datang lebih pagi untuk membeli jersey PERSIB x Weekend Offender. Senang banget karena akhirnya bisa mendapatkannya. Secara umum, semuanya berjalan tertib dan teratur,” ungkap Fanny. Ia juga mengapresiasi pembatasan kuota pembelian yang membuat suasana tetap nyaman dan adil bagi semua pihak.

Tingginya minat terhadap produk ini tidak lepas dari daya tarik jenama Weekend Offender itu sendiri. Didirikan pada tahun 2004 di Wales oleh Sam Jones dan Rhydian Powell, merek ini memiliki akar yang kuat pada subkultur casual sepak bola Inggris. Desainnya yang sederhana, dipadukan dengan estetika jalanan dan citra berani khas akhir pekan, dinilai beresonansi sempurna dengan identitas Bobotoh yang militan dan loyal.

Bagi para Bobotoh, mengenakan jersey ini bukan sekadar urusan fesyen atau gaya-gayaan. Ini adalah manifestasi dari identitas dan kebanggaan yang melekat di dada, sebuah titik temu antara semangat mendukung klub kebanggaan dan gaya hidup urban yang meluas.

Melihat fenomena antrean dan antusiasme yang luar biasa, Vice President Commercial PT PERSIB Bandung Bermartabat, Budi Ulia, menilai momen ini sebagai refleksi nyata dari kuatnya kedekatan emosional antara PERSIB dan para pendukungnya.

“Yang kami lihat hari ini bukan hanya sekadar antrean, tetapi bentuk keterikatan yang nyata antara PERSIB dan Bobotoh. Kolaborasi ini adalah cara kami menghadirkan PERSIB tidak hanya di dalam stadion saat pertandingan 90 menit, tetapi juga meresap ke dalam gaya hidup sehari-hari,” tutur Budi.

Budi menambahkan bahwa kerja sama dengan Weekend Offender merupakan bagian dari langkah strategis manajemen untuk memperluas jangkauan brand PERSIB, khususnya di industri lifestyle, tanpa sedikit pun menanggalkan identitas lokal yang telah mengakar kuat.

“Antusiasme hari ini membuktikan bahwa ada kebutuhan bagi Bobotoh untuk mengekspresikan kebanggaan mereka dengan cara yang berbeda. Keberhasilan ini akan menjadi energi bagi kami untuk terus berinovasi menghadirkan produk yang tidak hanya kuat secara nilai komersial, tetapi juga memiliki makna historis dan kultural bagi perjalanan Bobotoh ke depannya,” pungkas Budi.(*)

Laporan: Rudi

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

Kelezatan Terong Balado Tanpa Rasa Bersalah: Rahasia Dapur Hemat Minyak

17 April 2026 - 07:14 WIB

Bupati Sukabumi Dampingi Penasihat Khusus Presiden Resmikan Huntap Adaptif Bencana di Cisolok

16 April 2026 - 20:53 WIB

Penasihat Khusus Presiden Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman dan Bupati Sukabumi Asep Japar meresmikan Huntap Cisolok, Kamis (16/4).

Hujan Deras Picu Luapan Sungai, Puluhan Warga Pamuruyan Sukabumi Terdampak Banjir

16 April 2026 - 20:06 WIB

Petugas P2BK Cibadak (mengenakan sepatu bot kuning) melakukan asesmen di lokasi permukiman warga Kampung Panagan, Kelurahan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Sukabumi, yang terendam banjir akibat luapan sungai, Kamis (16/4/2026). Air berwarna cokelat setinggi betis merendam gang utama pemukiman.

Pemdes Cidolog Cairkan Insentif untuk Aparatur Lingkungan dan Lembaga Kemasyarakatan

16 April 2026 - 19:59 WIB

Tampak suasana di dalam Aula Desa Cidolog saat pelaksanaan pembagian insentif untuk Ketua RT, RW, LPMD, Karang Taruna, MUI, dan pengurus DKM. Penyerahan insentif yang bersumber dari ADD/Dana Desa ini bertujuan untuk memacu semangat kerja para penggerak masyarakat.

Perkuat Konvergensi Stunting Tingkat Desa, Wabup Sukabumi Jadikan Data KPM Sebagai Rujukan Kebijakan

15 April 2026 - 19:26 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, tengah memberikan arahan saat menerima audiensi Forum Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kabupaten Sukabumi di Pendopo, Rabu (14/4/2026).

Soroti Dampak Proyek Tol Bocimi, DPRD Kabupaten Sukabumi Desak Kontraktor Tertib SOP Pengangkutan Tanah

13 April 2026 - 19:14 WIB

Aktivitas pengangkutan material tanah di area terbuka proyek Tol Bocimi di bawah jembatan overpass yang sedang dibangun. Lokasi seperti inilah yang menjadi fokus pengawasan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan, yang mengingatkan pelaksana proyek untuk disiplin menerapkan SOP, terutama dalam mencegah ceceran tanah yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Trending di Sukabumi