Menu

Mode Gelap

Jakarta · 2 Jun 2026 21:17 WIB

Perombakan Pimpinan Badan Gizi Nasional: Presiden Prabowo Ganti Dadan Hindayana dengan Nanik S Deyang


					Nanik S Deyang memberikan keterangan pers kepada awak media. Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Dadan Hindayana pada Selasa (2/6/2026). Perbesar

Nanik S Deyang memberikan keterangan pers kepada awak media. Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Dadan Hindayana pada Selasa (2/6/2026).

JENTERANEWS.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi merombak susunan pimpinan pada Badan Gizi Nasional (BGN). Dadan Hindayana resmi diberhentikan dari posisinya sebagai Kepala BGN, dan jabatan tersebut kini dipercayakan kepada Nanik S Deyang.

Pengumuman perombakan ini disampaikan secara langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi melalui sebuah konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Mensesneg Prasetyo Hadi pada Selasa (2/6/2026) malam.

Selain memberhentikan Dadan Hindayana, Presiden Prabowo juga mencopot dua Wakil Kepala BGN, yakni Brigjen Pol. Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung. Sementara itu, Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, mendapatkan promosi untuk mengisi kursi nomor satu di lembaga tersebut menggantikan Dadan.

Kiprah Dadan Hindayana di BGN

Dadan Hindayana merupakan tokoh pertama yang memimpin Badan Gizi Nasional sejak lembaga tersebut didirikan pada era Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Ia pertama kali dilantik sebagai Kepala BGN pada 19 Agustus 2024 di Istana Negara, Jakarta, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 94P Tahun 2024.

Transisi kepemimpinan nasional tidak memengaruhi posisinya pada saat itu. Ketika Presiden Prabowo Subianto resmi menjabat pada Oktober 2024, Dadan kembali dilantik dan dipercaya untuk meneruskan tugasnya sebagai Kepala BGN. Dalam menjalankan tugasnya selama masa tersebut, ia dibantu oleh tiga wakil, yakni Brigjen Pol. Sony Sonjaya, Nanik S. Deyang, dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.

Latar Belakang Akademisi dan Ahli Entomologi

Sebelum menapaki karier di pemerintahan, Dadan Hindayana memiliki rekam jejak yang panjang sebagai seorang akademisi dan ahli serangga di IPB University.

Merujuk pada data resmi IPB, Dadan menyelesaikan studi Strata 1 (S1) pada program Hama dan Penyakit Tumbuhan di tahun 1990. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister (S2) di University of Bonn, Jerman, dan berhasil lulus pada tahun 1997. Pendidikannya berlanjut ke jenjang doktoral (S3) di institusi Jerman lainnya, yakni Leibniz Universität Hannover.

Pada tahun 2000, Dadan berhasil meraih gelar doktor (PhD) sebelum akhirnya memutuskan kembali ke Tanah Air. Sejak masa sarjana hingga doktoral, fokus keilmuannya tidak pernah lepas dari entomologi, yakni cabang ilmu biologi yang secara khusus mempelajari tentang serangga. Disiplin ilmu ini mencakup studi mendalam mengenai struktur tubuh, siklus hidup, perilaku, ekologi, hingga peran serangga di lingkungan serta relasinya dengan manusia, hewan, maupun tumbuhan.(*)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

BGN Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Prioritaskan Kelompok Rentan, Bukan Hanya Siswa Sekolah

2 Juni 2026 - 08:48 WIB

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (tengah) memberikan penegasan mengenai sasaran utama program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memprioritaskan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebelum menjangkau siswa, dalam keterangan pers di Jakarta.

Tegas Jaga Kualitas Program Makan Bergizi Gratis, BGN Tangguhkan 1.152 SPPG

29 Mei 2026 - 10:51 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, saat memberikan keterangan pers kepada awak media. BGN menangguhkan operasional 1.152 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan kualitas, keamanan, dan standar layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terpenuhi secara nasional.

Perkuat Keamanan Pangan, 55 Persen Dapur Program Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

24 Mei 2026 - 20:14 WIB

Trending di Jakarta