JENTERANEWS.com — Diduga akibat korsleting listrik, sebuah gudang milik warga di Kampung Ciseupan RT 01/05, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, hangus dilalap si jago merah pada Rabu (3/6/2026) malam.
Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cidadap, Dikdik, kepada Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, insiden kebakaran tersebut terjadi secara cepat pada pukul 20.00 WIB.
“Penyebab kejadian berasal dari korsleting atau arus pendek listrik yang memicu kobaran api. Akibatnya, satu unit gudang habis terbakar,” ungkap Dikdik.
Gudang yang ludes terbakar tersebut diketahui milik warga bernama Bapak Ayi. Meskipun tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa nahas ini, satu Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari tiga jiwa terdampak secara langsung. Untuk alasan keselamatan, keluarga korban saat ini telah dievakuasi dan sementara waktu mengungsi ke kediaman anak mereka.
Kerugian materiel akibat musnahnya bangunan gudang beserta isinya ditaksir mencapai Rp20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah).
Merespons kejadian tersebut, Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi langsung bergerak cepat melakukan koordinasi intensif. Assessment dan pengamanan di lokasi kejadian dilakukan secara sinergis dengan melibatkan berbagai pihak, antara lain:
-
Perangkat Desa Cidadap
-
Taruna Siaga Bencana (Tagana)
-
Babinsa dan Bhabinkamtibmas (Babinmas) setempat
-
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)
-
Relawan kebencanaan serta masyarakat sekitar
Berdasarkan pantauan kondisi mutakhir di lapangan, situasi sudah kembali kondusif. Kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya berkat upaya sigap dari masyarakat setempat yang bahu-membahu bersama armada dan Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Sagaranten.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPBD mencatat belum ada daftar kebutuhan mendesak khusus bagi para korban. Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya dengan mengecek kembali kelayakan instalasi listrik di rumah masing-masing.(*)















