Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 9 Agu 2026 21:31 WIB

Api Belum Padam, 18 Hektare Lahan Perhutani di Jampangtengah Sukabumi Hangus Terbakar


					Petugas gabungan dari Kepolisian, BPBD Kabupaten Sukabumi, dan relawan Tagana melakukan pemantauan dan asesmen di lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda area Perum Perhutani BKPH Bojonglopang, RPH Nangka Tepus, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Kobaran api terlihat masih belum berhasil dipadamkan dan terus melalap lahan kosong bekas tebangan. Sekitar 18 hektare lahan dilaporkan telah hangus dalam insiden ini. Perbesar

Petugas gabungan dari Kepolisian, BPBD Kabupaten Sukabumi, dan relawan Tagana melakukan pemantauan dan asesmen di lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda area Perum Perhutani BKPH Bojonglopang, RPH Nangka Tepus, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Kobaran api terlihat masih belum berhasil dipadamkan dan terus melalap lahan kosong bekas tebangan. Sekitar 18 hektare lahan dilaporkan telah hangus dalam insiden ini.

JENTERANEWS.com — Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Sukabumi. Sebanyak kurang lebih 18 hektare lahan milik Perum Perhutani di Kecamatan Jampangtengah dilaporkan hangus dilahap api sejak Sabtu (8/8/2026) petang. Hingga Minggu (9/8/2026), kobaran api dilaporkan masih belum berhasil dipadamkan.
Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, titik api berlokasi di area Perum Perhutani BKPH Bojonglopang, RPH Nangka Tepus, yang secara administratif masuk ke wilayah Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah.
Kobaran api pertama kali diketahui merambat sekitar pukul 18.00 WIB. Pihak berwenang menduga bahwa insiden kebakaran ini dipicu oleh unsur kesengajaan dari oknum yang tidak bertanggung jawab.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampangtengah, Dadi Supardi, menyampaikan bahwa area yang terbakar merupakan lahan kosong yang berisi sisa-sisa bekas tebangan kayu.
“Dampak dari kejadian ini, kurang lebih 18 hektare lahan Perhutani dipastikan habis terbakar. Kami terus memantau situasi karena api masih sangat berpotensi merembet ke area lahan Perhutani lainnya,” jelas Dadi berdasarkan informasi lapangan yang dihimpun dari Polisi Teritorial (Polter) Nangka Tepus, Kosasih (52).
Meskipun tidak ada korban jiwa, korban luka, maupun warga yang harus mengungsi akibat peristiwa ini, ancaman kerusakan ekosistem dan meluasnya titik api masih menjadi perhatian utama.
Menanggapi kondisi darurat tersebut, tim gabungan telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen dan upaya penanganan. Sinergi lintas instansi dilakukan antara P2BK Jampangtengah, Perum Perhutani BKPH Bojonglopang, Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Cikembar, Perangkat Desa Bojongjengkol, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satpol PP. Upaya ini juga mendapat dukungan penuh dari para relawan serta warga setempat.
Namun, kendala di lapangan menyebabkan proses pemadaman terhambat. Tim gabungan menyatakan bahwa saat ini kebutuhan yang paling mendesak adalah penambahan personel dan alat pemadaman kebakaran yang memadai untuk menjinakan api.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih bersiaga di sekitar lokasi kejadian untuk melokalisasi api agar tidak menjalar ke permukiman atau area hutan yang lebih lebat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu bencana serupa.(*Dik*)
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pemuda Pakidulan Sagaranten Sediakan Kuota Khitanan Massal Gratis untuk 99 Anak di Sagaranten

9 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Gagal Kuasai Kendaraan di Tikungan, Pemotor Maut Usai Tabrak Mobil Sampah di Cikembar Sukabumi

9 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Petugas Gakkum Satlantas Polres Sukabumi sedang membuat tanda kapur di permukaan aspal untuk menandai posisi korban dan titik benturan selama proses olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) kecelakaan maut di Jalan Raya Perintis Kemerdekaan, Kampung Ciangsana, Cikembar, Sukabumi, Minggu (9/8/2026). Tanda lingkaran dengan silang digunakan untuk menandai posisi kepala korban. Di latar belakang, tampak van putih kepolisian dan truk sampah kuning yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Kebakaran Lahan Seluas 1,5 Hektare Landa Desa Mekarsakti Sukabumi, Api Berhasil Dipadamkan

9 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Petugas gabungan dan unit Damkar berupaya memadamkan kebakaran lahan alang-alang di Kampung Cikuray, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Selasa (8/8/2026) malam. Api seluas 1,5 hektare berhasil dipadamkan total pukul 20:15 WIB setelah sempat mengancam pemukiman warga.

Diduga Korban Penipuan Tenaga Kerja, 15 Warga Sukabumi Terlantar di Kota Tarakan

9 Agustus 2026 - 10:47 WIB

Sejumlah perantau asal Sukabumi, Jawa Barat, yang terlantar di Tarakan tampak merapikan barang bawaan mereka di fasilitas shelter Dinas Sosial (DSPM) Kota Tarakan. Aktivitas ini dilakukan sebagai persiapan pemulangan mereka ke daerah asal, Jumat (7/8).

Bisa Dicungkil Tangan Kosong: Potret Buruk Pengawasan Proyek Infrastruktur di Kabupaten Sukabumi

8 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Warga Jampangtengah, Sukabumi, mengeluhkan kualitas aspal jalan kabupaten yang rapuh dan bisa dicungkil dengan tangan, seperti yang ditunjukkan dalam rekaman video yang viral

Polres Sukabumi Ungkap Jaringan Sabu di Surade dan Ciemas, Tiga Tersangka Diamankan

6 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Tim Satres Narkoba Polres Sukabumi memperlihatkan barang bukti berupa puluhan paket kecil diduga sabu dan berbagai peralatan terkait yang berhasil disita dalam pengungkapan kasus peredaran gelap narkotika di wilayah Surade dan Ciemas.
Trending di Sukabumi