Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 17 Jun 2025 09:42 WIB

Bupati Asep Japar di Upacara KORPRI: Etika Birokrasi Harga Mati, Layanan Publik Jangan Hanya Seremoni


					Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, memberikan amanat kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) saat memimpin Upacara Peringatan Hari KORPRI Tingkat Kabupaten Sukabumi di Halaman Parkir Sekretariat Daerah, Palabuhanratu, Selasa (17/6/2025). Perbesar

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, memberikan amanat kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) saat memimpin Upacara Peringatan Hari KORPRI Tingkat Kabupaten Sukabumi di Halaman Parkir Sekretariat Daerah, Palabuhanratu, Selasa (17/6/2025).

JENTERANEWS.com – Di hadapan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, menyampaikan pesan tegas mengenai pentingnya etika dan disiplin dalam menjalankan roda pemerintahan. Dalam amanatnya saat memimpin Upacara KORPRI Tingkat Kabupaten Sukabumi, ia menekankan bahwa birokrasi harus berjalan dalam satu komando yang terkoordinasi dan berorientasi penuh pada pelayanan masyarakat, bukan sekadar formalitas.

Upacara yang digelar di Halaman Parkir Sekretariat Daerah, Palabuhanratu, pada Selasa (17/6/2025) pagi, dihadiri oleh Wakil Bupati H. Andreas, para kepala perangkat daerah, serta camat se-Kabupaten Sukabumi. Momen ini dimanfaatkan Bupati Asep Japar untuk melakukan konsolidasi dan memberikan arahan strategis kepada para abdi negara.

“Saya tekankan etika, baik etika pimpinan maupun staf harus dijaga. Jangan ada ASN yang turun ke lapangan tanpa seizin atasan,” tegas Bupati Asep Japar dengan nada serius. Ia mengingatkan bahwa setiap aktivitas kedinasan, terutama yang melibatkan interaksi langsung dengan masyarakat, wajib terkoordinasi dan mendapatkan persetujuan dari pimpinan untuk menjaga marwah dan tatanan birokrasi.

Peringatan keras ini disampaikan seiring dengan apresiasi atas prestasi yang telah diraih. Bupati Asep Japar secara khusus memberikan selamat atas raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut berhasil dipertahankan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Prestasi ini, menurutnya, harus menjadi pemicu untuk bekerja lebih baik, bukan membuat ASN terlena.

“Raihan WTP adalah bukti kerja keras kita bersama, namun ini adalah standar minimum. Ke depan, tata kelola yang akuntabel ini harus dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati yang baru menuntaskan program 100 hari kerjanya ini mengkritik model kerja yang terjebak dalam rutinitas administratif. Ia meminta agar seluruh kegiatan pemerintahan diarahkan untuk menyentuh langsung kebutuhan warga.

“Banyak kegiatan dari kementerian, termasuk penyerahan sertifikat dan kita penanggulangan bencana. Semua dinas harus siap,” ucapnya. “Saya tidak ingin lagi anggaran habis hanya untuk bimbingan teknis atau pertemuan seremonial. Arahkan program yang manfaatnya terasa di tengah masyarakat.”

Sebagai implementasi dari visi tersebut, Bupati Asep Japar menagih laporan capaian program 100 hari kerja dari setiap dinas. Ia juga menyoroti pentingnya keadilan dalam pelayanan publik, memberikan contoh spesifik pada pengurusan BPJS dan layanan dasar lainnya.

“Jangan ada keluarga terdekat yang diprioritaskan. Semua warga, tanpa terkecuali, harus mendapat hak yang sama dalam pelayanan. Saya tidak akan mentolerir praktik-praktik seperti itu,” tandasnya.

Arahan Bupati ini menjadi sinyal kuat bagi seluruh jajaran birokrasi di Kabupaten Sukabumi untuk berbenah, meningkatkan disiplin, dan mengubah pola pikir dari “melaksanakan program” menjadi “melayani masyarakat” secara nyata dan berkeadilan.(*)


Reporter: Awang

Redaktur: Hamjah


Artikel ini telah dibaca 44 kali

Baca Lainnya

Ditinggal Suami ke Sawah, Rumah Lansia di Sagaranten Ludes Terbakar, Uang Tunai hingga 1 Ton Padi Hangus

9 Mei 2026 - 18:37 WIB

Seorang petugas pemadam kebakaran (Damkar) Sagaranten tampak dari belakang tengah menyemprotkan air ke puing-puing bangunan rumah panggung yang ludes terbakar di Desa Margaluyu, Sagaranten, Sukabumi. Asap tebal masih membumbung dari sisa-sisa kayu yang hangus di antara tumpukan puing, termasuk harta benda milik korban yang ikut hangus dilalap api.

Fakta Baru Tragedi Karyawan Minimarket di Kalibunder: Beban Biaya Pernikahan Diduga Jadi Pemicu

9 Mei 2026 - 09:51 WIB

Petugas gabungan dari Polsek, P2BK Kabupaten Sukabumi, dan tim medis melakukan pemeriksaan di pintu masuk Toko Alfamart Kalibunder, Jumat (8/5/2026) pagi. Suasana di lokasi saat tubuh seorang pria, yang diidentifikasi sebagai karyawan minimarket tersebut, ditemukan tewas tergeletak. Tampak petugas sedang melakukan proses evakuasi jenazah.

Pemkab Sukabumi dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi, Targetkan Optimalisasi Cakupan Kesehatan Semesta 2026

8 Mei 2026 - 16:22 WIB

Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, memberikan arahan dalam rapat strategi penguatan dan reaktivasi kepesertaan UHC di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Jumat (8/5/2026).

Bongkar Struk Viral: Harga Asli Pertalite Tembus Rp16 Ribu, Mengapa Pertamax Bisa Lebih Murah?

8 Mei 2026 - 09:42 WIB

Bukti transaksi pembelian Pertalite yang viral di media sosial mengungkap nilai keekonomian asli BBM bersubsidi tersebut, yakni Rp 16.088 per liter. Pakar menyebut anomali harga ini berkaitan dengan strategi bisnis agar masyarakat beralih ke Pertamax.

Mayoritas Perusahaan Menara Telekomunikasi Mangkir dari Undangan DPRD Sukabumi, Izin dan Potensi PAD Jadi Sorotan

8 Mei 2026 - 09:15 WIB

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita. Pihaknya menyoroti tajam ketidakhadiran mayoritas perusahaan penyedia menara telekomunikasi dalam rapat koordinasi terkait legalitas perizinan dan optimalisasi PAD di Kabupaten Sukabumi.

Dukung Penuh Kemah Religi Pemuda Masjid Dunia, Ketua DPRD Harapkan Generasi Muda Sukabumi Berakhlakul Karimah

8 Mei 2026 - 09:07 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP. (tengah kiri, berkemeja putih dengan tangan terkatup), saat menyampaikan pernyataan resmi mendukung penyelenggaraan Kemah Religi Pemuda Masjid Dunia.
Trending di Sukabumi