JENTERANEWS.com — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi memicu bencana tanah longsor di Kampung Pendeuy RT 19/05, Desa Pondokaso Tonggoh, Kecamatan Cidahu, pada Senin (1/6/2026) malam. Akibat insiden ini, Tembok Penahan Tanah (TPT) irigasi ambrol dan memutus pasokan air warga setempat.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, longsor terjadi sekitar pukul 22.00 WIB akibat cuaca ekstrem. Material longsor menggerus TPT irigasi sepanjang 5 meter dengan ketinggian mencapai 6 meter.
“Penyebab kejadian adalah cuaca ekstrem berupa hujan deras. Dampaknya, TPT irigasi longsor yang menyebabkan terputusnya saluran air warga,” tulis BPBD Kabupaten Sukabumi dalam laporan resminya.
Pihak BPBD memastikan tidak ada korban jiwa, korban luka, maupun warga yang harus mengungsi akibat peristiwa ini. Area yang terdampak terfokus pada kerusakan infrastruktur pengairan umum.
Merespons bencana tersebut, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cidahu telah bergegas ke lokasi pada malam kejadian untuk melakukan kaji cepat (assessment). Penanganan darurat dilakukan secara lintas sektoral dengan melibatkan perangkat desa, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, relawan gabungan, dan warga sekitar.
Di lokasi kejadian, petugas gabungan langsung memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif.
Guna memulihkan akses air warga dengan segera, tim kaji cepat melaporkan perlunya perbaikan darurat. Terdapat sejumlah material bangunan yang mendesak untuk segera disalurkan ke lokasi, yakni kawat bronjong, batu, karung, dan pipa paralon.
Hingga saat ini, BPBD masih menghitung total kerugian materiel akibat rusaknya infrastruktur irigasi tersebut. Sementara itu, pantauan cuaca terkini di lokasi kejadian dilaporkan cerah sebagian berawan.(*)















