Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 16 Mei 2026 11:06 WIB

Diduga Alami Infeksi Bakteri Berat Usai Terjatuh ke Septic Tank, Warga Sukabumi Tutup Usia


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

JENTERANEWS.com — Seorang pria paruh baya berinisial H (51), warga Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, menghembuskan napas terakhirnya setelah menjalani perawatan darurat di RSUD R. Syamsudin SH, Kota Sukabumi. Korban dinyatakan meninggal dunia pada Senin (11/5/2026) usai mengalami insiden nahas terjatuh ke dalam septic tank beberapa hari sebelumnya.

Humas RSUD R. Syamsudin SH, dr. Irfan Nugraha, membenarkan kabar duka tersebut. Ia menjelaskan bahwa pasien dievakuasi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Senin (11/5/2026) siang, sekitar pukul 13.00 WIB, dalam keadaan kritis dan koma.

“Pasien datang ke IGD sekitar jam 13.00 hari Senin tanggal 11 Mei 2026 sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri,” ujar dr. Irfan saat memberikan keterangan resmi pada Jumat (15/5/2026).

Menindaklanjuti kondisi pasien yang terus menurun, tim medis bergegas melakukan tindakan resusitasi di ruang gawat darurat. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, tim medis menemukan adanya luka terbuka pada bagian betis kanan korban.

“Dilakukan tindakan resusitasi sesuai kondisi pasien. Ada satu luka di daerah betis kanan dan area sekitar luka sudah membengkak secara signifikan,” tambahnya.

Menurut penuturan dr. Irfan, pihak rumah sakit menerima rekam riwayat bahwa korban sebelumnya sempat terjatuh ke dalam septic tank pada Sabtu (9/5/2026). Luka pada betis korban diduga kuat diakibatkan oleh benturan atau goresan benda tajam yang berada di lokasi kejadian.

“Betul, ada informasi bahwa pada Sabtu tanggal 9 Mei pasien terjatuh ke septic tank. Kemungkinan luka tersebut terjadi karena gesekan besi atau seng,” ungkapnya.

Pasca-insiden jatuhnya korban pada hari Sabtu, H diketahui sempat menerima penanganan medis awal. “Pada Sabtu setelah kejadian itu, luka korban sempat dijahit di fasilitas kesehatan setempat (Puskesmas Purabaya),” papar Irfan.

Kendati telah mendapat penanganan awal, kondisi kesehatan H terus memburuk hingga akhirnya dilarikan ke RSUD R. Syamsudin SH. Tim medis menduga pasien mengalami komplikasi fatal berupa infeksi bakteri berat yang masuk melalui luka terbuka tersebut.

“Sebab pasti meninggal tidak diketahui secara spesifik karena tidak ada autopsi, namun ada dugaan kuat karena infeksi bakteri berat akibat luka, dan pasien juga sudah menunjukkan tanda-tanda kegagalan multiorgan,” jelas dr. Irfan.

Segala upaya penanganan intensif telah dikerahkan oleh tim medis, namun nyawa H tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 14.20 WIB, berselang sekitar satu jam dua puluh menit setelah tiba di ruang IGD. Pihak rumah sakit juga mengonfirmasi bahwa jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga.

“Tidak dilakukan otopsi,” pungkasnya.(*)


[ Hamjah ]

Artikel ini telah dibaca 27 kali

Baca Lainnya

Serap Aspirasi Warga, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Asri Mulyawati Gelar Reses di Jampangtengah

6 Juni 2026 - 20:53 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Partai Golkar, Asri Mulyawati, S.Pd. (tengah, berkerudung putih), saat memimpin jalannya dialog interaktif dalam kegiatan Reses Kedua Tahun Sidang 2026 di Aula Kecamatan Jampangtengah, Jumat (5/6/2026).

Serap Aspirasi Warga Ciemas, Anggota DPRD Sukabumi Andri Hidayana Gelar Reses dan Santuni Anak Yatim

6 Juni 2026 - 20:34 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PPP, Andri Hidayana (memegang mikrofon), saat memberikan sambutan di hadapan warga yang hadir dalam acara Reses Kedua Tahun Anggaran 2026 di kediamannya, Kampung Ciloa, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan bakti sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim dan lanjut usia (jompo), di mana sejumlah anak-anak yatim yang hadir tampak memegang bingkisan santunan. (FOTO: Istimewa)

Antisipasi Teror Geng Motor, Polsek Citamiang Gelar Patroli Skala Besar di Jam Rawan

6 Juni 2026 - 20:24 WIB

Kapolsek Citamiang Iptu Riki Saputra (berseragam di tengah) terlihat sedang berinteraksi dan berdialog langsung dengan warga di sebuah pos selama pelaksanaan patroli preventif dini hari untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas dan memberikan imbauan keamanan.

Hadapi Darurat Sampah, Pemkab Sukabumi Gaungkan “Keadilan Iklim” Lewat Aksi Masif

6 Juni 2026 - 13:50 WIB

Potret petugas dan warga melakukan korve (kerja bakti) massal serentak untuk membersihkan median jalan dan mengumpulkan sampah ke dalam karung di area Cisaat, Sukabumi, pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sabtu (6/6/2026). Aksi nyata pembersihan di lapangan ini menjadi langkah taktis Pemkab Sukabumi untuk mengatasi darurat sampah dan memperluas ruang terbuka hijau, menindaklanjuti seruan Kepala DLH Nunung Nurhayati. (

Hari Lingkungan Hidup 2026: Disperkim Sukabumi Pacu Transformasi ‘Green Settlement’ Hadapi Krisis Iklim

6 Juni 2026 - 13:41 WIB

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, dalam poster peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Disperkim berkomitmen mendorong transformasi pembangunan perumahan berbasis keberlanjutan lingkungan (green settlement) guna menghadapi dampak nyata perubahan iklim di daerah.

Gelar Reses di Kebonpedes, Anggota DPRD Sukabumi Uden Abdunnafsir Tampung Keluhan Infrastruktur hingga Persoalan Hukum

6 Juni 2026 - 13:27 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS, Uden Abdunnafsir, saat menyampaikan pemaparan dalam Reses Kedua Tahun Sidang 2026 di Pondok Pesantren Nurul Inayah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.
Trending di Sukabumi