JENTERANEWS.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berskala besar melanda wilayah Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (16/8/2026). Sedikitnya 10 hektare lahan perkebunan milik warga hangus terbakar dan api dilaporkan masih belum berhasil dipadamkan.
Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, kobaran api mulai menjalar sekitar pukul 14.00 WIB. Titik lokasi kejadian berada di Kampung Gunungbatu RT 23/07, Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampangtengah, Dadi Supardi, menyampaikan bahwa lahan yang terbakar sebagian besar merupakan area perkebunan yang ditanami pepohonan kayu dan buah-buahan. Mirisnya, insiden ini diduga kuat bukan karena faktor alam.
“Penyebab kejadian diduga kuat akibat adanya unsur kesengajaan, yakni pembakaran oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Dadi
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lapangan masih cukup genting. Api belum sepenuhnya berhasil dijinakkan dan masih berpotensi meluas ke lahan milik warga lainnya. Meski tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi, total kerugian materiil akibat kejadian ini masih dalam tahap penghitungan dan kajian pihak berwenang.
Merespons kejadian tersebut, tim gabungan telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan upaya pengendalian api. P2BK Jampangtengah terus berkoordinasi intensif dengan armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Cikembar, perangkat desa setempat, Tagana, Babinsa, Babinmas, Satpol PP, relawan, serta masyarakat sekitar.
Kepala Dusun Gunungbatu, Encep Darya (46), yang memantau langsung situasi di lapangan menyatakan bahwa proses pemadaman saat ini terkendala oleh keterbatasan tenaga dan peralatan.
“Kebutuhan yang paling mendesak di lokasi saat ini adalah tambahan personel serta alat pemadam agar api tidak semakin merambat,” tegasnya.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang berisiko memicu bencana serupa, terlebih di musim rawan kebakaran.(*)
Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















