JENTERANEWS.com – Duka menyelimuti keluarga nelayan di Sukabumi. Hamdan (45), seorang nelayan yang dilaporkan hilang setelah perahunya karam dihantam gelombang tinggi di Perairan Pantai Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (7/8) pagi. Jasad korban ditemukan oleh tim SAR gabungan yang telah melakukan pencarian intensif selama dua hari.
Penemuan jasad Hamdan mengakhiri ketidakpastian yang menyelimuti keluarga dan rekan-rekannya sejak ia dinyatakan hilang pada Selasa (5/8) malam. Korban ditemukan terdampar di bibir Pantai Ciroyom, sekitar empat kilometer dari lokasi pertama kali perahunya terbalik.
Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, mengonfirmasi penemuan tersebut. “Pencarian akhirnya membuahkan hasil pagi ini, setelah personel Basarnas bersama unsur SAR gabungan melalui jalur darat menemukan jasad korban terdampar di bibir pantai Ciroyom,” ujarnya.
Suryo menjelaskan bahwa jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim menuju Puskesmas Tegalbuleud untuk proses identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga yang berduka.
Insiden tragis yang menimpa Hamdan terjadi pada Selasa sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, perahu yang ia kemudikan seorang diri terbalik setelah dihantam gelombang tinggi yang ganas di perairan Tegalbuleud. Korban seketika hilang ditelan ombak, memicu operasi pencarian besar-besaran.
Upaya pencarian yang dikoordinasikan oleh Basarnas ini melibatkan puluhan personel dari berbagai instansi. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Sukabumi, Polsek Tegalbuleud, Koramil Tegalbuleud, P2BK Tegalbuleud, Relawan Destana Tegalbuleud, HNSI Tegalbuleud, Jampang Peduli, RAPI Lokal 8, Satpol PP Kecamatan Tegalbuleud, serta dibantu oleh masyarakat setempat, bekerja tanpa lelah menyisir lokasi.
Operasi pencarian pada Kamis pagi dibagi menjadi tiga area untuk memaksimalkan efektivitas. Tim pertama melakukan penyisiran di perairan menggunakan perahu karet dengan radius hingga 2 mil laut dari lokasi kejadian. Tim kedua menyusuri bibir pantai secara visual melalui jalur darat sejauh 2 kilometer. Sementara itu, teknologi drone juga dikerahkan untuk melakukan pemantauan dari udara dengan radius 300 meter, sebuah upaya yang menunjukkan totalitas tim dalam menemukan korban.
Kerja keras tim gabungan akhirnya terbayar saat jasad Hamdan ditemukan, memberikan kepastian bagi keluarga yang menanti kabar di tengah kecemasan. Peristiwa ini sekali lagi menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi para nelayan di pesisir selatan Jawa Barat, yang kerap berhadapan dengan kondisi laut yang tak terduga.(*)
Reporter: Aris Jampang
Redaktur: Hamjah















