JENTERANEWS.com — Suasana haru menyelimuti penyerahan bantuan tanggap darurat dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukabumi kepada keluarga Mak Encum, warga Kampung Cigotong RT 031/003, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cidadap, didampingi oleh perangkat desa setempat pada Kamis (12/3/2026).
Di balik penyerahan bantuan logistik ini, tersimpan kisah pilu yang dialami oleh keluarga penerima manfaat. Anggota Tagana Kecamatan Cidadap, Fajar, mengungkapkan rasa haru dan keprihatinan yang mendalam saat menyerahkan bantuan tersebut. Pasalnya, Bapak Jaja (67), suami dari Mak Encum yang merupakan pemilik rumah, telah menghembuskan napas terakhirnya sepuluh hari sebelum bantuan ini diserahkan.
“Kami sangat terharu saat menyerahkan bantuan ini. Keluarga Mak Encum tengah menghadapi cobaan yang sangat berat. Belum kering air mata akibat musibah rumahnya yang roboh rata dengan tanah, kini beliau harus kehilangan sang suami yang meninggal dunia sepuluh hari lalu,” ungkap Fajar di lokasi penyerahan.
Berdasarkan laporan resmi dari P2BK Cidadap, Dikdik, musibah rumah roboh tersebut terjadi tepat satu bulan yang lalu, yakni pada Kamis, 12 Februari 2026, sekitar pukul 10:30 WIB. Bencana ini dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Desa Cidadap sejak pukul 15:00 WIB di hari sebelumnya hingga malam hari.
Konstruksi rumah berukuran 4×3 meter yang ditempati oleh Bapak Jaja dan Mak Encum (1 KK, 2 Jiwa) diduga sudah termakan usia dan lapuk. Hal ini membuat bangunan tidak mampu menahan terjangan cuaca. Pada saat kejadian, almarhum Bapak Jaja sempat menyaksikan langsung bagian depan rumahnya ambruk setelah diguyur hujan deras berdurasi lama.
Beruntung, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa nahas bulan lalu tersebut. Namun, dampak kerusakan tergolong sangat parah karena rumah hancur total dan tak tersisa. Kerugian material ditaksir mencapai angka Rp50.000.000. Pasca insiden, Bapak Jaja dan Mak Encum terpaksa mengungsi ke kediaman anak mereka.
Sesaat setelah kejadian pada Februari lalu, tim gabungan yang terdiri dari P2BK, Tagana, Pemerintah Desa Cidadap, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Satpol PP Kecamatan Cidadap langsung terjun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan koordinatif. Kebutuhan mendesak yang segera diajukan meliputi bantuan tanggap darurat, logistik, serta material atau bahan bangunan. Mengingat hingga saat ini material sisa reruntuhan di lokasi belum sepenuhnya dievakuasi.
Kini, bantuan dari Dinas Sosial telah tiba di tangan Mak Encum. Bantuan ini diharapkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan logistik mendesak, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moril dari pemerintah daerah bagi Mak Encum agar tetap tabah dan kuat dalam menghadapi duka beruntun ini.(*)















