Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 16 Mei 2026 09:22 WIB

Fenomena Pria Mematung di Sukabumi Hebohkan Warga, Polisi Ungkap Riwayat Medis Korban


					Sosok Yaya (34), pria asal Majalengka, saat ditemukan warga berdiri mematung di kawasan Jalan Samsi, Kelurahan Cisarua, Kota Sukabumi. Pihak kepolisian memastikan kondisi tersebut dipicu oleh riwayat gangguan mental yang dialami korban. Perbesar

Sosok Yaya (34), pria asal Majalengka, saat ditemukan warga berdiri mematung di kawasan Jalan Samsi, Kelurahan Cisarua, Kota Sukabumi. Pihak kepolisian memastikan kondisi tersebut dipicu oleh riwayat gangguan mental yang dialami korban.

JENTERANEWS.com — Warga Kota Sukabumi dan jagat maya baru-baru ini digemparkan oleh sebuah peristiwa tak lazim. Seorang pria ditemukan berdiri kaku menyerupai patung selama berjam-jam tanpa memberikan respons apa pun kepada lingkungan sekitarnya. Insiden yang memicu tanda tanya besar ini terjadi di kawasan Jalan Samsi, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.

Pria yang menjadi sorotan publik tersebut diketahui bernama Yaya (34), seorang perantau asal Kabupaten Majalengka yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual pakaian keliling. Selama aksinya berdiri mematung, Yaya sama sekali tidak bereaksi meski warga sekitar berkali-kali mencoba mengajaknya berkomunikasi.

Menanggapi viralnya kejadian tersebut, pihak kepolisian segera turun tangan untuk mengungkap fakta di balik fenomena ini. Plt Kasi Humas Polres Sukabumi, Ipda Ade Ruli, menjelaskan bahwa sebelum insiden “mematung” itu terjadi, korban memang sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya yang menurun.

“Sekitar pukul 21.00 WIB pada Selasa (12/5/2026), Yaya sempat berobat ke sebuah klinik di Jalan RA Kosasih. Saat itu, ia mengeluhkan beberapa gejala seperti rasa cemas, pusing, nyeri lambung, dan demam. Setelah menerima penanganan medis, ia kembali ke kontrakannya,” jelas Ipda Ade Ruli saat memberikan keterangan pers pada Jumat (15/5/2026).

Kronologi Penemuan

Kejanggalan mulai disadari pada keesokan harinya. Rekan satu kontrakan Yaya kebingungan lantaran tidak menemukan pria tersebut di dalam kamarnya pada pagi hari. Setelah dilakukan pencarian di sekitar area tempat tinggal, Yaya akhirnya ditemukan berada di luar kontrakan.

Namun, kondisinya sangat mengejutkan. Ia ditemukan berdiri mematung, kaku, dan seolah tidak sadarkan diri secara penuh meskipun matanya terbuka. Berbagai upaya dari rekan dan warga untuk menyadarkannya tidak membuahkan hasil.

Fakta di Balik Kondisi Korban

Misteri mengenai penyebab Yaya mematung berjam-jam akhirnya menemui titik terang setelah pihak kepolisian melakukan koordinasi dan berkomunikasi dengan keluarga korban di kampung halaman.

“Berdasarkan keterangan pihak keluarga kepada saksi yang mengantarnya pulang ke Majalengka, Yaya ternyata memiliki rekam jejak riwayat gangguan mental,” terang Ipda Ade Ruli. Diduga kuat, kombinasi antara kondisi fisik yang sakit (demam dan nyeri lambung) serta kelelahan memicu kambuhnya kondisi psikologis tersebut.

Menyusul kejadian ini, Yaya, yang tercatat baru tiga bulan mengadu nasib di Sukabumi, telah dievakuasi dan dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Majalengka. Keputusan ini diambil agar ia dapat berkumpul kembali bersama keluarga dan segera menjalani perawatan medis serta psikologis yang lebih komprehensif.(*)


Laporan: Awang

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

Lautan Massa di Sukabumi: Petani hingga Relawan Bersatu Tolak Moratorium Program MBG

24 Juni 2026 - 13:18 WIB

Ribuan massa aksi dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di Lapang Merdeka Kota Sukabumi sebelum memulai long march. Mereka bersiap dengan semangat untuk menyuarakan aspirasi menolak moratorium dan menuntut keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah langkah nyata dalam upaya peningkatan gizi masyarakat dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Sekda Sukabumi Tegaskan Efisiensi Anggaran 2026 Tak Boleh Turunkan Kualitas Pelayanan Publik

23 Juni 2026 - 12:15 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, memberikan arahan saat membuka kegiatan Akselerasi Urusan Daerah melalui Integrasi Sinkronisasi dan Inovasi (AUDISI) di Bale Pangripta, Palabuhanratu, Selasa (23/6/2026). Dalam forum tersebut, ia menegaskan efisiensi anggaran tidak boleh menurunkan kinerja pelayanan publik.

Petugas Lapas Sukabumi Gagalkan Penyelundupan Sabu Bermodus Dilempar dalam Bakso

23 Juni 2026 - 12:07 WIB

Fraksi Golkar DPRD Sukabumi Soroti Lemahnya Kemandirian Fiskal, Dorong Reformasi Melalui Digitalisasi Pajak

23 Juni 2026 - 11:52 WIB

Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Sukabumi, Loka Tresnajaya, saat membacakan Pandangan Umum Fraksi dalam Rapat Paripurna ke-6 mengenai Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 di Palabuhanratu, Senin (22/6/2026).

Soroti Pelayanan RSUD Palabuhanratu, BEM Nusantara Desak Bupati dan DPRD Sukabumi Lakukan Evaluasi Total

22 Juni 2026 - 16:17 WIB

Massa mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara Wilayah Sukabumi membentangkan spanduk tuntutan dalam aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Sukabumi, Senin (22/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan rapor merah pelayanan RSUD Palabuhanratu dan mendesak evaluasi sejumlah kebijakan nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hadiri Milad dan Pengukuhan Pengurus YATSHI, Sekda Sukabumi Pesankan Amanah Pelayanan Umat

20 Juni 2026 - 14:36 WIB

Momen penandatanganan dokumen berita acara pengukuhan Ketua dan Pengurus Yayasan Tarbiyatsshibyan (YATSHI) masa bakti 2026–2031. Acara ini berlangsung khidmat pada puncak peringatan Milad YATSHI di kompleks yayasan, Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis (18/6/2026).
Trending di Sukabumi