Menu

Mode Gelap

News · 3 Jul 2025 23:11 WIB

Final Voli di Tegalbuleud Sukabumi Ricuh, Penonton Bakar Arena Pertandingan


					Sejumlah penonton membakar meja dan kursi panitia di tengah arena Grand Final Tahu Bulat Cup di Tegalbuleud, Sukabumi, Kamis (3/7/2025) malam. Amuk massa ini dipicu oleh ketidakhadiran salah satu tim finalis yang membuat pertandingan batal digelar. Perbesar

Sejumlah penonton membakar meja dan kursi panitia di tengah arena Grand Final Tahu Bulat Cup di Tegalbuleud, Sukabumi, Kamis (3/7/2025) malam. Amuk massa ini dipicu oleh ketidakhadiran salah satu tim finalis yang membuat pertandingan batal digelar.

JENTERANEWS.com – Harapan ribuan penonton untuk menyaksikan laga puncak yang sengit dalam Grand Final Open Turnamen Volleyball Putra Tahu Bulat Cup berakhir dengan amuk massa. Pesta olahraga yang seharusnya menjadi hiburan warga berubah menjadi lautan kekecewaan setelah salah satu tim finalis tak kunjung hadir di lapangan di Kampung Pasir Salam, Desa Nangela, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/7/2025) malam.

Kekecewaan penonton yang telah memadati arena sejak sore hari memuncak dengan aksi anarkis, membakar meja, kursi, dan terpal milik panitia di tengah lapangan pertandingan.

Laga final yang mempertemukan tim tuan rumah, TB Makmur Jaya Pasir Salam, melawan tim Ancemon B sejatinya dijadwalkan mulai pukul 18.30 WIB. Tim Ancemon B bahkan telah berada di lapangan dan melakukan pemanasan, siap bertanding di hadapan penonton yang antusias.

Namun, hingga waktu menunjukkan pukul 19.20 WIB, atau hampir satu jam dari jadwal semula, tim TB Makmur Jaya yang diperkuat oleh pemain bintang Kaik Sadi Dastin dan kawan-kawan tidak menunjukkan batang hidungnya. Ketidakpastian ini menyulut emosi penonton yang merasa diabaikan.

“Ini penipuan! Saya sudah bela-belain datang jauh-jauh, bayar tiket Rp20 ribu, parkir motor Rp10 ribu. Timnya nggak datang-datang, ini panitia maksudnya cari keuntungan doang!” seru Saripudin (43), seorang penonton dari Leles Cianjur dengan nada geram.

Kekecewaan serupa dilontarkan Ruslan (39), warga Sagaranten, yang menempuh perjalanan jauh untuk menyaksikan pertandingan. “Saya datang jauh-jauh, niat mau nonton final. Sudah keluar ongkos bensin sama jajan, sampai lokasi nggak ada pertandingan. panitia gak profesional!” pekiknya di tengah kerumunan.

Suasana yang semula penuh antisipasi dengan cepat berubah menjadi tegang. Teriakan protes dan caci maki mulai menggema, ditujukan kepada panitia penyelenggara. Upaya panitia untuk menenangkan massa melalui pengeras suara, dengan alasan adanya “kendala teknis” yang dialami tim lawan, sama sekali tidak efektif. Penjelasan yang dianggap tidak jelas itu justru semakin memanaskan suasana.

Puncaknya, sebagian penonton yang merasa dirugikan melampiaskan amarah mereka. Mereka merangsek ke tengah lapangan dan membakar properti turnamen. Api berkobar di tengah arena voli, mengubah perhelatan olahraga itu menjadi potret kekacauan massal. Sebagian penonton lain memilih meninggalkan lokasi dengan rasa kecewa yang mendalam.

Insiden ini tidak hanya meninggalkan kerugian material, tetapi juga mencoreng citra sportivitas dan penyelenggaraan turnamen olahraga di tingkat lokal. Kurangnya koordinasi dan komunikasi dari pihak panitia dianggap sebagai pemicu utama kericuhan, merusak turnamen yang seharusnya menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan fair play.

Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia penyelenggara Tahu Bulat Cup belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti ketidakhadiran tim TB Makmur Jaya maupun langkah pertanggungjawaban atas kerugian yang diderita penonton dan kericuhan yang terjadi.(*)


Reporter: Ridwan

Redaktur: Hamjah


 

Artikel ini telah dibaca 239 kali

Baca Lainnya

Pendekatan Humanis Operasi Damai Cartenz 2026: Kawal Aksi Unjuk Rasa di Yahukimo Tetap Kondusif

22 Januari 2026 - 18:11 WIB

Kapolres Yahukimo, AKBP Zet Saalino, S.H., M.H. (depan, topi bertuliskan ZET S), bersama personel gabungan Operasi Damai Cartenz dan Brimob BKO Polda Papua saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa Front Mahasiswa Yahukimo Se-Indonesia di halaman Kantor DPRD Kabupaten Yahukimo, Dekai, Rabu (21/1/2026).

Ngeri! Bawa Panah hingga Air Keras, Rencana Aksi Tawuran Pemuda di Jaktim Digagalkan Polisi

17 Januari 2026 - 17:37 WIB

Personel gabungan Brimob Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur mengawasi sejumlah pemuda yang berhasil diamankan dalam operasi cipta kondisi, Sabtu (17/1/2026) dini hari. Kelompok ini diduga hendak melakukan aksi tawuran dan balap liar. Tampak di sisi kiri, deretan sepeda motor turut disita petugas sebagai barang bukti.

Penghormatan Terakhir Bhayangkara: Kapolda Jatim Pimpin Pelepasan Jenazah Brigjen Pol Anumerta Ary Satriyan

17 Januari 2026 - 17:29 WIB

Prosesi upacara pelepasan jenazah Brigjen Pol Anumerta Ary Satriyan, S.I.K., M.H., di rumah duka kawasan Pondok Gede, Bekasi, Jumat (16/01/2026). Upacara kedinasan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si. sebagai bentuk penghormatan terakhir institusi Polri.

Perkuat Tata Kelola dan Keamanan Pangan MBG, Wakil Bupati Sukabumi Hadiri Rapat Konsolidasi Regional

14 Oktober 2025 - 07:29 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, saat menghadiri Rapat Konsolidasi Regional Peningkatan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) di SICC Sentul, Bogor, Senin (13/10/2025).

Sebut Wartawan “Abal-abal” dan “Pencari Receh”, Pemilik Akun Facebook Dadang Hermawan Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka

9 Oktober 2025 - 14:45 WIB

Tangkapan layar video Dadang Hermawan saat menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf terbuka kepada seluruh insan pers, Kamis (9/10/2025).

Dedi Mulyadi Dukung Penuh Razia Pesantren Ilegal untuk Hentikan Kekerasan Seksual

28 Juni 2025 - 19:21 WIB

Dengan raut wajah serius, Dedi Mulyadi menjelaskan bahaya pesantren ilegal yang menjadi sarang predator anak saat ditemui di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (28/6/2025).
Trending di News