Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 2 Jan 2026 23:15 WIB

Gagah Pakai Seragam Ormas saat Beraksi, Maling di Cicantayan Mendadak ‘Mewek’ saat Dikepung


					Tangkapan layar video amatir yang memperlihatkan momen penangkapan terduga pelaku pencurian di Kampung Kadupugur, Desa Sukadamai, Kecamatan Cicantayan. Warga mengamankan pria yang mengenakan atribut ormas tersebut sebelum diserahkan ke pihak berwajib. Perbesar

Tangkapan layar video amatir yang memperlihatkan momen penangkapan terduga pelaku pencurian di Kampung Kadupugur, Desa Sukadamai, Kecamatan Cicantayan. Warga mengamankan pria yang mengenakan atribut ormas tersebut sebelum diserahkan ke pihak berwajib.

JENTERANEWS.com – Seorang pemuda nyaris tewas akibat amukan massa setelah tertangkap basah diduga melakukan pencurian di sebuah warung di Kampung Kadupugur, Desa Sukadamai, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (02/01/2026).

Insiden ini menarik perhatian publik lantaran terduga pelaku mengenakan seragam salah satu organisasi masyarakat (Ormas) Grib Jaya saat melancarkan aksinya. Dalam video yang beredar, pelaku tampak menangis histeris (mewek) meminta ampun saat warga yang geram melampiaskan emosinya.

Peristiwa bermula sekitar pukul 12.00 WIB. Pemilik warung, Usep (50), menceritakan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat. Saat itu, ia memergoki dua orang pelaku yang mengambil makanan dan satu dus kopi dari warungnya.

“Kejadiannya sangat cepat. Ada dua pelaku yang mencuri makanan dan satu dus kopi lalu mereka kabur,” ungkap Usep.

Panik aksinya diketahui, kedua pelaku berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor. Namun, upaya tersebut digagalkan oleh Usep yang secara refleks menendang kendaraan pelaku hingga terjatuh.

“Satu orang lagi berhasil kabur. Untung saat itu ada warga, jadi si pelaku yang satu ini tertangkap,” tutur Usep. Ia juga menambahkan bahwa warungnya memang kerap menjadi sasaran pencurian, mulai dari tabung gas, beras, hingga jajanan ringan.

Situasi di lokasi sempat memanas. Warga yang emosi beberapa kali terdengar menyebut nama ormas yang tertera di baju pelaku sembari melakukan tindakan fisik. Guna menghindari hal yang tidak diinginkan, Kepala Desa Sukadamai, Rudi Hartono, segera turun tangan mengamankan pelaku ke Kantor Desa sebelum diserahkan ke Polsek Cibadak, Polres Sukabumi.

“Pelaku sempat dibawa ke kantor desa untuk menghindari kemarahan warga,” ujar Rudi Hartono.

Menanggapi viralnya video penangkapan tersebut, Sekretaris Grib Jaya Kabupaten Sukabumi, Endan Sukmawan, memberikan klarifikasi tegas. Ia memastikan bahwa pemuda tersebut bukanlah anggota organisasinya.

“Pelaku ini bukan anggota Grib Jaya,” tegas Endan kepada awak media.

Berdasarkan penelusuran internal, pelaku diketahui hanya membeli seragam ormas tersebut melalui toko daring (online shop) dan tidak memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi. Endan menyatakan pihaknya merasa sangat dirugikan atas pencatutan atribut organisasi dalam tindak kriminal ini dan akan menuntut permintaan maaf terbuka dari pelaku.

“Kami sangat dirugikan,” imbuhnya.

Kepala Desa Sukadamai, Rudi Hartono, turut mengimbau masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial. Ia meminta warga yang telah mengunggah video pengeroyokan tersebut untuk menghapusnya agar tidak menimbulkan persepsi yang salah mengenai keterlibatan ormas.

“Dia itu bukan anggota Grib, dia hanya memanfaatkan. Kami menghimbau kepada warga kami yang sudah mengupload video tersebut untuk secepatnya menghapus karena klarifikasi ini dari Pemerintah Desa sudah memastikan yang bersangkutan bukan anggota Grib Jaya,” pungkas Rudi.

Saat ini, pelaku telah berada dalam penanganan Polsek Cibadak untuk proses hukum lebih lanjut.(*)


Laporan: Awang

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 92 kali

Baca Lainnya

Lautan Massa di Sukabumi: Petani hingga Relawan Bersatu Tolak Moratorium Program MBG

24 Juni 2026 - 13:18 WIB

Ribuan massa aksi dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di Lapang Merdeka Kota Sukabumi sebelum memulai long march. Mereka bersiap dengan semangat untuk menyuarakan aspirasi menolak moratorium dan menuntut keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah langkah nyata dalam upaya peningkatan gizi masyarakat dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Sekda Sukabumi Tegaskan Efisiensi Anggaran 2026 Tak Boleh Turunkan Kualitas Pelayanan Publik

23 Juni 2026 - 12:15 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, memberikan arahan saat membuka kegiatan Akselerasi Urusan Daerah melalui Integrasi Sinkronisasi dan Inovasi (AUDISI) di Bale Pangripta, Palabuhanratu, Selasa (23/6/2026). Dalam forum tersebut, ia menegaskan efisiensi anggaran tidak boleh menurunkan kinerja pelayanan publik.

Petugas Lapas Sukabumi Gagalkan Penyelundupan Sabu Bermodus Dilempar dalam Bakso

23 Juni 2026 - 12:07 WIB

Fraksi Golkar DPRD Sukabumi Soroti Lemahnya Kemandirian Fiskal, Dorong Reformasi Melalui Digitalisasi Pajak

23 Juni 2026 - 11:52 WIB

Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Sukabumi, Loka Tresnajaya, saat membacakan Pandangan Umum Fraksi dalam Rapat Paripurna ke-6 mengenai Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 di Palabuhanratu, Senin (22/6/2026).

Soroti Pelayanan RSUD Palabuhanratu, BEM Nusantara Desak Bupati dan DPRD Sukabumi Lakukan Evaluasi Total

22 Juni 2026 - 16:17 WIB

Massa mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara Wilayah Sukabumi membentangkan spanduk tuntutan dalam aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Sukabumi, Senin (22/6/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan rapor merah pelayanan RSUD Palabuhanratu dan mendesak evaluasi sejumlah kebijakan nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hadiri Milad dan Pengukuhan Pengurus YATSHI, Sekda Sukabumi Pesankan Amanah Pelayanan Umat

20 Juni 2026 - 14:36 WIB

Momen penandatanganan dokumen berita acara pengukuhan Ketua dan Pengurus Yayasan Tarbiyatsshibyan (YATSHI) masa bakti 2026–2031. Acara ini berlangsung khidmat pada puncak peringatan Milad YATSHI di kompleks yayasan, Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis (18/6/2026).
Trending di Sukabumi