Menu ✖

Mode Gelap

News · 3 Sep 2022 16:37 WIB

Gemuruh Warga Kota Sukabumi Saat Kenaikan Harga BBM


					Antrean mengular usai harga BBM subsidi dan non subsidi resmi naik. Perbesar

Antrean mengular usai harga BBM subsidi dan non subsidi resmi naik.

JENTERANEWS.com -Detik-detik kenaikan harga BBM yang berlaku sore ini, Sabtu (3/9/2022), warga Kota Sukabumi berbondong-bondong mengisi BBM ke SPBU.

Warga menilai kenaikan harga BBM Subsidi dan non-subsidi ini menunjukkan pemerintah seperti tidak kenal dengan rakyatnya sendiri.

Seorang pembeli Pertalite di SPBU Tipar Gede Kota Sukabumi, Anggi, mengatakan, pemerintah terburu-buru menaikkan harga BBM Pertalite tanpa adanya sosialisasi yang jelas untuk masyarakat.

Memang rame di media akan dinaikkan, tapi tidak jelas. Ini tiba-tiba saja sore ini dinaikkan,” ujarnya.

Anggi menyebut harusnya pemerintah memberikan kejelasan terhadap masyarakat. Dan kini mereka mendapat kejutan di akhir pekan.

“Ini sekarang tiba-tiba naik tanpa adanya pemberitahuan waktu secara jelas terhadap masyarakat,” ucapnya.

Saat ini dengan harga pertalite yang ia beli dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, tentunya ia tak bisa berbuat banyak karena telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Ya mau gimana lagi tetap dibeli. Meskipun harganya udah naik, jadi Rp 10 ribu. Kita rakyat mah tidak bisa apa-apa, masa mau nawar?” ucapnya.

Seorang pengemudi angkot di Kota Sukabumi, Abah Engkus (57) mengaku merasa keberatan dengan harga baru BBM saat ini.

Bagi sopir itu berat. Belum penumpang jarang. Bingunglah,” katanya.

Saat disinggung akan adanya stimulan bansos dari subsidi BBM, ia tidak berharap banyak dan hanya tersenyum pesimis.

“Iya ada bansos. Tapi belum tentu kebagian atau tidaknya,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM menjabarkan di Istana negara bersama Presiden Jokowi mengumumkan kenaikan harga BBM yakni sebagai berikut :

  • Harga Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter
  • Harga Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter
  • Harga Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

BGN Resmi Aktifkan 480 SPPG di 16 Provinsi, Moratorium Dapur Makan Bergizi Gratis Ditiadakan

3 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (kiri) berjabat tangan saat tiba di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (2/10/2026). Kehadirannya untuk meresmikan 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 16 provinsi, yang sekaligus menandai ditiadakannya moratorium dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kecelakaan Maut di Jalur Gekbrong: Diduga Rem Blong, Truk Tangki Hantam Minibus dan Pohon, Satu Tewas

22 Mei 2026 - 13:43 WIB

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Cianjur dan tim BPBD Kabupaten Cianjur tengah berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan material di lokasi kecelakaan maut Jalan Raya Gekbrong, Warungkondang, Kamis (21/05/2026) malam. Kecelakaan yang melibatkan truk tangki dan minibus ini menelan satu korban jiwa.

Pasca-Libur Panjang, Harga BBM BUMN dan Swasta Kompak Stabil, Pemerintah Ungkap Alasan Tahan Harga Subsidi

21 Mei 2026 - 13:17 WIB

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.
Trending di News

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca