Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 6 Jan 2026 19:35 WIB

Genjot PAD Lewat Transparansi, Wali Kota Ayep Zaki Tegaskan ‘Zero Pungli’ dalam Pengelolaan Pajak Daerah


					Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki (tengah), saat memimpin Rapat Koordinasi Implementasi Optimalisasi Pajak Daerah di Rumah Dinas Wali Kota, Minggu (4/1). Ayep menekankan pentingnya transparansi dan melarang keras praktik pungli dalam pengelolaan pajak daerah. Perbesar

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki (tengah), saat memimpin Rapat Koordinasi Implementasi Optimalisasi Pajak Daerah di Rumah Dinas Wali Kota, Minggu (4/1). Ayep menekankan pentingnya transparansi dan melarang keras praktik pungli dalam pengelolaan pajak daerah.

JENTERANEWS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menunjukan komitmen serius dalam mengamankan potensi pendapatan daerah. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menginstruksikan optimalisasi penerimaan pajak daerah yang berbasis pada transparansi, integritas, dan nol toleransi terhadap praktik pungutan liar (pungli).

Instruksi tegas tersebut disampaikan Ayep Zaki saat memimpin Rapat Koordinasi Implementasi Optimalisasi Pajak Daerah yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Sukabumi, Minggu (4/1).

Dalam arahannya, Ayep menekankan bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ia meminta pendekatan yang terukur agar tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

“Optimalisasi pajak daerah harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Tujuannya jelas, untuk pembangunan, namun harus dilaksanakan tanpa memberatkan masyarakat dan tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan serta kepastian hukum,” tegas Ayep di hadapan jajaran perangkat daerah.

Agenda utama rapat tersebut menyoroti strategi penguatan sistem pemungutan dan pengelolaan pajak yang lebih efektif dan akuntabel. Evaluasi terhadap capaian pajak tahun berjalan serta pemetaan potensi pajak yang belum tergarap (potential loss) menjadi bahasan krusial.

Menurut Wali Kota, pajak daerah adalah tulang punggung pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik. Oleh karena itu, ego sektoral harus dihilangkan demi tercapainya target pembangunan.

“Sinergi antarperangkat daerah menjadi kunci. Dengan kolaborasi yang solid, proses pendataan, pengawasan, dan pemungutan pajak dapat berjalan maksimal, sehingga potensi pajak tergali optimal dan kepatuhan wajib pajak semakin meningkat,” ujarnya.

Ayep juga mendorong akselerasi pemanfaatan sistem digital dalam tata kelola perpajakan. Digitalisasi dinilai sebagai solusi ampuh untuk mendukung transparansi, memudahkan wajib pajak, sekaligus menutup celah kebocoran anggaran akibat human error maupun kesengajaan.

Poin paling krusial yang digarisbawahi Ayep Zaki adalah larangan keras terhadap praktik pungutan liar. Ia memperingatkan seluruh aparatur pemerintah maupun pihak terkait untuk menjaga integritas.

“Tidak boleh ada pungutan liar dalam bentuk apa pun. Aparatur dilarang meminta atau menerima imbalan dari wajib pajak. Sebaliknya, wajib pajak juga kami himbau untuk tidak memberikan sesuatu kepada petugas,” ucap Ayep dengan nada tegas.

Ia memastikan bahwa seluruh proses pemungutan pajak harus berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemkot Sukabumi tidak akan memberikan ruang bagi oknum yang mencoba bermain mata dalam pengelolaan uang rakyat.

“Apabila terbukti terdapat praktik pungli atau pelanggaran dalam proses perpajakan daerah, maka akan diberikan sanksi tegas sesuai aturan hukum yang berlaku,” pungkasnya.(*)


Laporan: Denny

Editor Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kemarau Panjang di Simpenan

2 September 2026 - 19:31 WIB

Personel Sat Samapta Polres Sukabumi mengisikan air bersih dari kendaraan operasional ke wadah penampungan milik warga di Kampung Tegal Nyampai, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026). Aksi bakti sosial ini digelar untuk membantu kebutuhan air sehari-hari warga yang terdampak kemarau panjang. Foto: Dok. Humas Polres Sukabumi.

Tragedi Berdarah di Cijengkol: Istri Temukan Suami Bersimbah Darah, Kondisi Kritis Pakai Ventilator

2 September 2026 - 12:12 WIB

Kondisi Mencekam di ICU. Pasien A tergeletak tak sadarkan diri di tempat tidur ICU RSUD Sekarwangi. Terlihat berbagai peralatan medis menopang hidupnya, termasuk perban besar di bagian leher. Setelah operasi darurat untuk menangani luka yang sangat gawat, kondisi pasien masih belum sadar dan terus dipantau secara intensif oleh tim dokter.

Kemarau Panjang Terjang Desa Banjarsari Sukabumi, 312 KK Alami Krisis Air Bersih

2 September 2026 - 09:29 WIB

Petugas mendistribusikan air bersih dari truk tangki kepada warga yang mengalami kekeringan di [Lokasi], mengantre dengan jerigen di area lapangan kering di latar belakang rumah-rumah penduduk.

Preman Berkedok Wartawan: Peras Guru di Sukaraja Sukabumi, Positif Sabu, Kini Meringkuk di Penjara

2 September 2026 - 09:01 WIB

Tersangka AG (46), oknum wartawan pemeras pihak SDN 2 Sukaraja, diapit anggota kepolisian usai resmi ditangkap dan ditahan di Mapolsek Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Bupati Sukabumi Tegaskan Pentingnya Bimbingan Ulama pada Pelantikan Pengurus MUI 2026–2031

1 September 2026 - 13:29 WIB

Suasana prosesi pelantikan pengurus di dalam sebuah Gedung Olahraga (GOR). Seorang pejabat dengan setelan jas krem dan peci hitam memimpin acara di tengah, berhadapan dengan barisan pria berkemeja putih dan sarung yang siap dilantik. Di latar belakang tampak papan ring basket dan tribun penonton.

Atasi Dampak Kekeringan, Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Palabuhanratu

1 September 2026 - 11:46 WIB

Warga Kampung Pasir Honje, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sukabumi, menampung pasokan air bersih yang disalurkan jajaran Polres Sukabumi menggunakan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC), Senin (31/8/2026). Aksi sosial ini digelar guna meringankan beban masyarakat terdampak kekeringan
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca