Menu

Mode Gelap

Bencana · 8 Mar 2025 11:17 WIB

Gibran Tinjau Sukabumi: Jembatan Putus, Korban Jiwa Berjatuhan Akibat Banjir dan Longsor


					Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung kondisi Jembatan Cidadap yang putus akibat banjir di Sukabumi, Sabtu (8/3/2025). Perbesar

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung kondisi Jembatan Cidadap yang putus akibat banjir di Sukabumi, Sabtu (8/3/2025).

JENTERANEWS.com – Bencana alam dahsyat melanda Kabupaten Sukabumi, menyebabkan banjir dan tanah longsor yang merenggut nyawa dan merusak infrastruktur vital. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto, terjun langsung ke lokasi bencana pada Sabtu (8/3/2025) pagi untuk meninjau dampak kerusakan dan memberikan bantuan kepada para korban.

Salah satu dampak terparah dari bencana ini adalah putusnya Jembatan Cidadap, penghubung penting antara Desa Cidadap dan Desa Loji. Arus banjir yang kuat menggerus fondasi jembatan, menyebabkan struktur penopangnya ambles. Akibatnya, akses jalan Bagbagan menuju Kiaradua hingga destinasi wisata Geopark Ciletuh lumpuh total. Warga terpaksa menyeberangi sungai dengan tali tambang, atau berjalan kaki dengan bantuan relawan dan aparat TNI-Polri.

Kondisi Jembatan Cidadap di Sukabumi yang putus akibat diterjang banjir, Sabtu (8/3/2025). Jembatan ini merupakan akses vital penghubung dua desa dan menuju kawasan wisata Geopark Ciletuh.

Kondisi Jembatan Cidadap di Sukabumi yang putus akibat diterjang banjir, Sabtu (8/3/2025). Jembatan ini merupakan akses vital penghubung dua desa dan menuju kawasan wisata Geopark Ciletuh.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran dan Kepala BNPB memberikan bantuan simbolis berupa 100 paket sembako, 50 paket alat kebersihan, 50 hygiene kit, 100 lembar matras, 100 paket makanan siap saji, dan 1 unit tenda pengungsi. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban yang terdampak bencana.

Data terbaru menunjukkan bahwa 125 keluarga (229 jiwa) terpaksa mengungsi akibat banjir, dan 32 keluarga (99 jiwa) mengungsi akibat tanah longsor. Tragisnya, 3 orang dilaporkan meninggal dunia dan 5 orang masih dinyatakan hilang. Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan upaya pencarian dan pertolongan.

Bencana ini juga mengakibatkan kerusakan signifikan pada rumah-rumah warga dan infrastruktur lainnya. Pemerintah daerah terus berupaya melakukan tanggap darurat, termasuk mendirikan posko pengungsian dan dapur umum.

Selain Jembatan Cidadap, Wapres Gibran juga dijadwalkan meninjau wilayah terdampak banjir lainnya di Sas 2 Kampung Gumelar, Kelurahan Pelabuhan Ratu. Kunjungan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani bencana dan memberikan bantuan kepada para korban.

Pemerintah daerah bersama BNPB akan terus berkoordinasi untuk melakukan upaya pemulihan pascabencana. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.(*)

Laporan: Ridwan N


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 173 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Diduga Ulah Oknum, 700 Meter Persegi Lahan Perhutani di Cidadap Sukabumi Hangus Terbakar

5 September 2026 - 19:57 WIB

Pantauan kobaran api yang melahap area Perkebunan Kayu Putih di Blok 87 Perhutani, Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (5/9/2026) malam. Api yang meluas hingga 700 meter persegi akibat faktor angin dan lahan kering tersebut berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan pada pukul 19.30 WIB. (Foto: Dok. P2BK/BPBD Kabupaten Sukabumi)

Pemdes Mekarjaya Sukabumi Salurkan BLT Dana Desa Periode Juli-Agustus kepada 50 KPM

3 September 2026 - 10:20 WIB

Warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menghadiri kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Aula Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9).

Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kemarau Panjang di Simpenan

2 September 2026 - 19:31 WIB

Personel Sat Samapta Polres Sukabumi mengisikan air bersih dari kendaraan operasional ke wadah penampungan milik warga di Kampung Tegal Nyampai, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026). Aksi bakti sosial ini digelar untuk membantu kebutuhan air sehari-hari warga yang terdampak kemarau panjang. Foto: Dok. Humas Polres Sukabumi.

Tragedi Berdarah di Cijengkol: Istri Temukan Suami Bersimbah Darah, Kondisi Kritis Pakai Ventilator

2 September 2026 - 12:12 WIB

Kondisi Mencekam di ICU. Pasien A tergeletak tak sadarkan diri di tempat tidur ICU RSUD Sekarwangi. Terlihat berbagai peralatan medis menopang hidupnya, termasuk perban besar di bagian leher. Setelah operasi darurat untuk menangani luka yang sangat gawat, kondisi pasien masih belum sadar dan terus dipantau secara intensif oleh tim dokter.

Kemarau Panjang Terjang Desa Banjarsari Sukabumi, 312 KK Alami Krisis Air Bersih

2 September 2026 - 09:29 WIB

Petugas mendistribusikan air bersih dari truk tangki kepada warga yang mengalami kekeringan di [Lokasi], mengantre dengan jerigen di area lapangan kering di latar belakang rumah-rumah penduduk.

Preman Berkedok Wartawan: Peras Guru di Sukaraja Sukabumi, Positif Sabu, Kini Meringkuk di Penjara

2 September 2026 - 09:01 WIB

Tersangka AG (46), oknum wartawan pemeras pihak SDN 2 Sukaraja, diapit anggota kepolisian usai resmi ditangkap dan ditahan di Mapolsek Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca