JENTERANEWS.com – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Tegalbuleud, tepatnya di Kampung Babakan Panjang, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (11/11/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.
Dalam insiden tragis tersebut, seorang pelajar SMP Negeri 1 Tegalbuleud meninggal dunia di lokasi kejadian setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan sebuah mobil boks. Sementara itu, rekan yang diboncengnya mengalami luka berat.
Korban meninggal dunia diidentifikasi berinisial DA, siswa kelas 8A SMPN 1 Tegalbuleud, yang merupakan warga Kampung Karanganyar RT 05/02, Desa Tegalbuleud. Adapun rekannya, berinisial D, warga Kampung Ciogong RT 06/02, Desa Tegalbuleud, menderita patah kaki dan segera dilarikan ke Puskesmas Tegalbuleud untuk penanganan medis.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, kecelakaan bermula saat kedua korban dalam perjalanan pulang sekolah. Keduanya berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat.
Saat itu, korban merupakan bagian dari rombongan empat sepeda motor pelajar yang melaju beriringan dari arah Tegalbuleud menuju Desa Buniasih. Kondisi jalan dilaporkan licin akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut.
Ketika melintas di lokasi kejadian, sepeda motor yang dikendarai DA diduga mencoba menyalip sepeda motor temannya yang berada di depan. Namun nahas, dari arah berlawanan, muncul sebuah mobil boks Suzuki Carry berwarna hitam yang melaju di jalurnya.
Akibat jarak yang terlalu dekat dan kondisi jalan yang licin, tabrakan frontal tidak dapat terhindarkan.
Aparat gabungan dari Koramil dan Polsek Tegalbuleud segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan untuk melakukan evakuasi dan olah TKP.
Anggota Koramil Tegalbuleud, Serma Wartono, membenarkan terjadinya insiden tersebut. “Benar, kecelakaan melibatkan sepeda motor dan mobil boks pengangkut kelontongan. Kami bersama anggota Polsek Tegalbuleud langsung ke lokasi kejadian,” ujar Serma Wartono.
Serma Wartono menambahkan, pihaknya telah meminta keterangan awal dari sopir mobil boks. “Sempat saya tanya kepada sopir mobil boks kejadiannya, ia mengaku sudah melihat iring-iringan sepeda motor pelajar. Namun tabrakan tak terhindarkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tegalbuleud, Ramdan Arip Firmansyah, membenarkan bahwa kedua korban merupakan warganya. Pihak desa membantu proses penanganan korban pasca kecelakaan.
“Korban yang meninggal sudah berada di rumah duka di Karanganyar,” kata Ramdan. “Sementara satu korban lainnya (D) masih menjalani perawatan di Puskesmas atau dirujuk ke RSUD Jampangkulon untuk penanganan lebih lanjut,” tutupnya.(*)
Penulis: Rudi
Editor: Hamjah















