Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 13 Mar 2026 11:45 WIB

Hujan Deras Picu Ambruknya Rumah Warga di Gunungguruh Sukabumi, Penghuni Terpaksa Mengungsi


					Pemandangan memilukan di Kp. Gunungguruh, Desa Cikujang, Sukabumi, pasca-ambruknya atap sebuah rumah pada Kamis (12/3/2026). Reruntuhan beton dan kayu terlihat menimpa tumpukan material dan kayu bakar di bawahnya. Kejadian ini diduga akibat hujan deras yang memperburuk kondisi struktur bangunan yang sudah tidak layak huni. Seorang warga paruh baya (kiri bawah) terlihat mengamati kerusakan tempat tinggal tersebut. Perbesar

Pemandangan memilukan di Kp. Gunungguruh, Desa Cikujang, Sukabumi, pasca-ambruknya atap sebuah rumah pada Kamis (12/3/2026). Reruntuhan beton dan kayu terlihat menimpa tumpukan material dan kayu bakar di bawahnya. Kejadian ini diduga akibat hujan deras yang memperburuk kondisi struktur bangunan yang sudah tidak layak huni. Seorang warga paruh baya (kiri bawah) terlihat mengamati kerusakan tempat tinggal tersebut.

JENTERANEWS.com  – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi kembali menimbulkan dampak kerusakan. Sebuah rumah warga di Kampung Gunungguruh, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, dilaporkan ambruk pada bagian atapnya. Insiden ini memaksa penghuni rumah untuk segera mengungsi demi keselamatan.

Berdasarkan laporan resmi dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Gunungguruh, Ade Supraman, peristiwa nahas tersebut terjadi pada hari Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Kejadian ini dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Gunungguruh. Selain faktor cuaca, kondisi struktur bangunan rumah tersebut memang sudah rapuh dan masuk dalam kategori tidak layak huni, sehingga tidak mampu menahan beban curah hujan,” demikian bunyi laporan yang dihimpun dari Pemerintah Desa (Pemdes) setempat pada Jumat (13/3/2026).

Secara administratif, lokasi kejadian berada tepat di Kampung Gunungguruh, RT 26 RW 13, Desa Cikujang, Kabupaten Sukabumi. Beruntung, insiden jatuhnya atap bangunan ini tidak memakan korban jiwa maupun korban luka. Namun, penghuni rumah saat ini terpaksa diungsikan sementara waktu ke tempat yang lebih aman.

Merespons cepat kejadian tersebut, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi. P2BK Gunungguruh bergerak sigap dengan melakukan koordinasi lintas sektor bersama Perangkat Desa Cikujang, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta relawan masyarakat setempat guna melakukan pendataan (assessment) di titik lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan pada Jumat siang, kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah, yang cukup membantu proses penanganan di lapangan. Pihak berwenang masih melakukan proses perhitungan secara rinci terkait total kerugian materiel yang dialami korban.

Berdasarkan hasil kaji cepat tim di lapangan, bantuan yang paling mendesak (kebutuhan darurat) saat ini adalah ketersediaan material bangunan. Bantuan tersebut sangat krusial untuk segera memperbaiki rumah agar korban dapat kembali menempati kediamannya dengan layak dan aman.(*)


Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

SKANDAL MAKAN BERGIZI GRATIS: Terdakwa Berkelit ke Ranah Perdata, Hakim Soroti Tajam Bukti Fotokopi

28 April 2026 - 14:20 WIB

Suasana persidangan di Pengadilan Negeri Sukabumi dengan terdakwa dr. Silvi Apriani (duduk berhijab), Senin (27/4/2026). Agenda sidang adalah pembacaan eksepsi atas dakwaan penipuan dana pengadaan food tray program MBG. Panel hakim dipimpin oleh Teguh Arifiolani (

Dari Balik Semak Belukar Cibuni, Air Panas Belerang Ini Setia Obati Warga Meski Tak Lagi Terawat

28 April 2026 - 12:10 WIB

Potret terkini sumber mata air di Pemandian Air Panas Cibungur, Desa Cidadap, yang kini berubah menjadi kubangan alami usai fasilitas kolam buatan pemerintah hancur tersapu tanah longsor. Meski terbengkalai dan dikepung semak belukar, mata air ini tetap dimanfaatkan warga untuk terapi pengobatan penyakit kulit.

Pertahankan “Kartu Hijau” UNESCO, Ciletuh-Palabuhanratu Kokohkan Posisi Sebagai Geopark Kelas Dunia

28 April 2026 - 09:02 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas (tengah depan, berikat kepala batik), didampingi jajaran Pemkab Sukabumi, terpaku menyaksikan siaran virtual pengumuman UNESCO Global Geopark langsung dari Paris, Prancis, yang menegaskan kembali status Ciletuh-Palabuhanratu, di Pendopo Sukabumi, Senin malam (27/4/2026). Gambar ini menangkap momen krusial saat 'Kartu Hijau' UNESCO dipastikan berlanjut.

Bupati Sukabumi Kukuhkan Pengurus Baru BP-CPUGGp, Tegaskan Geopark Sebagai Laboratorium Pembangunan Berkelanjutan Dunia

27 April 2026 - 17:50 WIB

Bupati Sukabumi H. Asep Japar memberikan sambutan saat pengukuhan pengurus baru BP-CPUGGp di Aula Dinas Perhubungan, Cikembar, Senin (27/4/2026).

Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam Menyusul Kegagalan Negosiasi AS-Iran dan Ketegangan di Selat Hormuz

27 April 2026 - 17:43 WIB

Ratusan Warga Desa Sukatani Sukabumi Kembali Gelar Aksi, Tagih Janji Kades Terkait Infrastruktur Jalan

27 April 2026 - 17:16 WIB

SUASANA AUDIENSI: Sejumlah warga Desa Sukatani, Sukabumi, berkumpul dan berdiri di Kantor Desa Sukatani untuk menagih janji kampanye Kepala Desa terkait perbaikan infrastruktur jalan yang rusak parah, Senin (27/4/2026). Pria berbaju biru di latar depan tampaknya sedang menyampaikan aspirasi langsung kepada Kepala Desa Sulaemansyah dan para pejabat lainnya yang duduk di meja depan dalam pertemuan tersebut.
Trending di Sukabumi